CILEGON - Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di Banten mengusulkan penambahan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) atau fuel surcharge.
Salah satu BUP yang mengajukan hal itu adalah Badan Usaha Milil Daerah (BUMD) Kota Cilegon yakni PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM).
Usulan itu pun sudah mendapatkan persetujuan dari Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Banten.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) INSA Banten, Agus Sutanto mengatakan, tiga badan usaha pelabuhan (BUP) di Kota Provinsi Banten mengajukan penambahan biaya BBM kapal. Penambahan biaya tersebut, dampak dari naiknya harga minyak dunia pasca perang Rusia dan Ukraina.
“Sudah disetujui INSA (Penambahan biaya BBM kapal). Sudah kita sepakati fuel surcharges untuk semua operator pemanduan penundaan baik PCM, KBS (Krakatau Bandar Samudera) maupun Pelindo,” kata Agus, Selasa (2/8).
Agus mengatakan, proses pengajuan yang diusulkan tiga BUP terkait penambahan biaya BBM telah melalui mekanisme. Usulan yang diajukan BUP awalnya ditelaah oleh DPC INSA Banten. Setelah ditelaah usulan tersebut disampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) INSA untuk dikaji. Hingga akhirnya nilai tambahan biaya BBM disepakati. “Sudah kita tentukan berdasarkan guidance dari DPP INSA,” katanya.
Agus mengungkapkan, alasan INSA Banten menyepakati fuel surcharge operasional jasa pandu tunda kapal tugboat karena memertimbangkan kenaikan harga BBM yang saat ini dinilai tidak rasional. “Karena situasi harga bahan bakar minyak yang sudah tidak rasional. Jadi fuel surcharges ini murni untuk meng-cover kenaikan BBM,” ucapnya.
Agus menerangkan, DPC INSA Banten bersama tiga BUP telah menyepakati bersama yang dituangkan dalam surat berita acara. Di mana hal tersebut diketahui oleh Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten.
“Berita acara kesepakatan yang sudah diketahui juga oleh KSOP Kelas 1 Banten sebagai Regulator di Pelabuhan Banten,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT PCM, Muhammad Willy mengatakan, pihaknya sejak awal 2022 telah membuat estimasi pendapatan dan biaya. Biaya BBM untuk operasional kapal tugboat PCM, pihaknya menganggarkan Rp 10 ribu per liter. Saat Rusia dan Ukraina pecah, harga BBM melambung, bahkan saay ini di angka Rp 22.900 per liternya.
“Saat kita membuat estimasi budget diawal itu per liternya Rp 10.000. Sekarang akibat perang Rusia-Ukraina menjadi Rp 22.900 per liter. Biayanya lebih dua kali lipat,” keluhnya.
Willy tetap berusaha melakukan ekspansi bisnis baru memberikan pelayanan pemanduan kapal tugboat di Perairan Utara Banten. Potensi kunjungan kapal mencapao 270 unit setiap bulannya. PCM melakukan kerjasama operasi (KSO) dengan berbagai pemilik kapal tugboat. Saat ini sudah ada delapan kapal tugboat yang di kerjasamakan untuk melayani pandu tunda di Perairan Banten Utara.
“Selama KSO berjalan, pada bulan April, kita sudah melayani 28 kapal, Mei 39 kapal, Juni 50 kapal, Juli perkiraan saya bisa 70 kapal. Memang itu tidak mudah, karena harus kerja sama dengan banyak pihak,” tuturnya.
Memang kata Willy terdapat penambahan pendapatan dari kerja sama KSO. Namun dari 8 kapal tugboat, biaya yang dikeluarkan untuk 3 kapal milik PCM begitu besar. Besaran penambahan biaya yakni biaya BBM inilah membuat estimasi yang direncanakan tidak sesuai ekspektasi. (bam/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
