LEBAK – Sejumlah aktivis mahasiswa mengkritisi pembangunan Jembatan Salaraja di Bojongleles, Kecamatan Cibadak. Karena, progres pembangunan jembatan tidak tepat waktu dan beberapa hari lalu terjadi kecelakaan kerja yang membuat dua orang pekerja luka-luka.
Sahrul Gunawan, Koordinator Mahasiswa Peduli Pembangunan menyatakan, kegiatan pembangunan infrastruktur di ruas Jalan Kaduagung-Muaradua harus dievaluasi. Apalagi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak sudah memberikan teguran tertulis kepada pihak kontraktor.
“Kita prihatin dengan adanya kecelakaan kerja di lokasi proyek pembangunan Jembatan Salaraja beberapa hari lalu. Kejadian tersebut dituding akibat kelalaian pihak kontraktor, yakni CV Rezosh Kontraktor Indonesia,” kata Sahrul kepada Radar Banten, kemarin.
Untuk itu, mahasiswa mengajak aparat penegak hukum dan masyarakat mengawasi kegiatan pembangunan jembatan tersebut. Jika terjadi kelalaian, maka dia meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pemanggilan terhadap pengusaha tersebut.
“Ditambah lagi, pihak perusahaan tidak mendaftarkan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Ini harus menjadi catatan bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum,” tegasnya.
Dia menambahkan, anggaran pembangunan Jembatan Salaraja kurang lebih Rp700 juta. Anggaran tersebut diharapkan tidak mubazir dan pelaksana pembangunan jembatan dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
“Kalau pekerjaan ini molor maka akan merugikan masyarakat. Apalagi, ruas jalan tersebut merupakan jalur strategis dan tiap hari banyak dilalui pengendara dari Kaduagung menuju Cikulur dan sebaliknya,” kata Sahrul.
Terpisah, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Lebak Wahyu menyayangkan terjadinya kecelakaan kerja di lokasi proyek Jembatan Salaraja. Kejadian tersebut semestinya tidak terjadi. Karena itu, dirinya meminta Dinas PUPR melakukan evaluasi dan memberikan teguran terhadap pelaksana proyek.
“Kejadian ini menjadi tanggung jawab dari CV Rezosh Kontraktor Indonesia. Kita minta mereka bertanggungjawab. Terpenting, dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,” harapnya.
Diberitakan sebelumnya, dua orang pekerja di lokasi pembangunan Jembatan Salaraja di Bojongleles mengalami luka-luka akibat tertimpa rangka besi. Kejadian tersebut menjadi perhatian masyarakat, karena proses evakuasi terhadap korban memakan waktu cukup lama. Tapi, para korban berhasil diselamatkan dan satu orang diinformasikan sudah kembali kerja.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
