SERANG-Pada September 2022 terjadi inflasi sebesar 1,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,84.
Beberapa komoditas mengalami kenaikan harga antara lain yakni bahan bakar minyak (BBM), angkutan dalam kota, tarif kendaraan roda empat online, kulit melinjo, dan jasa pembuangan sampah.
Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Bambang Widjonarko mengatakan, inflasi terjadi karena merespon kenaikan BBM yang cukup signifikan. “Meskipun BBM naik, tapi dampaknya belum signifikan,” ujar Bambang, Senin (3/10).
Bambang mengatakan, saat September lalu, transportasi mengalami kenaikan signifikan. Namun, sejumlah bahan makanan cabai dan komoditas makanan lain mengalami penurunan.
Padahal, lanjutnya, komoditas tentunya mengalami dampak kenaikan BBM karena mengantar dari produsen ke konsumen butuh transportasi. “Harga telur turun, beras naik walaupun tidak signifikan,” ujarnya.
Kata dia, adanya penurunan harga di sejumlah komoditas makanan terjadi karena pasokan cukup atau berlebih. Apabila tak ada kenaikan BBM, maka harga komoditas tersebut mungkin lebih mengalami penurunan.
“Pasokan melimpah harga terkoreksi mengalami penurunan (meskipun BBM naik-red),” ujar Bambang. Apabila transportasi naik dan pasokan langka serta kebutuhan meningkat, maka kemungkinan berdampak harga.
Diperkirakan bakal terjadi pada periode Oktober sampai Desember nanti berdasarkan pengalaman tahun lalu. “Karena tren periode sebelumnya November Desember, daging ayam, telur, dan cabai naik karena adanya hari besar keagamaan dan libur akhir tahun,” ungkapnya.
Berdasarkan pola sebelumnya, ia mengatakan, perkiraan kenaikan harga menjelang akhir tahun harus diantisipasi oleh OPD terkait. Untuk itu, OPD harus menambah pasokan dan melancarkan distribusi.
Kepala BPS Provinsi Banten Dody Herlando mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Kota Cilegon sebesar 1,40 persen dengan IHK sebesar 115,56. Diikuti oleh kota Serang sebesar 1,23 persen dengan IHK sebesar 116,96, Kota Tangerang sebesar 1,06 persen dengan IHK sebesar 111,66.
Ia mengatakan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks sembilan kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transportasi sebesar 10,44 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,99 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,57 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,45 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,28 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,26 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,23 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,04 persen.
Sedangkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami penurunan indeks sebesar 0,79 persen. Sementara itu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar kurang dari 0,01 persen.
Dody memaparkan, berdasarkan pemantauan BPS terhadap 416 jenis barang dan jasa serta hasil Survei Biaya Hidup (SBH) di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon baik secara mingguan, dua mingguan maupun bulanan, diketahui pada bulan September 2022 ini sebanyak 245 komoditas mengalami perubahan harga. “Rincian lengkapnya adalah 161 komoditas mengalami kenaikan harga dan sisanya sebanyak 84 komoditas mengalami penurunan harga,” ujarnya. (nna/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
