DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Prioritaskan Pembangunan di Banten Selatan

post-img

PANDEGLANG-Bupati Irna Narulita me­minta Pemerintah Provinsi Banten mem­prioritaskan pembangunan di Kabupaten Pan­deglang dan Lebak. Karena, dua ka­bupaten di Banten Selatan kondisinya ma­sih tertinggal dibandingkan dengan kabupaten kota lain di Banten.

“Pandeglang harus menjadi prioritas da­lam arah kebijakan Pemprov Banten dari segi pembangunannya, ekonominya, dan segalanya. Semua agar tidak ada lagi ke­timpangan di Provinsi Banten,” kata Irna Narulita kepada Radar Banten, Senin (3/10).

Menurut Irna, Lebak dan Pandeglang mem­­­butuhkan sentuhan dari Pemprov Ban­­ten. Karenanya, ke depan bantuan ke­uangan terhadap Pandeglang dan Lebak diting­kat­kan. Jangan sampai disamakan dengan ka­bupaten kota di daerah lain.

“Nah kalau sekarang masih ada kesen­jangan (pembangunan antara Banten Utara dan Banten Selatan). Oleh karena itu, saya ber­harap program-program lebih diting­katkan lagi,” ungkapnya.

Program pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi harus menjadi perhatian Pem­prov Banten di bawah komando Pen­jabat Gubernur Al Muktabar. Semoga ke depan, jalan kabupaten dibantu diba­ngun­kan Pemprov Banten.

“Kemudian saluran irigasi masih ada yang rusak kurang lebih 28 persen lagi dan juga drainase masih banyak yang rusak,” ungkapnya 

Selain itu, Irna mengungkapkan, ada 18 ruas jalan kabupaten yang statusnya di­usul­kan untuk ditingkatkan menjadi jalan pro­vinsi. Harapannya, jalan kabupaten ter­sebut statusnya segera dialihkan menjadi jalan provinsi.

“Kami juga berharap untuk Bantuan Ke­­uangan (Bankeu) Pemprov Banten lebih di­tingkatkan lagi. Minimal Rp100 miliar dan kalau bisa Rp200 miliar,” harapnya.

Tahun lalu, Bankeu untuk Pandeglang kurang lebih Rp10 miliar. Hal itu dimaklumi, karena kondisi pandemi-Covid-19.

“Saat ini kondisi pandemi Covid-19 mem­baik. Harapannya untuk Bankeu Rp200 miliar. Supaya kita bisa mengejar keterting­galan di Pandeglang, kalau ketertinggalan selesai pasti ekonomi bangkit,” ujarnya.

Irna mengaku, pihaknya menjalin koor­dinasi baik dengan Pemprov Banten. “Kalau koor­dinasi tak kurang- kurang. Cuman kita maklum karena Covid-19. Mudah-mu­dahan Pemprov Banten lebih tertuju lagi program kebijakannya kepada Pan­deglang,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pandeglang Ade Juliansah mem­benarkan, Pemkab Pandeglang meng­usulkan kepada Pemprov Banten kaitan pe­ningkatan status jalan kabupaten menjadi ja­lan provinsi.

“Untuk usulan peningkatan status jalan dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi yang diajukan sebanyak 18 ruas jalan. Ter­sebar di sejumlah kecamatan,” terangnya.

Diantaranya, Jalan Marapat-Camara, Ja­lan Sumur–Tamanjaya, Jalan Padali-Pa­sir­nangka- Ciaerjeruk, Jalan Cimanying-Pa­sar Menes, Jalan Menes-Muruy, Jalan Mu­ruy-Jiput, dan Jalan Jiput-Sikulan- Jaya­mekar. Selanjurnya, Jalan Muruy-Cening-Pasarbabad, Jalan Curugciung-Cipaas. Kemudian Jalan Bama-Pagelaran, Jalan Pagelaran-Pasirkadu-Perdana, Jalan Sobang-Bojen-Teluklada, Jalan Sodong-Kadumula, Jalan Cadasari- Cikentrung- Sukajaya, Jalan Karangtanjung- Sukarebe- Nangggor, Jalan Cadasari-Koranji-Kaduela, Jalan Maja-Banjar-Cikeper-Tegalserang, dan Jalan Sukajadi-Curug. “Total panjang jalan 152,8 kilometer. Sudah diajukan pada Mei lalu dan semoga saja dapat direalisasikan,” pungkasnya. (mg-01/tur)