DECEMBER 9, 2022
Utama

Pemprov Masuk Tiga Besar

post-img

Persentase Realisasi APBD Tahun 2022

SERANG – Persentase realisasi pendapatan dan be­lanja APBD Provinsi Banten tahun anggaran (TA) 2022 masuk dalam kategori cukup baik. Secara nasional, Provinsi Banten berada pada posisi tiga besar per 18 Juni 2022.

Hal itu disampaikan Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar seusai mengikuti rapat evaluasi pimpinan mengenai pelaksanaan APBD serta pelaksanaan pem­bangunan daerah Provinsi Banten TA 2022, di ruang rapat Inspektorat Provinsi Banten, KP3B, Senin (4/7). 

“Tentu dari data yang ada, pertama aspek pendapatan kita masih cukup baik,” ujar Al.

Berdasarkan rangking Indonesia, lanjutnya, Banten masih bergerak di lim nm,0a besar atau lebih tepatnya di tiga besar. Tak hanya pendapatan, hal serupa ju­ga terjadi di realisasi belanja.

Kata dia, meski saat ini pendapatan dan belanja Provinsi Banten dari parameter makro sudah cukup baik. Namun ada beberapa hal yang akan pihaknya konsentrasikan, terutama dalam memacu pendapatan. Salah satunya yang akan dioptimalkan mengenai retribusi air baku permukaan. 

Ia mengungkapkan, banyak pengusaha yang sebenarnya ingin berkontribusi dalam kewajiban kepada hak konstitusi untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan dari kewajiban seperti itu. 

“Hal itu akan kita terus giatkan, langkah-langkah telah kita susun dan siapkan,” ujar Al 

Menurutnya, bila keadaan ekonomi di Provinsi Banten dapat terus membaik, maka proses perputaran ekonomi di masyarakat juga akan meningkat. Sehingga, dapat mendorong pendapatan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Mantan Widyaiswara Ahli Utama di Kementerian Dalam Negeri ini juga mengatakan, situasi itu terdukung juga dari keadaan pandemi yang cukup terkendali meskipun datanya agak meningkat. “Mudah-mudahan dari keadaan itu agenda ekonomi berjalan dengan baik dan kita juga akan menjadi normal baik itu pendapatan maupun pengeluaran (belanja) kita,” tutur Al.

Sedangkan terkait penggunaan APBD untuk belanja produk dalam negeri, ia mengatakan, saat ini Pemprov Banten terus berkonsentrasi. Hal itu juga terlihat dalam perjalanan teknisnya telah sesuai serta memperlihatkan progres yang baik. “Itu terbukti dari hasil audit BPKP,” tegasnya.

Dengan demikian skema kerja yang mengoptimalkan produksi dalam negeri sudah berjalan. Meski begitu, apabila masih beberapa hal yang dapat ditingkatkan maka akan kita tingkatkan. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pj Sekda Provinsi Banten M Tranggono, Asda II Setda Provinsi Banten Muhammad Yusuf, serta seluruh Kepala OPD di lingkup Pemprov Banten.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti me­ngatakan, realisasi pendapatan per 30 Juni sebesar 45,65 persen. Sedangkan realisasi belanja per 30 Juni sebesar 37,94 persen. (nna/air)