DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Belasan Kecamatan Rawan Longsor dan Banjir

post-img

LEBAK - Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak melakukan pemetaan terhadap wilayah rawan longsor di Lebak. Dari 28 kecamatan, 14 diantaranya atau 50 persen merupakan daerah rawan longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, 14 kecamatan yang rawan longsor, yakni Kecamatan Ba­yah, Sobang, Lebakgedong, Ci­gem­blong, Bojong­manik, dan Cibeber.

Se­lanjutnya, Ke­camatan Muncang, Gu­nungkencana, Ci­panas, Cileles, Ci­marga, Cikulur, Leu­wi­damar, dan Ci­lograng.

“Jika berbicara fakta maka 28 kecamatan di Kabupaten Lebak itu semuanya masuk ke daerah yang rawan banjir dan longsor. Namun kita coba untuk memetakan dan hasilnya 14 kecamatan masuk dalam ka­tegori rawan longsor,” kata Febby ke­pada wartawan, kemarin. 

Katanya, BPBD juga melakukan penilaian terhadap 14 kecamatan tersebut. Hasilnya ada 6 kecamatan yang mendapatkan skor 5 dengan tingkat resiko tinggi rawan longsor. Enam kecamatan dimaksud, yakni Kecamatan Muncang, Sobang, Cilograng, Cibeber, Leuwidamar, dan Bojongmanik

“Daerah itu menjadi rawan karena demografi pegunungan dan perbukitan. Selain itu, struktur tanah di daerah itu labil sehingga menjadi sangat rawan jika terjadi hujan deras,” jelasnya.

Selain itu, Febby juga mencatat ada 16 Kecamatan yang rawan banjir di Kabupaten Lebak. Dengan rincian, Kecamatan Rang­kasbitung, Kalanganyar, Cipanas, Cu­rugbitung, Muncang, Sobang, Lebak Ge­dong, Cibeber, dan Cilograng.

Selan­jutnya, Kecamatan Bayah, Cihara, Cigem­blong, Bojongmanik, Banjarsari, Leuwi­da­mar, dan Cimarga.

Kata Febby, saat ini telah menyiagakan personel dengan peralatan kebencanaan guna mengantisipasi adanya bencana alam, seperti angin kencang dan banjir.

“Kita sudah lakukan koordinasi dengan para camat dan juga kepala desa untuk mewaspadai adanya bencana di daerah masing-masing,” kata Febby.

Dirinya pun mengimbau kepada warga di daerah rawan banjir dan longsor untuk selalu waspada. Apalagi sekarang ada peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG hingga beberapa hari ke depan. (mg-02/tur)