DECEMBER 9, 2022
Love Story - Inspirasi

Kirain Bakal Hemat, Ternyata Makin Sekarat

post-img

Ibarat jatuh di lubang yang sama, pernikahan kedua Juki (48) nama samaran berakhir perceraian. Awalnya cerai dengan istri pertama karena terlalu boros, dengan istri kedua malah makin boncos.

“Kirain uang bakal lebih hemat, ternyata malah bikin dompet saya tambah sekarat,” keluh Juki saat berbincang dengan Radar Banten di salah satu masjid di Kelurahan Kagungan, Kota Serang, Kamis (4/8).

Diceritakan Juki, ia menikah dengan istri pertamanya sepuluh tahun lalu, kita panggil saja namanya Yunah (45). Bersama Yunah, Juki dikaruniai dua anak dan membangun usaha bersama.

Mereka punya usaha warung sembako yang maju, kemudian Juki mengembangkan bisnis di bidang properti seperti toko material dan keramik di Cilegon dan Tangerang.

Mereka hidup berkecukupan, namun di masa suksesnya, justru hubungan Juki dan Yunah tak harmonis karena Juki sempat ketahuan punya selingkuhan.

Sejak itu Yunah selalu khawatir uang suaminya habis, maka dari itu, Yunah mulai banyak tuntutan beli emas, minta dibangunkan rumah padahal anak-anaknya masih kecil, mobil baru dan lainnya.

“Waduh habis tabungan saya diporotin terus belum lagi ngurusin saudara-saudaranya yang minta ini itu,” ungkapnya.

Karena cekcok yang seolah tak ada ujungnya, ditambah rasa curigaan dan cemburu Yunah yang berlebihan, membuat Juki tak tahan.

“Ya udah akhirnya kita cerai tuh dua tahun lalu,” katanya.

Yunah mendapat jatah rumah dan toko sembako, sedangkan Juki membeli rumah lagi di perumahan dan melanjutkan usaha propertinya.

Saat tinggal di perumahan baru itulah, Juki bertemu dengan janda anak satu yang baru ditinggal wafat suaminya, kita sebut saja namanya Meli (28), mamah muda yang masih cantik dan mulus.

“Wah istri yang baru ini mah kelas atas, modis, semok dan mulus,” katanya.

Juki pun mantap menikahinya, kendati dengan pesta sederhana, namun mahar yang diberikan Juki bukan main-main, langsung melunasi cicilan rumah dan emas tiga puluh gram.

Awal rumah tangga sih mereka harmonis, palagi saat Meli lahiran anak pertama, Juki sangat memanjakannya, apa yang Meli mau pasti dituruti.

“Awalnya minta dibeliin mobil, ya saya beliin,” katanya.

Bukan cuma itu, Mila juga minta dibelikan rumah baru yang lebih megah di perumahan kluster, dari sejak itu Juki mulai tak nyaman, belum lagi jatah belanja dan lainnya satu juta sehari.

“Dia kalau enggak saya kasih pasti ngambek, adatnya jelek,” keluhnya.

Bukan cuma itu, setiap ada permasalahan, Meli berani membentak bahkan marah-marah dengan nada keras, padahal Juki selalu bersikap kalem dan tenang.

“Lama kelamaan pusing juga saya, kok saya ngerasa kayak dimanfaatin doang,” katanya.

Akhirnya dua bulan lalu Juki dan Meli resmi cerai, kini mereka masih hidup sendiri. Ya ampun, sabar ya Kang Juki. (drp)