PEDAGANG BENDERA: Salah satu lapak pedagang bendera yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Minggu (4/8).
SERANG-Jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-79, penjual bendera merah putih mulai menjamur di sejumlah titik Kota Serang.
Pantauan di lapangan, para penjual bendera itu membuka lapak dagangan di pinggir jalan, seperti Jalan Trip Jamaksari, Sumur Pecung, Jalan Jenderal Ahmad Yani, hingga Jalan KH Sochari.
Agus (49), seorang penjual bendera mengaku sudah membuka lapak dagangannya sejak satu pekan lalu. Dia menjual bendera hanya menjelang HUT Kemerdekaan RI. “Saya kalau jualan disini dari tanggal 28 Juli ya, kalau deket-deket 17 Agustus saya jualan bendera kayak gini. Kalau sehari-harinya serabutan aja,” ujarnya, Minggu (4/8).
Pria asal Garut ini mengaku tak sendirian berjualan bendera di Kota Serang. Banyak rekannya yang berasal dari daerah Garut, Jawa Barat, ikut menjual bendera di Kota Serang.
“Saya ke sini sama-sama teman-teman yang mau jualan juga, ngekos di Pasar Rau,” ucapnya.
Dikatakan Agus, bendera yang dijual didapat dari gen penjual bendera. Apabila bendera tak laku, bisa dikembalikan ke agen tersebut. “Barangnya dari bos, dikirim. Jadi bagi hasil aja, komisi,” katanya.
Bendera yang dijual berbahan plastik mulai dari Rp15 ribu hingga Rp250 ribu. “Saya jualan paling murah Rp15 ribu sampai yang paling mahal itu diharga Rp250 ribu,” tuturnya.
Penjual bendera lainnya, Adiyana (35), mengatakan, baru pertama kali menjual bendera di Kota Serang. Pada tahun sebelumnya ia berdagang di Kota Cilegon.
“Kalau jualan bendera setiap tahun, tapi kalau di sini (Kota Serang) baru kali ini. Biasanya tempat jualannya pindah-pindah, kayak tahun kemarin saya sempat jualan di Cilegon,” katanya.
Dia mengaku, hasil dari penjualan bendera jelang HUT Kemerdekaan RI bisa menembus Rp1 juta. “Hasil enggak nentu, saya pernah cuma dapat Rp100 ribu kayak kemarin, pernah juga waktu tanggal 1 Agustus saya dapat Rp1 juta. Alhamdulillah aja,” katanya.
Dia mengatakan, penjualannya pada tahun ini menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu akibat banyaknya yang menjual bendera secara online.
“Ramean tahun-tahun dulu dibandingkan sekarang, soalnya kalau sekarang banyak yang jualan online. Harganya lebih miring di online. Sekarang agak menurun,” jelasnya.
Bahkan menurutnya, penjualan bendera atau keuntungan yang dikantongi di tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai Rp6 juta.
“Kalau sekarang masih belum tau bersihnya berapa, tapi kalau ngeliat sepi ya. Dulu saya kalau jualan bisa dapat Rp4 juta sampai Rp6 juta lah. Sekarang belum tahu,” ujarnya. (mg-04/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
