DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Penjual Bendera Menjamur

post-img

PEDAGANG BENDERA: Salah satu lapak pedagang bendera yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Minggu (4/8). 


SERANG-Jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-79, penjual ben­dera merah putih mulai men­ja­mur di sejumlah titik Kota Serang.

Pantauan di lapangan, para pen­jual bendera itu membuka lapak da­gangan di pinggir jalan, seperti Jalan Trip Jamaksari, Sumur Pe­cung, Jalan Jenderal Ahmad Yani, hingga Jalan KH Sochari.

Agus (49), seorang penjual ben­dera mengaku sudah membuka la­pak dagangannya sejak satu pekan lalu. Dia menjual bendera ha­nya menjelang HUT Kemer­dekaan RI. “Saya kalau jualan di­sini dari tang­gal 28 Juli ya, kalau deket-de­ket 17 Agustus saya jualan ben­­dera kayak gini. Kalau sehari-ha­­rinya serabutan aja,” ujarnya, Ming­gu (4/8).

Pria asal Garut ini mengaku tak sen­dirian berjualan bendera di Kota Serang. Banyak rekannya yang berasal dari daerah Garut, Ja­wa Barat, ikut menjual bendera di Kota Serang.

“Saya ke sini sama-sama teman-teman yang mau jualan juga, nge­kos di Pasar Rau,” ucapnya.

Dikatakan Agus, bendera yang di­jual didapat dari gen penjual ben­dera. Apabila bendera tak laku, bisa dikembalikan ke agen ter­sebut. “Barangnya dari bos, di­kirim. Ja­di bagi hasil aja, komisi,” katanya.

Bendera yang dijual berbahan plas­tik mulai dari Rp15 ribu hingga Rp250 ribu. “Saya jualan paling mu­rah Rp15 ribu sampai yang pa­ling mahal itu diharga Rp250 ribu,” tuturnya.

Penjual bendera lainnya, Adiyana (35), mengatakan, baru pertama kali menjual bendera di Kota Se­rang. Pada tahun sebelumnya ia ber­dagang di Kota Cilegon.

“Kalau jualan bendera setiap ta­hun, tapi kalau di sini (Kota Se­rang) baru kali ini. Biasanya tem­pat jualannya pindah-pindah, kayak tahun kemarin saya sempat jualan di Cilegon,” katanya.

Dia mengaku, hasil dari penjual­an bendera jelang HUT Kemerde­kaan RI bisa menembus Rp1 juta. “Hasil enggak nentu, saya pernah cu­ma dapat Rp100 ribu kayak ke­marin, pernah juga waktu tang­gal 1 Agustus saya dapat Rp1 juta. Alhamdulillah aja,” katanya.

Dia mengatakan, penjualannya pada tahun ini menurun jika di­ban­­dingkan tahun sebelumnya. Hal itu akibat banyaknya yang men­jual bendera secara online.

“Ramean tahun-tahun dulu diban­dingkan sekarang, soalnya kalau sekarang banyak yang jualan online. Harganya lebih miring di online. Sekarang agak menurun,” jelasnya.

Bahkan menurutnya, penjualan bendera atau keuntungan yang di­kantongi di tahun-tahun sebe­lum­nya bisa mencapai Rp6 juta.

“Kalau sekarang masih belum tau bersihnya berapa, tapi kalau ngeliat sepi ya. Dulu saya kalau jualan bisa dapat Rp4 juta sampai Rp6 juta lah. Sekarang belum tahu,” ujarnya. (mg-04/nda)