DECEMBER 9, 2022
Hukrim

Istri Emosian, Suami Genit ke Wanita Lain

post-img

Yeyen (35) nama samaran mengaku sudah sangat berlebihan dalam bersikap terhadap suaminya, kita panggil saja Juki (36). Karena terlalu galak, Juki sering keluar rumah untuk mejeng di Pasar sambil menggoda cewek yang lewat. Waduh. ”Pas tahu kelakuan dia be­gitu, saya makin emosilah, kesel,” kata Yeyen

Padahal, waktu awal rumah tangga, mereka pasangan yang saling mengerti satu sama lain. Ke­dua­nya menjaga perasaan dan men­cipta­kan suasana harmonis. Juki yang pe­nya­bar dan kalem mem­buat Yeyen ikut terbawa dalam setiap tutur ka­tanya.

 Menjadi istri yang berbakti kepada suami, Yeyen melayani Juki setu­lus hati. Mulai dari me­nyiap­­kan sarapan, sampai ber­sedia memberi pijitan sayang sepulang bekerja, semua dilakukan atas dasar cinta. “Waktu awal-awal sih ya be­gitu, Kang. Kan lagi sa­yang-sayangnya” cur­hat Yeyen.

Memiliki angan-angan yang tinggi dalam mem­bangun rumah tangga, membuat Yeyen harus menelan pahitnya kenyataan. Menerima la­maran sang suami, Juki yang bermata pen­carian sebagai pedagang beras di salah satu pasar di Kota Cilegon. 

 Yeyen berharap meraih sukses dan menjadi istri pengusaha kaya. Apa mau dikata, ekonomi tak kunjung meningkat, yang ada justru se­makin melarat.

Kecewa dengan keadaan, Yeyen merutuki diri dan memarahi suami. Sikapnya yang mu­dah iri dan dengki terhadap tetangga yang setiap bulan membeli barang elektronik membuatnya semakin panik. Bosan dengan alasan Juki yang tidak lagi berdaya mencari nafkah, Yeyen malah kabur dari rumah, ia pulang ke rumah orangtua.

Ditinggal pergi sang istri seorang diri, Juki terus memutar otak menghidupi anak istri. Setelah semua kanangan terlewati, menjadi penambah motivasi Juki dalam mencari rezeki. Sikap Yeyen yang selalu kasar, hanya menyisakan perih di hati. Sang suami yang sabar meski dimarahi setiap hari, tak bisa lagi menikmati seduhan kopi hangat istri di pagi hari. “Ya, habis mau bagaimana lagi, na­manya juga rumah tangga, masa enggak mau kaya?” kata Yeyen kepada Radar Banten.

Hingga beberapa tahun kemudian, Yeyen mulai menunjukkan sikap aslinya. Sering marah dan mudah emosi jika melihat tetangga me­mbeli barang elektronik baru. Dengan sikapnya yang membuat kuping Juki panas men­dengar ocehan sang istri, rumah tangga mereka mengalami ke­re­takan. Berkali-kali dina­sihati sang suami, Yeyen tetap membe­rontak. Pun­caknya ketika ia kabur dari rumah.

Juki panik mencari-cari sang istri, padahal Ye­yen ada di rumah orang­tua. Entah karena pas­rah atau memang tak tahu, bukannya sadar akan kekurangan, ia malah me­manfaat­kan keadaan. Aih, ini maksudnya apa, Teh?

“Sebenarnya saya enggak kuat ceritanya, tapi ya sudahlah, toh sudah lama ini keja­dian­nya. Dia sering godain cewek di pasar bah­kan sempat ngajak nikah,” kata Yeyen. Waduh, kok bisa? 

“Kalau kata orang sih, dia cari pelarian ka­rena lagi ribut sama saya,” ungkap Yeyen.

Mendapat laporan dari saudara yang tak sengaja melihat kelakuan Juki, Yeyen lantas mengemasi barang dan bergegas pulang menemui sang suami.

Tak peduli nasihat sang ayah yang meminta pergi esok hari, Yeyen menerobos malam ber­sama tetangga yang juga berprofesi sebagai ojek. Tak kurang dari satu jam ia sudah berada diambang pintu rumah, diketuknya dengan pe­nuh emosi.Juki yang penasaran lekas membuka, apalah daya, bukannya senang sang istri datang, ia malah kena omelan. Yeyen mengamuk sam­bil berlinang air mata. Ya ampun, sedih ya Teh?

“Sedihlah, Kang. Namanya cewek mah pasti sakit hati kalau lakinya genit ke yang lain, merasa enggak dihargai jadi istri,” tukas Yeyen.

Esoknya Juki meminta maaf sambil berjanji tidak akan mengulangi lagi. Yeyen pun ber­jan­ji tidak emosian lagi. Mereka pun kembali m­­e­lan­jutkan rumah tangga yang sederhana tapi bahagia. Semoga terus langgeng ya, Teh. (Fjr)