DECEMBER 9, 2022
18 PLUS

Bagi Anda yang di Atas 40 Tahun, Puasalah agar Tetap Strong

post-img

Masalah seksual bagi pria sangat komopleks. Tapi umummya adalah kurangnya stamina saat berhubungan seks, apalagi jika sudah memasuki masa usai lanjut. Di atas 40 tahun.

Lalu, bagaimana caranya agar stamina Anda tetap terjaga dalam berhubungan seks?

Nah, menurut dr Haekal Anshari, ada cara yang paling aman dan tak perlu mengonsumsi obat-obatan mengandung kimia agar stamina pria tetap on fire dalam berhubungan intim. Salah satunya adalah perbanyak puasa.

Menurut dr Haekal Anshari, puasa membatasi asupan kalori dalam tubuh dan meningkatkan growth hormone dan hormon testosteron pada tubuh. “Peningkatakan produksi hormon testosteron menyebabkan peningkatan dan perbaikan fungsi seksual, antara lain dorongan seksual dan fungsi ereksi,” ujar dr Haekal Anshari dalam postingan instagramnya, @dr.hekalanshari.

Pada minggu-minggu awal puasa, katanya, akan terjadi perubahan besar pada fungsi organ vital pria. Dan ini sangat baik, karena proses peningkatan stamina melalui puasa mulai terjadi dan bereaksi.

Adapun penyaluran seks yang tepat seusai puasa adalah pada malam hari. dr Haekal Anshari menyarankan agar melakukan hubungan intim menjelang sahur. “Selain bermanfaat untuk kesehatan secara umum, ternyata puasa memiliki manfaat untuk perbaikan dan peningkatan stamina seksual,” ujarnya.

Adakah makanan yang dapat meningkatkan gairah seks? Bagi sebagian orang, ritual sebelum melakukan hubungan seks adalah dengan memakan makanan yang diyakini dapat meningkatkan stamina, gairah, dan ketegangan yang berlipat pada penis.

Makanan seperti torpedo kambing, darah ular, wine, dan sejenisnya adalah makanan yang kerap dijadikan alasan pria untuk menambah gairah seksnya. Mitos atau fakta? Menurut dr Haekal Anshari, jenis makanan tersebut termasuk mitos. Tidak ada bukti ilmiah apa pun.

“Kalaupun benar adanya semangat untuk melakukan hubungan seksual usai memakan makanan itu hanya sugesti saja. Hal ini juga berlaku pada makanan tiramisu, cokelat, wine dan sejenisnya,” ujarnya.

Dia mengatakan, sebelum ingin menambah stamina seks, ada baiknya untuk mengetahui tentang libido atau gairah seks dapat dipengaruhi banyak faktor. Di antaranya, hormonal, kesehatan organ fisik pada pembuluh darah dan syaraf, rangsangan seksual yang diterima, daya tarik fisik, hubungan interpersonal, pengalaman seksual sebelumnya.

Jika faktor ini dapat ditentukan mana saja penyebab gairah seksual berkurang, maka harus diatasi terlebih dahulu sebelum mencoba mengonsumsi makanan peningkat stamina.

Jenis makanan yang baik untuk meningkatkan stamina seksual di antaranya yang mengandung omega 3, zinc, vitamin B5, B6, kalium, magnesium, zat besi dan lain-lain.

Tips dari dr Haekal Anshari agar stamina seks tetap terjaga adalah dengan tetap menjaga pola makan gizi seimbang, rutin olahraga intensitas ringan 30 menit per hari, tidur cukup 6-8 jam dengan menghindari tidur di atas jam 11 malam, berhenti merokok dan meminum alkohol, manajemen stres, selalu meluangkan waktu bersama pasangan, diskusi untuk keterbukaan masalah seksualitas dengan pasangan, lakukan variasi seksual, dan jaga daya tarik fisik agar tetap menarik di mata pasangan.

Soal obat kuat untuk mengatasi stamina saat berhubungan seks, dr Haikal Anshari tidak membenarkannya. Kata dia, tidak ada istilah obat kuat dalam dunia medis. Obat kuat hanya dipopulerkan oleh media, yang sebenarnya ditujukan kepada obat untuk membantu meningkatkan dan mempertahankan kekerasan penis.

Menurutnya, obat oral yang mengandung sildenafil saat disetujui oleh FDA pada tahun 1998 merupakan suatu terobosan baru untuk mengatasi disfungsi ereksi. Obat oral ini dikenal di masyarakat sebagai Pil Biru.

“Dalam dunia medis, Pil Biru merupakan golongan obat penghambat enzim PDE-5, sehingga ereksi penis menjadi lebih keras dan kekerasannya bertahan lebih lama,” jelasnya.

Lanjutnya, jenis disfungsi ereksi dan penyebab permasalah seksual pada pria berbeda. Maka, tidak semua permasalahan seksual pria dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat kuat.

“Kalau diminum pada laki-laki yang mengalami penurunan gairah seksual, tidak akan memberikan manfaat karena penyebabnya faktor fisik, psikis dan daya tarik,” ujarnya.

Jadi, banyak pria mengartikan menggonsumsi obat kuat akan mengatasi seluruh permasalahan seksual. Padahal, itu salah. Sebab, obat kuat hanya

bekerja bila dipicu oleh rangsangan atau gairah seksual. (ful/don)