DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Dua Bulan Laku 4.000 Unit

post-img

SOLO - Penjualan Stargazer langsung moncer setelah diluncurkan PT Hyundai Motors Indonesia (HMID). Varian baru itu terjual sudah lebih dari 4.000 unit dalam waktu sekitar dua bulan sejak diperkenalkan.

“Dari total SPK (surat pemesanan kendaraan), tipe Prime terbanyak dipesan,” kata Chief Operating Officer (COO) PT HMID Makmur di sela acara media test drive Hyundai Stargazer dengan rute Surabaya–Malang–Solo, Kamis (1/9), dikutip JawaPos.com.

Kata Makmur, HMID optimistis perfor­ma penjualan produk terbarunya di segmen low multipurpose vehicle (LMPV) dapat menjadi pendorong pen­jualan. “Segmen di Indonesia yang paling besar adalah SUV dan MPV. Keduanya cukup banyak jenisnya dan kita sudah masuk. Kita berusaha full di LMPV. Sebab, ini segmen tergemuk. Walaupun ada penurunan dan perge­seran ke SUV, tetap memberi kontribusi yang besar,” papar Makmur.

HMID mengaku siap memenuhi permintaan konsumen akan Stargazer. Sebab, kapasitas produksi LMPV yang dibuat di Cikarang tersebut mencapai 150 ribu unit per tahun.

Makmur juga mengungkapkan, Stargazer akan diekspor ke berbagai negara. Namun, negara tujuan ekspornya belum dapat disebutkan. “Stargazer didesain untuk global. Cuma, sekarang kami belum bisa se­butkan negara mana saja. Mulai kapan­nya juga nanti, ini perlu komunikasi antarnegara,” tuturnya.

Berdasar data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Juli 2022, total pen­jualan LMPV sebanyak 14.531 unit. Hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan Juni yang mencapai 11.639 unit. (jpc/bie)