DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Kantor Kecamatan Labuan Terancam Ambruk

post-img

RUSAK BERAT: Kondisi bangunan Kantor Kecamatan Labuan rusak berat dan terancam ambruk karena sudah puluhan tahun tidak diperbaiki, kemarin. (Purnama/Radar Banten)

PANDEGLANG - Kondisi kantor Ke­camatan Labuan rusak berat dan ter­ancam ambruk. Untuk itu, masyarakat dan pegawai kecamatan meminta Pe­merintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan kantor kecamatan tersebut.

Pantauan Radar Banten di lokasi, atap bangunan kantor kecamatan su­dah rusak dan menggunakan kayu penyangga. Bahkan, beberapa bagian atap bangunan sudah berjatuhan ke lantai, sehingga harus dibersihkan pe­ga­wai kecamatan. Sementara itu, ma­terial bangunan di beberapa bagian ge­dung tersebut mengalami penge­ro­posan karena dimakan rayap.

“Harusnya bangunan kantor keca­matan yang menjadi pusat pelayanan ma­syarakat itu dalam kondisi bagus. Bukan malahan sebaliknya mau am­bruk seperti ini,” kata Udin, warga Labuan yang kesehariannya narik ojek di samping Kantor Kecamatan Labuan kepada Radar Banten, kemarin.

Menurut Udin, kondisi bangunan yang rusak berat terlihat dari kayu pe­nyangga di bagian atap dan kusen jendela sudah keropos. Kemudian pla­fonnya juga banyak yang ambrol.

“Karena sudah dimakan rayap. Jadi sudah selayaknya direhab agar kondisinya bagus dan tidak kalah dengan kantor notaris yang ada di seberang jalan,” ujarnya.

Camat Labuan Ace Jarnuji membe­nar­kan, bangunan kantor kecamatan da­lam kondisi memprihatinkan. Se­hingga harus segera mendapatkan sentuhan anggaran pembangunan dari pemerintah daerah.

“Terkait kondisi ini sebetulnya kita sudah mengajukan untuk direhab. Tahun 2019 lalu, masuk usulan untuk re­hab tahun 2020 namun karena Co­vid-19, enggak jadi,” terangnya.

Kemudian setelah tahun 2020 tidak direa­lisasikan, tahun berikutnya Kantor Ke­ca­matan Labuan ternyata tidak ma­suk dalam skala prioritas. Sekarang ini yang dapat rehab itu Kecamatan Sumur.

“Kalau untuk Labuan memang seha­rusnya jangan rehab tapi bangun ge­dung baru. Bangunan saat ini diratakan dan bangunan baru dibuat agak mun­dur ke belakang agar halaman depan­nya menjadi lebih luas,” harapnya.

Saat ini, lanjutnya, halaman kantor tidak memiliki area parkir kendaraan. Jadi ketika apel pagi peserta berdesakan dengan kendaraan. “Kalau bangun gedung baru akan membuat halaman lebih luas. Bisa buat apel dan parkir kendaraan,” kata Ace.

Ace berharap, tahun depan usulannya dapat diterima dan direalisasikan. Soal­nya kantor ini bangunan sudah lama dan sudah puluhan tahun tidak direhab. Dia khawatir, kondisi gedung yang rusak akan membuat pelayanan ter­ganggu dan masyarakat tidak nya­man ketika datang ke kantor ke­camatan untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan dan yang lainnya.

“Bahkan satu gedung tidak kita pakai karena kondisinya mengkhawatirkan atau rawan ambruk. Akibatnya mem­buat satu Kasi (kepala seksi) saat ini tidak kebagian ruangan karena me­mang kekurangan ruangan,” ungkap­nya. (mg-01/tur)