RUSAK BERAT: Kondisi bangunan Kantor Kecamatan Labuan rusak berat dan terancam ambruk karena sudah puluhan tahun tidak diperbaiki, kemarin. (Purnama/Radar Banten)
PANDEGLANG - Kondisi kantor Kecamatan Labuan rusak berat dan terancam ambruk. Untuk itu, masyarakat dan pegawai kecamatan meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan kantor kecamatan tersebut.
Pantauan Radar Banten di lokasi, atap bangunan kantor kecamatan sudah rusak dan menggunakan kayu penyangga. Bahkan, beberapa bagian atap bangunan sudah berjatuhan ke lantai, sehingga harus dibersihkan pegawai kecamatan. Sementara itu, material bangunan di beberapa bagian gedung tersebut mengalami pengeroposan karena dimakan rayap.
“Harusnya bangunan kantor kecamatan yang menjadi pusat pelayanan masyarakat itu dalam kondisi bagus. Bukan malahan sebaliknya mau ambruk seperti ini,” kata Udin, warga Labuan yang kesehariannya narik ojek di samping Kantor Kecamatan Labuan kepada Radar Banten, kemarin.
Menurut Udin, kondisi bangunan yang rusak berat terlihat dari kayu penyangga di bagian atap dan kusen jendela sudah keropos. Kemudian plafonnya juga banyak yang ambrol.
“Karena sudah dimakan rayap. Jadi sudah selayaknya direhab agar kondisinya bagus dan tidak kalah dengan kantor notaris yang ada di seberang jalan,” ujarnya.
Camat Labuan Ace Jarnuji membenarkan, bangunan kantor kecamatan dalam kondisi memprihatinkan. Sehingga harus segera mendapatkan sentuhan anggaran pembangunan dari pemerintah daerah.
“Terkait kondisi ini sebetulnya kita sudah mengajukan untuk direhab. Tahun 2019 lalu, masuk usulan untuk rehab tahun 2020 namun karena Covid-19, enggak jadi,” terangnya.
Kemudian setelah tahun 2020 tidak direalisasikan, tahun berikutnya Kantor Kecamatan Labuan ternyata tidak masuk dalam skala prioritas. Sekarang ini yang dapat rehab itu Kecamatan Sumur.
“Kalau untuk Labuan memang seharusnya jangan rehab tapi bangun gedung baru. Bangunan saat ini diratakan dan bangunan baru dibuat agak mundur ke belakang agar halaman depannya menjadi lebih luas,” harapnya.
Saat ini, lanjutnya, halaman kantor tidak memiliki area parkir kendaraan. Jadi ketika apel pagi peserta berdesakan dengan kendaraan. “Kalau bangun gedung baru akan membuat halaman lebih luas. Bisa buat apel dan parkir kendaraan,” kata Ace.
Ace berharap, tahun depan usulannya dapat diterima dan direalisasikan. Soalnya kantor ini bangunan sudah lama dan sudah puluhan tahun tidak direhab. Dia khawatir, kondisi gedung yang rusak akan membuat pelayanan terganggu dan masyarakat tidak nyaman ketika datang ke kantor kecamatan untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan dan yang lainnya.
“Bahkan satu gedung tidak kita pakai karena kondisinya mengkhawatirkan atau rawan ambruk. Akibatnya membuat satu Kasi (kepala seksi) saat ini tidak kebagian ruangan karena memang kekurangan ruangan,” ungkapnya. (mg-01/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
