DECEMBER 9, 2022
Utama

Kenaikan BBM Picu Gelombang Demo

post-img

UNJUKRASA: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam DPD GMNI Banten melakukan aksi unjukrasa kenaikan BBM, di SPBU Palima, Kota Serang, Sabtu (3/9) sore. (saprol/RADAR BANTEN)

SERANG – Keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Sabtu (3/9) lalu, tidak hanya memicu naiknya harga bahan pokok namun juga memicu gelombang demo mahasiswa dan buruh.

Informasi yang diterima Radar Banten, gelombang demonstrasi mahasiswa secara besar-besaran akan dimulai 5 September 2022, baik di daerah maupun di Jakarta. Sementara aksi buruh akan digelar serentak 6 September 2022.

“Masyarakat saat ini masih beradaptasi dari krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19, tapi pemerintah justru meng­hancurkan proses pemulihan ekonomi dengan menaikkan harga BBM. Kami ajak semua mahasiswa untuk turun ke jalan menolak kenaikan harga BBM,” kata Ketua DPD GMNI Banten Indra Pattiwara saat melakukan unjuk rasa menolak kenaikkan harga BBM di SPBU Palima, Kota Serang, Sabtu (3/9) sore.

Ia melanjutkan, penolakan terhadap keputusan pemerintah menaikkan harga BBM, akan terus dilakukan GMNI bersama organisasi gerakan mahasiswa lainnya, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Ini baru aksi pemanasan, karena pemerintah mengumumkan kenaikkan harga BBM di akhir pekan. Tapi mulai 5 September, gelombang aksi mahasiswa akan dilakukan hingga pemerintah membatalkan kenaikkan BBM,” tegasnya.

Masih dikatakan Indra, kenaikan har­ga BBM yang dilakukan oleh pe­merintah adalah bukti pemerintah tidak memikirkan nasib rakyat kecil, yang dua tahun dihantam pandemi Covid-19.

“Ini adalah kegagalan pemerintah dalam mengatur subsidi BBM, dan atas kegagalan itu rakyat kecil lah yang menanggung semuanya,” tegasnya.

Terkait bantuan sosial yang akan diberikan pemerintah, Indra menilai itu tidak sebanding dengan dampak kenaikan harga sembako akibat kenaikan harga BBM.

“Harga bahan pokok semua naik, begitu juga tarif angkutan umum dan lain-lain. Lebih baik batalkan segera kenaikan harga BBM sebelum angka kemiskinan dan pengangguran bertam­bah banyak,” pungkasnya.

Terpisah, Sekjen Aliansi BEM Banten Bersatu, Muhammad Zidan Nugraha mengatakan, mahasiswa Banten semua­nya sepakat untuk melakukan aksi penolakan terhadap keputusan peme­rintah menaikkan harga BBM.

“Akhir pekan ini kami konsolidasi dulu, karena gerakan penolakan mahasiswa tidak hanya akan dilakukan di daerah tapi juga di Jakarta,” katanya.

Tak hanya mahasiswa, kenaikan harga BBM juga memicu kemarahan serikat buruh. Bahkan agenda penolakan terhadap kenaikan harga BBM oleh buruh akan digelar serentak pada 6 September 2022.

Ketua DPD SPSI Banten, Afif Johan mengungkapkan, kenaikan BBM akan menurunkan daya beli masyarakat yang sekarang ini sudah turun 30 persen dan akan turun lagi menjadi 50 persen akibat kenaikan harga sembako.

“Keputusan pemerintah menaikan harga BBM tidak tepat, karena dilakukan disaat harga minyak dunia turun,” tegasnya.

Agar pemerintah membatalkan ke­putu­sannya, lanjut Afif, serikat buruh akan menggelar unjukrasa di semua dae­rah, dan puncaknya akan dilang­sungkan di gedung DPR RI.

“Unjuk rasa dilakukan hingga pe­merin­tah membatalkan keputusannya menaikkan harga BBM,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Area Manager Com­munication, Relations & CSR Perta­mina Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan saat mengatakan, kenaikan harga BBM bukan keinginan Pertamina karena soal penentuan harga merupakan kewenangan pemerintah.

“Pertamina sebagai operator akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah,” katanya.

Terkait maraknya aksi penolakan kenaikan harga BBM, Eko berharap tidak sampai mengganggu proses distribusi BBM ke semua SPBU.

“Stok dan pasokan BBM di Regional Jawa Bagian Barat, termasuk di Banten masih aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Terkait aplikasi MyPertamina, Eko mengimbau masyarakat Banten untuk dapat segera mendaftar agar mendapat BBM bersubsidi. Adapu teknisnya bisa registrasi di subsiditepat.myper­ta­mina.id atau di aplikasi MyPertamina atau bisa datang ke booth/stand kon­sultasi pendaftaran di SPBU.

“Saat ini masih dalam masa pendaf­taran dan uji coba di SPBU,” pungkasnya. (den/air)