DECEMBER 9, 2022
Utama

22 Tahun, Tantangan Makin Berat

post-img

PENGHARGAAN: Pj Gubernur Banten memberikan penghargaan kepada Kepala Daerah saat Rapat Paripurna HUT ke-22 Provinsi Banten, di DPRD Banten, Kota Serang, Selasa (4/10). (QODRAT/RADAR BANTEN)


APBD Banten Pertama Rp380 Miliar


SERANG-Puncak peringatan HUT ke-22 Provinsi Banten ber­langsung meriah saat DPRD Banten menggelar rapat paripurna isti­mewa yang disaksikan langsung Sek­jen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro.

Dalam sambutannya, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, 22 tahun lalu masih terbayang, bersama-sama menyusun APBD pertama Provinsi Banten dengan modal Rp380 miliar dari Pemprov Jawa Barat.

Pada periode tahun kedua, APBD Provinsi Banten memasuki Rp1,2 triliun sehingga pada saat itu Banten mendapat julukan se­bagai provinsi bayi ajaib. “Tahun 2021 Ban­ten dijuluki provinsi bayi ajaib, sehingga banyak provinsi-provinsi lain belajar ke Banten dalam rangka pendapatan asli daerah,” bebernya.

Al Muktabar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada lara pendiri Provinsi Banten baik yang dimotori oleh para tokoh ulama, tokoh masyarakat, aka­demisi, pemerintah daerah, anggota DPRD kabupaten kota, serta unsur dari pemuda dan mahasiswa. 

Diungkapkan Al Muktabar, tantangan yang dihadapi Pemprov Banten saat ini sangat berat. Semua daerah di seluruh In­donesia menghadapi ujian. Krisis ke­sehatan akibat pandemi Covid-19 belum se­penuhnya pulih. Konflik geopolitik Rusia-Ukraina telah memicu krisis pangan dan energi. Dampaknya terasa terhadap tingginya inflasi tidak hanya di Provinsi Banten tapi juga hampir di Indonesia dan semua negara.

“Tapi alhamdulillah Provinsi Banten menjadi salah satu daerah yang mampu meng­hadapi tantangan pandemi Covid-19 dan inflasi,” katanya.

Dalam satu tahun terakhir, Pemprov Banten terus mendorong daya beli masyarakat untuk pertumbuhan ekonomi.

“Ujian itu tidak mudah bagi Indonesia dan juga tidak mudah bagi Banten, semua itu harus dapat dihadapi dengan kehati-hatian. Namun di tengah tantangan tersebut, Banten termasuk daerah yang mampu mengendalikan pandemi Covid-19,” tegasnya.

Dibeberkan Al Muktabar, saat ini pertum­buhan ekonomi di Provinsi Banten triwulan II 2022 menunjukkan tren positif, kinerja perekonomian Provinsi Banten tumbuh hingga 5,70 persen atau di atas kinerja per­­ekonomian nasional yang mencapai 5,44 persen. Kata Al Muktabar, telah mela­kukan beberapa hal untuk mempertahankan daya beli masyarakat saat pandemi Covid-19 dan pasca kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Pemprov Banten terus berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat yang terkena dampaknya.

“Pemprov Banten telah mengalokasikan lebih dari Rp45 miliar yang bersumber dari dana transfer umum dan BTT dalam rangka penyaluran bantuan langsung tunai (BLT BBM),” tambahnya.

Sebelumnya, salah satu tokoh pendiri Provinsi Banten Ahmad Mukhlis Yusuf da­lam pemaparannya mengungkapkan se­jarah perjalanan Provinsi Banten. Me­nurutnya, salah satu wujud nyata dari cita-cita mulia pembentukan Provinsi Banten adalah untuk meningkatkan kualitas taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Banten melalui kemandirian dalam mengelola manajemen pemerintahan dan pem­bangun­an serta upaya tanpa henti mengembangkan potensi sumberdaya alam dan manusianya. 

Ia melanjutkan, Provinsi Banten ini me­rupakan hasil kolaborasi para pihak yang memiliki tekad yang baik untuk mem­per­sem­bahkan hal yang terbaik. Di masa ke­pemimpinan bapak Pj Gubernur Al Muktabar, tugas sejarah ada di tangannya sekarang. “Terlebih saat ini kondisi perekonomian pasca Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya membaik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen Kemendagri Su­hajar Diantoro mengingatkan spirit atau semangat otonomi daerah dalam bingkai NKRI. 

Otonomi daerah, lanjutnya, menga­ma­natkan pemerintah daerah untuk dapat mengatur dan mengurus urusan­nya sendiri. Setiap daerah diberikan ke­wenangan untuk mencapai keman­diriannya masing-masing dalam me­wu­judkan masyarakat yang madani. 

Sementara mantan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy yang meng­hadiri undangan rapat paripurna DPRD Banten mengatakan, hari jadi ke-22 Provinsi Banten sudah banyak hasil pem­bangunan yang dirasakan masya­rakat Provinsi Banten. “Sudah banyak hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Andika mengaku bersyukur dengan pen­capaian-pencapaian itu dan me­minta Pemprov Banten di bawah Pen­jabat Gubernur Al Muktabar untuk me­lanjutkan program-program pem­ba­ngunan yang telah diletakkan dasar-dasar­nya saat dirinya menjabat men­dam­pingi Gubernur Banten Wahidin Halim.

Andika menambahkan, Pemprov juga berhasil membangun fasilitas olahraga ber­taraf internasional yaitu Banten In­ter­national Stadium (BIS) di  Ke­ca­matan Baros, Kabupaten Serang.

Selanjutnya, kata Andika, Pemprov Banten juga telah beres melakukan pem­bangunan jalan lingkungan di se­banyak 1.600 titik. “Dan tahun 2023 ka­mi meng­ang­garkan 3 juta titik,” im­buhnya.


UCAPAN MENGALIR

HUT ke-22 Provinsi Banten tahun ini juga diramaikan pemberian ucapan selamat dari sejumlah gubernur di Indonesia. Di media sosial, beberapa ke­pala daerah mengucapkan selamat ke­pada masyarakat Banten. 

Mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Selain itu, ada juga beberapa gubernur lainnya yang mem­berikan ucapan HUT Banten seperti Gubernur Riau Syamsuar, Pj Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur Ka­limantan Utara Zainal A Paliwang, dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. 

Kemudian, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, Gubernur Lam­pung Arinal Djunaidi, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, serta Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Su­laiman.

Dalam videonya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggambarkan ke­har­monisan antar masyarakat Banten de­ngan masyarakat DKI Jakarta. “Te­tangga kami di Jakarta yang berinteraksi erat, dan alhamdulillah persahabatan, sa­ling support terjadi antara kita di Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Banten. Juga masyarakatnya,” ujar Anies.

Ia berharap, pesan yang menjadi tema HUT ke 22 Banten yaitu Banten Tangguh Eko­nomi Tumbuh akan benar-benar ter­laksana sehingga warganya benar-benar merasakan kebahagiaan dan pro­vin­sinya bangkit, maju dan berkem­bang.

Hal yang sama juga dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia turut memberikan ucapan untuk warga Ban­ten yang semakin semangat untuk me­­­ningkatkan martabat dan kemak­muran bersama. 

Puncak peringatan HUT ke-22 Banten ini dilaksanakan Rabu (4/10) di KP3B, mulai dari apel sampai rapat paripurna di gedung DPRD Provinsi Banten.

Sebelumnya Pemprov Banten meng­gelar rangkaian acara HUT ke-22 Banten di kawasan Banten Lama, Ka­semen, Kota Serang (3/10), berupa pe­nyerahan bantuan sembako bagi yatim dan dhuafa, bantuan untuk mar­bot, bantuan untuk guru ngaji, bantuan pembangunan sa­rana dan prasarana masjid, bantuan pembangun­an sarana dan prasarana musala dan bantuan pem­bangunan rumah tidak layak huni, serta me­lak­sa­nakan ziarah. 


DEMO MAHASISWA

Perayaan hari jadi ke-22 Provinsi Ban­ten yang dipusatkan di DPRD Banten diwarnai gelombang protes mahasiswa. Bahkan aksi mahasiswa dimulai sejak awal digelarnya rapat paripurna istimewa HUT ke-22 Provinsi Banten, Selasa pagi.

Aksi pertama mahasiswa dilakukan oleh dua aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Perwakilan Serang. Ke­duanya berhasil masuk ke dalam ruang rapat paripurna, dan langsung membuat heboh rapat saat Ketua DPRD Banten baru saja membuka rapat pari­purna istimewa.

Namun aksi kedua mahasiswa tersebut tidak berlangsung lama, lantaran ke­duanya langsung diamankan aparat ke­polisian dan Pamdal DPRD Banten yang menjaga di lantai dua ruang rapat paripurna.

Menyikapi dua rekannya diamankan petugas, puluhan pengurus Kumala langsung menggelar aksi solidaritas di depan Gedung DPRD Banten, mereka meminta kedua rekannya segera di­bebas­kan aparat.

Hingga pukul 15.30 WIB, aksi solidaritas pengurus Kumala Serang masih berlangsung dengan melakukan aksi bakar ban bekas. Mereka mengancam akan menginap di DPRD Banten bila kedua rekannya tidak segera di bebaskan.

Beruntung pada sore hari tuntutan Pengurus Kumala direspon aparat, sehingga unjukrasa Kumala meminta Pemprov Banten memperhatikan pembangunan di Kabupaten Lebak berakhir.

Selain Kumala, gelombang aksi mahasiswa Banten terus berlanjut, ratusan mahasiswa dari berbagai kampus mengatasnamakan Aliansi Gerakan Empat Oktober (GETOK) juga mengepung DPRD Banten pada Selasa sore.

Sementara itu, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cabang Serang juga melakukan aksi refleksi HUT ke-22 Provinsi Banten di DPRD. (den-nna/alt)