PENGHARGAAN: Pj Gubernur Banten memberikan penghargaan kepada Kepala Daerah saat Rapat Paripurna HUT ke-22 Provinsi Banten, di DPRD Banten, Kota Serang, Selasa (4/10). (QODRAT/RADAR BANTEN)
APBD Banten Pertama Rp380 Miliar
SERANG-Puncak peringatan HUT ke-22 Provinsi Banten berlangsung meriah saat DPRD Banten menggelar rapat paripurna istimewa yang disaksikan langsung Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro.
Dalam sambutannya, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, 22 tahun lalu masih terbayang, bersama-sama menyusun APBD pertama Provinsi Banten dengan modal Rp380 miliar dari Pemprov Jawa Barat.
Pada periode tahun kedua, APBD Provinsi Banten memasuki Rp1,2 triliun sehingga pada saat itu Banten mendapat julukan sebagai provinsi bayi ajaib. “Tahun 2021 Banten dijuluki provinsi bayi ajaib, sehingga banyak provinsi-provinsi lain belajar ke Banten dalam rangka pendapatan asli daerah,” bebernya.
Al Muktabar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada lara pendiri Provinsi Banten baik yang dimotori oleh para tokoh ulama, tokoh masyarakat, akademisi, pemerintah daerah, anggota DPRD kabupaten kota, serta unsur dari pemuda dan mahasiswa.
Diungkapkan Al Muktabar, tantangan yang dihadapi Pemprov Banten saat ini sangat berat. Semua daerah di seluruh Indonesia menghadapi ujian. Krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 belum sepenuhnya pulih. Konflik geopolitik Rusia-Ukraina telah memicu krisis pangan dan energi. Dampaknya terasa terhadap tingginya inflasi tidak hanya di Provinsi Banten tapi juga hampir di Indonesia dan semua negara.
“Tapi alhamdulillah Provinsi Banten menjadi salah satu daerah yang mampu menghadapi tantangan pandemi Covid-19 dan inflasi,” katanya.
Dalam satu tahun terakhir, Pemprov Banten terus mendorong daya beli masyarakat untuk pertumbuhan ekonomi.
“Ujian itu tidak mudah bagi Indonesia dan juga tidak mudah bagi Banten, semua itu harus dapat dihadapi dengan kehati-hatian. Namun di tengah tantangan tersebut, Banten termasuk daerah yang mampu mengendalikan pandemi Covid-19,” tegasnya.
Dibeberkan Al Muktabar, saat ini pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten triwulan II 2022 menunjukkan tren positif, kinerja perekonomian Provinsi Banten tumbuh hingga 5,70 persen atau di atas kinerja perekonomian nasional yang mencapai 5,44 persen. Kata Al Muktabar, telah melakukan beberapa hal untuk mempertahankan daya beli masyarakat saat pandemi Covid-19 dan pasca kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Pemprov Banten terus berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat yang terkena dampaknya.
“Pemprov Banten telah mengalokasikan lebih dari Rp45 miliar yang bersumber dari dana transfer umum dan BTT dalam rangka penyaluran bantuan langsung tunai (BLT BBM),” tambahnya.
Sebelumnya, salah satu tokoh pendiri Provinsi Banten Ahmad Mukhlis Yusuf dalam pemaparannya mengungkapkan sejarah perjalanan Provinsi Banten. Menurutnya, salah satu wujud nyata dari cita-cita mulia pembentukan Provinsi Banten adalah untuk meningkatkan kualitas taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Banten melalui kemandirian dalam mengelola manajemen pemerintahan dan pembangunan serta upaya tanpa henti mengembangkan potensi sumberdaya alam dan manusianya.
Ia melanjutkan, Provinsi Banten ini merupakan hasil kolaborasi para pihak yang memiliki tekad yang baik untuk mempersembahkan hal yang terbaik. Di masa kepemimpinan bapak Pj Gubernur Al Muktabar, tugas sejarah ada di tangannya sekarang. “Terlebih saat ini kondisi perekonomian pasca Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya membaik,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro mengingatkan spirit atau semangat otonomi daerah dalam bingkai NKRI.
Otonomi daerah, lanjutnya, mengamanatkan pemerintah daerah untuk dapat mengatur dan mengurus urusannya sendiri. Setiap daerah diberikan kewenangan untuk mencapai kemandiriannya masing-masing dalam mewujudkan masyarakat yang madani.
Sementara mantan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy yang menghadiri undangan rapat paripurna DPRD Banten mengatakan, hari jadi ke-22 Provinsi Banten sudah banyak hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat Provinsi Banten. “Sudah banyak hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Andika mengaku bersyukur dengan pencapaian-pencapaian itu dan meminta Pemprov Banten di bawah Penjabat Gubernur Al Muktabar untuk melanjutkan program-program pembangunan yang telah diletakkan dasar-dasarnya saat dirinya menjabat mendampingi Gubernur Banten Wahidin Halim.
Andika menambahkan, Pemprov juga berhasil membangun fasilitas olahraga bertaraf internasional yaitu Banten International Stadium (BIS) di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.
Selanjutnya, kata Andika, Pemprov Banten juga telah beres melakukan pembangunan jalan lingkungan di sebanyak 1.600 titik. “Dan tahun 2023 kami menganggarkan 3 juta titik,” imbuhnya.
UCAPAN MENGALIR
HUT ke-22 Provinsi Banten tahun ini juga diramaikan pemberian ucapan selamat dari sejumlah gubernur di Indonesia. Di media sosial, beberapa kepala daerah mengucapkan selamat kepada masyarakat Banten.
Mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Selain itu, ada juga beberapa gubernur lainnya yang memberikan ucapan HUT Banten seperti Gubernur Riau Syamsuar, Pj Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang, dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.
Kemudian, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, serta Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Dalam videonya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggambarkan keharmonisan antar masyarakat Banten dengan masyarakat DKI Jakarta. “Tetangga kami di Jakarta yang berinteraksi erat, dan alhamdulillah persahabatan, saling support terjadi antara kita di Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Banten. Juga masyarakatnya,” ujar Anies.
Ia berharap, pesan yang menjadi tema HUT ke 22 Banten yaitu Banten Tangguh Ekonomi Tumbuh akan benar-benar terlaksana sehingga warganya benar-benar merasakan kebahagiaan dan provinsinya bangkit, maju dan berkembang.
Hal yang sama juga dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia turut memberikan ucapan untuk warga Banten yang semakin semangat untuk meningkatkan martabat dan kemakmuran bersama.
Puncak peringatan HUT ke-22 Banten ini dilaksanakan Rabu (4/10) di KP3B, mulai dari apel sampai rapat paripurna di gedung DPRD Provinsi Banten.
Sebelumnya Pemprov Banten menggelar rangkaian acara HUT ke-22 Banten di kawasan Banten Lama, Kasemen, Kota Serang (3/10), berupa penyerahan bantuan sembako bagi yatim dan dhuafa, bantuan untuk marbot, bantuan untuk guru ngaji, bantuan pembangunan sarana dan prasarana masjid, bantuan pembangunan sarana dan prasarana musala dan bantuan pembangunan rumah tidak layak huni, serta melaksanakan ziarah.
DEMO MAHASISWA
Perayaan hari jadi ke-22 Provinsi Banten yang dipusatkan di DPRD Banten diwarnai gelombang protes mahasiswa. Bahkan aksi mahasiswa dimulai sejak awal digelarnya rapat paripurna istimewa HUT ke-22 Provinsi Banten, Selasa pagi.
Aksi pertama mahasiswa dilakukan oleh dua aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Perwakilan Serang. Keduanya berhasil masuk ke dalam ruang rapat paripurna, dan langsung membuat heboh rapat saat Ketua DPRD Banten baru saja membuka rapat paripurna istimewa.
Namun aksi kedua mahasiswa tersebut tidak berlangsung lama, lantaran keduanya langsung diamankan aparat kepolisian dan Pamdal DPRD Banten yang menjaga di lantai dua ruang rapat paripurna.
Menyikapi dua rekannya diamankan petugas, puluhan pengurus Kumala langsung menggelar aksi solidaritas di depan Gedung DPRD Banten, mereka meminta kedua rekannya segera dibebaskan aparat.
Hingga pukul 15.30 WIB, aksi solidaritas pengurus Kumala Serang masih berlangsung dengan melakukan aksi bakar ban bekas. Mereka mengancam akan menginap di DPRD Banten bila kedua rekannya tidak segera di bebaskan.
Beruntung pada sore hari tuntutan Pengurus Kumala direspon aparat, sehingga unjukrasa Kumala meminta Pemprov Banten memperhatikan pembangunan di Kabupaten Lebak berakhir.
Selain Kumala, gelombang aksi mahasiswa Banten terus berlanjut, ratusan mahasiswa dari berbagai kampus mengatasnamakan Aliansi Gerakan Empat Oktober (GETOK) juga mengepung DPRD Banten pada Selasa sore.
Sementara itu, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cabang Serang juga melakukan aksi refleksi HUT ke-22 Provinsi Banten di DPRD. (den-nna/alt)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
