DECEMBER 9, 2022
Pesona Indonesia

Kebun Teh Cikuya, Teh Terbaik Dunia

post-img

BAGI masyarakat Banten dan DKI Jakarta yang ingin berlibur di kawasan kebun teh, tak mesti ke kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di pedalaman Lebak Selatan, ada kawasan kebun teh yang asri dan sejuk. 

Belum banyak diketahui orang lantaran letaknya tersembunyi di balik perbukitan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Kebun teh ini dikenal dengan nama Kebuh Teh Cikuya, sesuai nama tempatnya di Kampung Cikuya, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak.

Kawasan Kebun teh ini berada di dataran tinggi, di atas 700 meter di atas permukaan laut (Mdpl) dengan luas lahan yang sudah digarap sekitar 30 hektare.

Dibutuhkan waktu empat jam dengan menggunakan kendaraan roda empat dari Rangkasbitung, pusat ibu kota Kabupaten Lebak.

Beberapa tahun belakangan, Kebun Teh Cikuya jadi tujuan wisata lokal. Bahkan Pemkab Lebak menjadikan kebun teh ini sebagai tempat wisata unggulan daerah.

Hamparan kebun teh yang tertata rapi, jadi daya tarik untuk berswa foto. Beberapa kali tempat ini juga viral di media sosial lantaran sukses menghadirkan spot foto yang menarik perhatian warganet.

“Sekarang ke Lebak selatan wisatanya lebih varatif, bukan hanya sekedar pantai Sawarna atau Bagedur, juga ada kebun teh yang sejuk. Tak kalah dengan kebun teh di Puncak, Bogor,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lebak Imam Rismahayadin kepada Radar Banten, Selasa (4/10).

Selain berfoto di kebun teh, lanjut dia, pengunjung bisa mencicipi teh yang diproduksi langung. Ada kafe yang dibuat untuk wisatawan dengan beragam menu teh, seperti teh oolong, teh merah, teh hijau dan teh opa. Pengunjung juga bisa membawa pulang produk teh sebagai oleh-oleh.

“Kebuh Teh Cikuya ini juga salah satu wisata unggulan Kabupaten Lebak. Kini banyak dikunjungi wisatawan, terutama dari Sukabumi,” ujarnya.

Imam optimis, objek wisata di daerah yang dipimpin Bupati Iti Octavia Jayabaya itu mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. “Kita optimis target kunjungan wisatawan kita tahun ini dapat tercapai seperti sebelum pandemi,” ujarnya.

Dia mengatakan, tahun 2022 ini target kunjungan wisatawan ke Lebak sekitar 850 ribu. Sementara hingga September lalu mencapai 700 ribu. Ia optimis target tersebut dapat tercapai. Apalagi Pemkab Lebak bakal menggelar berbagai kegiatan untuk menghibur wisatawan lokal dan mancanegara.

“Sejauh ini Pantai Sawarna dan Baduy paling banyak dikunjungi. Tapi ke depan Kebun Teh Cikuya akan jadi salah satu primadona baru,” katanya.

Apau, pengelola Kebun Teh Cikuya, mengatakan teh yang ditanam merupakan jenis camellia sinensis, alah satu jenis teh mahal serta berkualitas tinggi. Teh jenis ini tidak banyak ditanam di Indonesia. Selain di Banten, hanya ada di Bangkulu. Sementara teh yang umum ditanam di Indonesia adalah jenis assamica.

Dia menyebut, teh jenis ini untuk kalangan menengah ke atas, lantaran harga jualnya cukup tinggi. Selain jenisnya yang bagus, proses pengolahannya juga butuh keahlian khusus.

“Dari mulai tanam hingga diolah di pabrik harus ada ahli teh. Yang diproduksi di sini teh organik, beberapa kali gagal juga, beberapa tahun belakangan ini hasilnya bagus,” kata Apau.

Teh yang diproduksi oleh perkebunan ini, kata Apau, unggul dari kualitas daun, kandungan air, dan aroma. Hal inilah juga yang jadi alasan terpilih sebagai juara di kompetisi teh dunia.

Lantaran kualitasnya, teh dari pedalaman Lebak ini peminat utamanya berasal dari luar negeri. Ekspornya ke Amerika Serikat, Jerman, Prancis, dan Jepang.

Kebun teh yang dikelola oleh PT Harendong Green Farm ini mulai ditanam pada tahun 2006. Masih baru, namun kualitasnya sudah diakui dunia dengan menyabet gelar sebagai teh terbaik dunia.

“Alhamdulilah di tahun 2015 juara satu dunia teh kategori teh oolong. 2018 juara dua untuk teh oolong dan teh merah,” katanya.

Gelar juara itu didapatkan pada ajang kompetisi teh bergengsi dunia yakni Global Tea Championship yang keduanya digelar di Amerika Serikat. (nce/bie)