DECEMBER 9, 2022
Sambungan

Pasutri di Lebak Tewas Dibunuh, Luka Bacok di Punggung

post-img

BACOK:Pihak kepolisian tengah melakukan olah TKP kasus pembunuhan pasutri di Kampung Nanggerang, Desa Haur Gajrug, Cipanas, Selasa (4/10). (yusuf/radar banten)


LEBAK-Warga Kampung Nanggerang, Desa Haur Gajrug, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, digegerkan dengan kasus pembunuhan yang menimpa pa­sangan suami istri Barnas (60) dan Onah (58).

Pasutri itu ditemukan tewas di dalam ru­mahnya dengan tubuh penuh luka bacok.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, peristiwa mengerikan itu terjadi pada Senin (3/10) malam.  

Kepala Desa Haur Gajrung Hasan Ferry mem­benarkan kejadian itu. Kata dia, baru mendapatkan informasi kasus pem­bunuhan terhadap pasutri itu kemarin pagi. 

“Saya dapat laporan dari warga bahwa ada pembunuhan pasutri tadi pagi. Pas dicek benar, rumah penuh dengan darah,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (4/10).

Ferry menerangkan, pembunuhan itu pertama kali diketahui oleh seorang sat­pam perumahan yang tidak jauh dari rumah pasutri itu. Satpam melihat pasutri sudah tewas bersimbah darah di dalam rumah. 

“Satpam itu mau beli rokok di rumah sekaligus warung korban, tapi warung tidak buka-buka. Terus satpam ini lihat ke dalam rumah lewat jendela pinggir ru­mah, dia lihat sudah ada darah yang di lantai. Dia langsung lapor ke polisi, “ te­rangnya. 

Kata Ferry, kedua korban diketahui berprofesi sebagai wirausaha yang membuka warung dan kerap memborong kayu milik warga sekitar. Saat kejadian sen­diri, di dalam rumah hanya ada kedua kor­ban saja. “Mereka itu cuma tinggal ber­dua saja, anaknya sudah pisah rumah, “ katanya. 

Ia menyebut, peristiwa itu bukan peram­pokan sebab dua unit motor beserta hand­phone korban masih tersimpan di­dalam rumah. “Katanya ini bukan pem­bunuhan biasa, tapi ada motif balas dendam. Karena motor sama barang-barang lainnya ga ada yang hilang, “ ucapnya. 

Ubay, seorang Satpam yang jadi saksi di lokasi kejadian mengaku sempat men­dengar suara jeritan pada pukul 21.00 WIB. Namun, ia tidak tahu jelas dari ma­na asal jeritan itu. 

“Jam 9 malam saya sempat denger suara orang teriak, tapi tidak tahu kalau itu dari warung. Ya sudah saya cuma di pos aja, engga nyamperin. Tapi pas pagi hari nya saat saya mau beli rokok, korban su­dah meninggal dunia,” kata Ubay. 

Sementara Ita, warga sekitar menyebut bahwa pasutri itu merupakan orang baik. Bahkan, warga kerap dibiarkan menghu­tang ke warung jika sedang tidak memiliki uang.  

“Korban itu sering borong kayu milik war­ga, anak buahnya baik. Korban ini se­lama hidupnya baik pak, sering bantu-bantu warga, “ ucapnya. 

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, pihak kepolisian melakukan olah TKP, dan memeriksa beberapa saksi. Unit inavis juga turut dikerahkan guna mengeva­kuasi pasutri itu. 

Kapolres Lebak AKBP Wiwin Setiawan me­ngatakan, saat ditemukan pertama kali oleh saksi pukul 07.30 WIB, pasutri su­dah dalam keadaan tewas bersimbah darah. Pihaknya menemukan beberapa luka bacokan senjata tajam pada bagian tubuh kedua korban yakni bagian pung­gung dan kepala bagian belakang.

 “Saat ini jenazah sudah kita evakuasi dan akan dilakukan autopsi, tim juga te­ngah memeriksa beberapa saksi di lokasi kejadian,” kata Kapolres. 

Kapolres mengungkapkan, korban sendiri biasanya membuka warung dari pagi hingga malam hari sekira pukul 22.00 WIB, namun jika di atas jam itu ter­kadang korban tetap membukakan pintu dan melayani pelanggaan kenalan­nya. Lebih jauhnya, pihaknya juga tengah melakukan inventarisasi pada barang-barang milik korban. 

“Kedua korban membuka usaha warung dan memang setiap malam tutup, tapi untuk orang-orang kenalannya tetap akan di­layani. Kejadian ini sendiri diperkirakan pada waktu malam atau subuh dini hari, dan sekarang tim lagi mendata barang-ba­rang milik korban,” pungkasnya. (mg-02/alt)