Lulusan SMP Tak Tertampung Semua
SERANG – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK negeri di Provinsi Banten telah berakhir. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten hampir 60 persen lulusan SMP dan sederajat tak tertampung di SMA dan SMK negeri.
Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar menggagas sekolah metaverse di Banten sebagai solusi atas persoalan tersebut. “Untuk sekolah tingkat SMA berjalan secara online digitalisasi yang endingnya kita sebut metaverse, sehingga saudara-saudara kita untuk bisa punya kesempatan mengikuti pendidikan di SMA,” ujar Al saat ditemui di gedung DPRD Provinsi Banten, Selasa (5/7).
Karena, lanjut Al, pada dasarnya pendidikan itu adalah hak konstitusional yang pemerintah harus hadir memberikan fasilitas itu sesuai dengan kemampuan daerah. Sekolah metaverse itu yakni pendidikan yang berbasis teknologi digital.
Apalagi, dua setengah tahun sudah uji coba proses pendidikan online saat pandemi Covid-19. “Itu berjalan dengan baik. Terbukti dengan beberapa parameter masuk ke perguruan tinggi,” tuturnya.
Al mengatakan, pendidikan online di SMA berjalan seperti biasa dan dapat dijadikan model karena telah teruji. Dengan konsep itu, Pemprov bisa menampung sebanyak mungkin siswa yang lulus dari SMP untuk menuju SMA.
Kata dia, nanti ada 14 sekolah yang akan mengusung upaya pembelajaran dengan teknologi metaverse. Dengan sistem online, maka kebutuhan sekolah secara fisik tak terlalu banyak.
“Saya pikir dunia sudah harus berhadapan dengan sistem digitalisasi dan kita sedang mempersiapkan launching (sekolah metaverse-red). Kita sedang persiapan sekarang karena hari ini (kemarin-red) terakhir penerimaan PPDB,” ungkap mantan Widyaiswara Ahli Utama di Kementerian Dalam Negeri ini.
Ia mengungkapkan, Pemprov telah menyelesaikan satu langkah yang menjadi mandatori pemerintah yakni melaksanakan PPDB. “Tidak ada hambatan-hambatan teknis dalam rangka digitalisasi,” ungkapnya.
Terkait ada lulusan SMP atau sederajat yang diterima dan tidak terima, Al mengatakan, hal itu sebuah konsekuensi dari keadaan kemampuan daya tampung dan minat yang mendaftar. Untuk itu, sekolah metaverse dibentuk untuk menjembatani dan hal itu merupakan tawaran bagi masyarakat untuk menentukan.
“Ini adalah bagian dari tawaran kepada masyarakat. Pilihan bagi masyarakat. Masyarakat yang memilih, jadi kita harus memberikan pilihan-pilihan,” terang Al. Apabila sekolah swasta juga menyelenggarakan digitalisasi kan itu bagian dari langkah-langkah teknis yang juga bisa dilakukan.
Kata dia, biaya pendidikan yang online sangat murah karena pulsa dan media komunikasi bisa disubsidi. Sehingga siswa punya pilihan untuk menjawab hak konstitusional masyarakat mendapatkan pendidikan yang baik.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Tabrani sebelumnya mengatakan, ada 229 ribu lulusan SMP atau sederajat yang ada di Banten. Sedangkan daya tampung SMA dan SMK negeri di delapan wilayah Provinsi Banten hanya sekira 85 ribu orang.
Kata dia, PPDB tahun ajaran 2022/2023 telah ditutup. Tahun ajaran baru akan mulai pekan depan. (nna/air)
+fadhil
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
