DECEMBER 9, 2022
Utama

Al Muktabar Gagas Sekolah Metaverse

post-img

Lulusan SMP Tak Tertampung Semua

SERANG – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK negeri di Provinsi Banten telah berakhir. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten hampir 60 persen lulusan SMP dan sederajat tak tertampung di SMA dan SMK negeri.

Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar menggagas sekolah me­taverse di Banten sebagai solusi atas persoalan tersebut. “Untuk sekolah ting­kat SMA berjalan secara online di­gitalisasi yang endingnya kita sebut metaverse, sehingga saudara-saudara kita untuk bisa punya kesempatan mengikuti pendidikan di SMA,” ujar Al saat ditemui di gedung DPRD Pro­vinsi Banten, Selasa (5/7).

Karena, lanjut Al, pada dasarnya pen­didikan itu adalah hak konstitusional yang pemerintah harus hadir memberikan fa­silitas itu sesuai dengan kemampuan daerah. Sekolah metaverse itu yakni pen­didikan yang berbasis teknologi digital.

Apalagi, dua setengah tahun sudah uji coba proses pendidikan online saat pan­demi Covid-19. “Itu berjalan dengan baik. Ter­bukti dengan beberapa parameter ma­suk ke perguruan tinggi,” tuturnya.

 Al mengatakan, pendidikan online di SMA berjalan seperti biasa dan dapat dija­dikan model karena telah teruji. Dengan konsep itu, Pemprov bisa menampung sebanyak mungkin siswa yang lulus dari SMP untuk menuju SMA.

Kata dia, nanti ada 14 sekolah yang akan meng­usung upaya pembelajaran dengan teknologi metaverse. Dengan sistem on­line, maka kebutuhan sekolah secara fisik tak terlalu banyak. 

“Saya pikir dunia sudah harus berhadapan dengan sistem digitalisasi dan kita sedang mempersiapkan launching (sekolah metaverse-red). Kita sedang persiapan sekarang karena hari ini (kemarin-red) ter­akhir penerimaan PPDB,” ungkap man­tan Widyaiswara Ahli Utama di Ke­menterian Dalam Negeri ini.

Ia mengungkapkan, Pemprov telah me­nye­lesaikan satu langkah yang menjadi mandatori pemerintah yakni melaksanakan PPDB. “Tidak ada hambatan-hambatan teknis dalam rangka digitalisasi,” ung­kapnya. 

Terkait ada lulusan SMP atau sederajat yang diterima dan tidak terima, Al me­ngatakan, hal itu sebuah konsekuensi da­ri keadaan kemampuan daya tampung dan minat yang mendaftar. Untuk itu, sekolah metaverse dibentuk untuk men­jem­batani dan hal itu merupakan tawaran bagi masyarakat untuk menentukan.

“Ini adalah bagian dari tawaran kepada masyarakat. Pilihan bagi masyarakat. Masyarakat yang memilih, jadi kita harus memberikan pilihan-pilihan,” terang Al. Apabila sekolah swasta juga menyeleng­garakan digitalisasi kan itu bagian dari langkah-langkah teknis yang juga bisa dilakukan.

Kata dia, biaya pendidikan yang online sangat murah karena pulsa dan media komunikasi bisa disubsidi. Sehingga siswa punya pilihan untuk menjawab hak konstitusional masyarakat mendapatkan pendidikan yang baik.

Sementara itu, Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Tabrani sebelumnya mengatakan, ada 229 ribu lulusan SMP atau sederajat yang ada di Banten. Sedangkan daya tampung SMA dan SMK negeri di delapan wilayah Provinsi Banten hanya sekira 85 ribu orang.

Kata dia, PPDB tahun ajaran 2022/2023 telah ditutup. Tahun ajaran baru akan mulai pekan depan. (nna/air)

+fadhil