Diduga Gelapkan Mobil Hingga Buron
LEBAK – Kepala Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, Acep Deden Hidayat sudah satu bulan tidak masuk kerja. Keberadaan kades petahana tersebut tidak diketahui rimbanya, karena diduga terlibat kasus pidana penggelapan mobil rental berasama anaknya.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, kasus penggelapan mobil rental yang dilakukan Kades Girimukti menjadi perbincangan publik di Girimukti dan Kecamatan Cilograng. Kades Acep diduga menggadaikan mobil rental yang dibawa anaknya dari Bandung kepada masyarakat di Lebak dan Sukabumi.
Akibat perbuatannya tersebut, Acep Deden Hidayat kini dicari banyak orang. Bahkan, pemerintah kecamatan dan koleganya sesama kepala desa di Cilograng tidak mengetahui keberadaan orang nomor satu di Girimukti tersebut. Apalagi, kasus tersebut mencuat sebulan lalu, Kades Acep tidak pernah masuk kerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Camat Cilograng Hendi Suhendi mengatakan, Kades Acep kini tengah dicari banyak orang. Keberadaannya sendiri saat ini tidak diketahui dan berdasarkan laporan yang diterimanya Kades itu sudah 1 bulan tidak masuk kerja ke kantor desa.
"Betul, orang-orang juga banyak yang datang ke saya nanya Kades Girimukti. Ada juga yang nagih utang. Tapi itu kan urusan pribadi, saya tidak tahu menahu. Nomor telepon kades juga sudah nggak aktif," kata Hendi ketika dihubungi Radar Banten, Selasa (5/7).
Dari keterangan beberapa perangkat desa, Kades Acep terlibat kasus penggelapan mobil dan meninggalkan utang hingga miliaran rupiah. Untuk itu, Hendi khawatir jika ada dana desa yang digunakan Acep Deden Hidayat. Karena penggunaan dana desa sebelumnya sangat riskan. Tidak perlu mendapatkan verifikasi terlebih dahulu dari pemerintah Kecamatan.
"Penggunaan dana desa dulu langsung oleh Kades. Tidak perlu ada tanda tangan camat seperti sekarang. Makanya kita khawatir, ada dana desa yang terpakai oleh Kades untuk kepentingan pribadi," ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Cilograng, kata Hendi, telah melakukan pemanggilan dan memerintahkan Sekretaris Camat, dan Kasi Pemerintahan untuk melakukan audit atau pemeriksaan terhadap dana desa di Desa Girimulti. Hasilnya nanti akan dilaporkan kepada Bupati Lebak melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Inspektorat Lebak.
"Hasil dari pemeriksaan apakah ada dana desa yang terpakai atau tidak, nanti kita informasikan dan akan kita laporkan kepada pimpinan. Karena tugas kita di Kecamatan melakukan pembinaan terhadap pemerintahan desa," jelasnya.
Mantan Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Cilograng Herdiana membenarkan, koleganya di Girimukti diduga terlibat kasus pidana penggelapan mobil rental. Jumlahnya kurang lebih 15 unit dan modusnya mobil tersebut dibawa dari Bandung oleh anaknya. Selanjutnya, mobil tersebut digadaikan di wilayah Lebak dan Sukabumi.
“Sekarang, Kades Acep sudah nggak ada. Bahkan, kegiatan di kecamatan pun tidak pernah hadir. Informasinya sudah nggak masuk kerja ke kantor desa lebih dari sebulan,” tukasnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
