DECEMBER 9, 2022
Utama

Polri Harus Lebih Profesional

post-img

TINJAU PASUKAN: Presiden Joko Widodo meninjau pasukan pada upacara HUT Bhayangkara ke-76, di Lapangan Bhayangkara, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/7).  (BPMI/KRIS)


SERANG – Mantan Kapolda Banten Brigadir Jenderal Polisi (purn) M Zulkarnaen memberikan kritik yang membangun terhadap Polri yang berusia 76 tahun. Menurut dia, Polri diusia yang ke-76 harus lebih baik dan profesional lagi dalam menjalankan tugas. 

“Ke depan harus lebih baik dari sebelumnya, lebih profesional, pre­sisi seperti yang dibilang Pak Presiden tadi,” ujar Zulkarnaen usai menghadiri upacara HUT Bha­yangkara ke-76 di Mapolda Banten, Selasa (7/6). 

Terkait dengan penegakkan hukum, Zulkarnaen meminta Polri harus taat pa­da aturan perundang-undangan. Ja­ngan sampai menegakkan hukum de­ngan sewenang-wenang. “Setiap pena­nganan penegakan hukum harus sesuai perundang-undangan yang berlaku, jangan sewenang-wenang,” katanya. 

Polri juga harus menjadi pelindung dan pengayom masyarakat. Jangan sam­­pai Polri melukai hati rakyat. 

“Polisi ha­rus menjadi pelindung, pengayom ma­sya­rakat, polisi juga harus meng­hor­mati masyarakat,” kata Zulkarnaen. 

Saat disinggung mengenai pelayanan pihak kepolisian yang ada di Provinsi Banten. Zulkarnaen mengatakan bahwa setiap masyarakat pasti ada yang merasa puas dan tidak puas. “Saat ini mungkin ada yang merasa puas, ada yang merasa belum puas itu sudah biasa. Polisi itu dibenci tapi dirindukan masyarakat,” ucap Zulkarnaen.

Sementara itu Ketua Panitia Hari Bha­yangkara ke-76 di Polda Banten, Ko­misaris Besar Polisi (Kombes Pol) Noffan Widyayoko mengatakan ada be­berapa poin penting yang disampaikan Pre­siden Jokowi terhadap Polri. Di anta­ranya, Polri harus ada di tengah-te­ngah masyarakat. 

“Polri haris selalu ada ditengah masyarakat, apapun ke­giatan Polri selalu dilihat oleh ma­syarakat,” kata Noffan. 

Ia mengatakan, ada harapan besar yang diinginkan presiden. Harapan be­sar itu adalah Polri harus bisa bi­jaksana dalam menjalankan tugas, ter­buka dan harus mengetahui kondisi psikis masyarakat. “Polri harus bijaksana dalam bertugas, Polri harus terbuka dan transparan dan juga harus bisa mengetahui kondisi psikis masyarakat yang ada di tengah masyarakat,” kata kepala SPN Polda Banten tersebut. 

Noffan mengatakan, presiden juga memberikan arahan kepada Polri untuk memperhatikan kondisi Covid-19 di daerah masing-masing. Polri kata dia harus mengarahkan masyarakat untuk selalu disiplin protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi. 

“Kita ketahui bersama bahwa saat ini masih meningkat (Covid-19-red) ten­tunya dalam hal ini Polri dituntut untuk bisa membimbing masyarakat (taat pro­tokol kesehatan dan ikut vaksinasi-red),” ungkap Noffan. 

Terkait untuk meningkatkan ke­percayaan terhadap masyarakat, sam­bung Noffan, Polri harus bekerja secara sungguh-sungguh dan profesional. “Upaya untuk meningkatkan keper­cayaan masyarakat, Polri harus bekerja sungguh-sungguh. Polri harus respons terhadap permasalahan yang ada ditengah masyarakat,” kata Noffan. 

Noffan menuturkan, dalam hal pene­gakan hukum, Polri kata dia harus sesuai dengan norma aturan yang berlaku di tengah masyarakat. “Pe­ne­gakkan hukum di sini adalah penegakan hu­kum yang sesuai norma aturan yang ada di tengah masyarakat. Tentunya di Banten ada budaya lokal yang harus diperhatikan,” tutur Noffan. 


ARAHAN PRESIDEN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) me­minta/menginstruksikan tiga hal kepada Polri. Pertama, menginstruksikan Polri untuk mengawal dan menyukseskan agen­da nasional berupa mengawal pem­ba­ngunan Ibu Kota Negara (IKN). 

Kedua mengawal agenda internasional, yaitu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 November mendatang. 

Ketiga, Presiden Jokowi juga meminta Polri mengawal dan menyukseskan agen­da besar demokrasi Pileg, Pilpres, dan Pilkada Serentak tahun 2024. 

“Polri saya harapkan memberikan dukungan kamtibmas maksimal agar pesta demokrasi berjalan dengan baik,” tegas Presiden Jokowi saat menjadi In­spektur Upacara Hari Tahun Bha­yangkara ke-76 di Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 5 Juli 2022. 

Dikutip dari laman facebook Divisi Humas Polri, Jokowi menegaskan Polri harus mengawal pembangunan pemba­ngu­nan Ibu Kota Nusantara (IKN) sehingga dapat berjalan lancar dan tepat waktu. 

Sementara untuk agenda internasional berupa KTT G20, Jokowi minta Polri te­rus melakukan pengawalan. 

“Agenda G20 yang sudah berlangsung, harus terus dikawal. Puncaknya nanti adalah KTT G20 di bulan November yang akan dihadiri para Kepala Negara anggota G20,” tutur Presiden RI. (fam-inforadar.id/air)

*fadhil