TAMAN SALAHAUR: Taman Salahaur di Salahaur, Kecamatan Rangkasbitung, kondisinya tidak terawat dan kumuh, kemarin. (Yusuf/Radar Banten)
LEBAK - Taman Salahaur yang berada di Jalan Otto Iskandardinata, Kecamatan Rangkasbitung kondisinya cukup memprihatinkan. Taman yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan anggaran Rp14 miliar tidak terawat dan kumuh.
Bahkan, beberapa fasilitas yang menjadi tempat bermain anak-anak kini sudah rusak. Tidak hanya itu, fasilitas publik tersebut dipenuhi coretan dan di areal taman tampak sampah berserakan dimana-mana.
Roheni, warga Rangkasbitung mengatakan, dirinya harus ekstra hati-hati dalam mengawasi anaknya ketika bermain di Taman Salahaur. Karena, di taman itu banyak fasilitas bermain yang sudah rusak dan membahayakan anak-anak.
“Saya sering ajak anak untuk main di sini pada sore hari. Tapi saya nggak boleh lengah. Karena banyak permainan anak di sini yang sudah rusak, seperti perosotan yang bolong di tengah yang membahayakan anak-anak,” kata Roheni kepada Radar Banten di Taman Salahaur, kemarin.
Warga Cijoro Pasir ini juga mengeluhkan minimnya tempat sampah di Taman Salahaur. Bahkan, toilet taman kini sudah tidak berfungsi. Sehingga membuat para pengunjung yang datang tidak nyaman berlama-lama di lokasi tersebut.
"Sampah di sini banyak berserakan, terus kamar mandinya juga nggak berfungsi dan tidak terawat sama sekali," paparnya.
Senanda disampaikan Rina, pengunjung Taman Salahaur lainnya. Dia berharap Pemerintah merawat dan menjadikan taman tersebut ramah anak dengan berbagai fasilitas dan sarana prasana penunjang yang baik dan aman.
"Kita harap taman ini jadi taman ramah anak. Karena di sini banyak anak-anak yang bermain setiap sore. Ada yang main futsal, badminton atau hanya main perosotan. Kan sayang juga kalau taman ini dibiarkan kumuh, apalagi letaknya di pusat kota," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak Dasep Novian mengatakan, taman itu sendiri baru dibuka untuk umum setelah dua tahun ditutup karena Pandemi Covid-19.
"Taman ini baru dibuka kembali untuk umum. Waktu operasionalnya dari pukul 8.00 pagi sampai 16.00 WIB. Di sana juga kita tempatkan empat orang petugas untuk melakukan pemeliharaan," kata Dasep.
Ia tidak menampik banyak sarana prasarana di Taman Salahaur yang rusak. Pihaknya sendiri sebelumnya sudah memasang spanduk pemberitahuan larangan untuk bermain di beberapa sarana yang rusak. Selain itu, DLH juga sudah mengadakan dua pompa air untuk toilet di taman, namun keduanya kini hilang dicuri orang.
"Taman ini kita arahkan menjadi taman kota layak anak, hanya memang dalan prosesnya masih ada beberapa yang harus diperbaiki. Karena banyak yang sudah rusak dan membahayakan," terangnya.
Saat ini DLH tengah menginventarisir kerusakan dan anggaran untuk memperbaiki Taman Salahaur. Perbaikannya sendiri rencananya akan dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang ditargetkan akan dilakukan pada APBD Perubahan 2022.
"Sebetulnya kita sudah melakulan pemeliharaan kecil seperti memperbaiki gazebo yang lainnya,” ujarnya.
LH menaksir perbaikan Taman Salahaur akan menghabiskan anggaran hingga Rp100 juta lebih. Anggaran itu untuk perbaikan sarana bermain anak, toilet, dan yang lainnya.
"Kita nanti akan ajukan permohonan perbaikannya ke OPD terkait,” pungkasnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
