DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Taman Salahaur Tidak Terawat dan Kumuh

post-img

TAMAN SALAHAUR: Taman Salahaur di Salahaur, Kecamatan Rangkasbitung, kondisinya tidak terawat dan kumuh, kemarin. (Yusuf/Radar Banten)


LEBAK - Taman Salahaur yang berada di Jalan Otto Iskandardinata, Kecamatan Rangkasbitung kondisi­nya cukup memprihatinkan. Ta­man yang dibangun Pemerintah Pro­vinsi (Pemprov) Banten dengan anggaran Rp14 miliar tidak terawat dan kumuh.

Bahkan, beberapa fasilitas yang menjadi tempat bermain anak-anak kini sudah rusak. Tidak hanya itu, fasilitas publik tersebut dipe­nuhi coretan dan di areal taman tam­pak sampah berserakan di­mana-mana.

Roheni, warga Rangkasbitung me­ngatakan, dirinya harus ekstra hati-hati dalam mengawasi anaknya ketika bermain di Taman Sala­haur. Karena, di taman itu ba­nyak fasilitas bermain yang sudah rusak dan mem­bahayakan anak-anak.

“Saya sering ajak anak untuk main di sini pada sore hari. Tapi saya nggak boleh lengah. Karena ba­nyak permainan anak di sini yang sudah rusak, seperti perosot­an yang bolong di tengah yang mem­bahayakan anak-anak,” kata Roheni kepada Radar Banten di Taman Salahaur, kemarin.

Warga Cijoro Pasir ini juga me­nge­luhkan minimnya tempat sam­pah di Taman Salahaur. Bah­kan, toilet taman kini sudah tidak ber­fungsi. Sehingga membuat para pengunjung yang datang tidak nyaman berlama-lama di lo­kasi tersebut.

"Sampah di sini banyak ber­sera­kan, terus kamar mandinya juga nggak berfungsi dan tidak tera­wat sama sekali," paparnya.

Senanda disampaikan Rina, pe­ngunjung Taman Salahaur lainnya. Dia berharap Pemerintah merawat dan menjadikan taman tersebut ra­mah anak dengan berbagai fa­silitas dan sarana prasana pe­nun­jang yang baik dan aman.

"Kita harap taman ini jadi taman ra­mah anak. Karena di sini banyak anak-anak yang bermain setiap sore. Ada yang main futsal, bad­minton atau hanya main perosotan. Kan sayang juga kalau taman ini di­biarkan kumuh, apalagi letaknya di pusat kota," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan pada Dinas Ling­kungan Hidup Kabupaten Lebak Dasep Novian mengatakan, taman itu sendiri baru dibuka untuk umum setelah dua tahun ditutup ka­rena Pandemi Covid-19. 

"Taman ini baru dibuka kembali untuk umum. Waktu ope­ra­sional­nya dari pukul 8.00 pagi sampai 16.00 WIB. Di sana juga kita tem­patkan empat orang petugas untuk melakukan pemeliharaan," kata Dasep.

Ia tidak menampik banyak sarana pra­sarana di Taman Salahaur yang rusak. Pihaknya sendiri se­be­lum­nya sudah memasang spanduk pem­beritahuan larangan untuk ber­main di beberapa sarana yang rusak. Selain itu, DLH juga sudah mengadakan dua pompa air untuk toilet di taman, namun keduanya kini hilang dicuri orang.

"Taman ini kita arahkan menjadi ta­man kota layak anak, hanya me­mang dalan prosesnya masih ada beberapa yang harus diper­baiki. Karena banyak yang sudah rusak dan membahayakan," terangnya.

Saat ini DLH tengah meng­inven­tarisir kerusakan dan anggaran untuk memperbaiki Taman Sa­lahaur. Perbaikannya sendiri ren­ca­nanya akan dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang ditargetkan akan dilakukan pada APBD Perubahan 2022.

"Sebetulnya kita sudah melakulan pemeliharaan kecil seperti mem­perbaiki gazebo yang lainnya,” ujarnya.

LH menaksir perbaikan Taman Salahaur akan menghabiskan ang­garan hingga Rp100 juta lebih. Ang­garan itu untuk perbaikan sarana bermain anak, toilet, dan yang lainnya.

"Kita nanti akan ajukan per­mohon­an perbaikannya ke OPD terkait,” pungkasnya.(mg-02/tur)