DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Bidan Desa Budidaya Ikan Nila Merah

post-img

BUDIDAYA IKAN: Intan tengah memberi makan Ikan Nila di kolam bioflok yang berada di Desa Kaduagung Barat, Kecamatan Cibadak, kemarin.  (Yusuf Permana/Radar Banten)

Omsetnya Capai Puluhan Juta Rupiah

LEBAK - Berprofesi sebagai bidan ternyata masih kurang untuk mengisi waktu luang Intan Pratiwi (35). Warga Kaduagung Barat, Ke­camatan Cibadak ini nyambi mengem­bangkan budidaya ikan nila merah.

Budidaya dilakukan dengan menggunakan sistem bioflok atau sistem rekayasa menggu­nakann teknologi bakteri pengurai di lahan seluas 7.340 meter persegi di Desa Ka­du­agung Barat.

Awalnya, Intan hanya memiliki 6 kolam ikan saja. Namun sekarang kolam ikannya te­lah bertambah menjadi 13 unit. Untuk itu, omsetnya pun lumayan besar.

“Awalnya kita lihat budidaya paman di Pa­rakan Besi. Saya pun tertarik dan menco­banya di kebun. Alhamdulillah yang tadinya cuma punya 6 kolam, sekarang sudah ada 13 kolam,” kata Intan kepada Radar Banten, Jum’at (5/8).

Menurutnya, sistem bioflok dipilih Intan dengan memanfaatkan lahan perkebunan. Terlebih, masa panen ikan pun bisa lebih cepat, yakni hanya 3 bulan saja.

“Di bioflok ini produksinya lebih cepet, ikan lebih cepat panen yang biasanya di kolam lumpur itu panen sampai 5 bulan sekali. Kalau di bioflok ini cuma 3 bulan. Ikannya juga ga bau lumpur, jadi lebih disukai konsumen,” ungkapnya.

Kata Intan, dalam kolam berukuran 4-8 me­ter, dirinya bisa memanen ikan nila se­banyak 5 kwintal sekali panennya. Untuk harganya, ia menjual Rp30 ribu perkilogram. 

“Harga segitu itu buat pembeli dari luar. Sementara untuk warga Lokal, warga Desa Kadu Agung kita kasih diskon khusus. Ka­rena saya ingin usaha ini bisa menjadi berkah bagi warga sekitar,” ujarnya.

Untuk pemasarannya, Intan mengaku, diri­nya sudah mempunyai agen dan me­nyu­plai ikan untuk restoran di Rangkasbitung hingga Tangerang. Kini, kolam budidaya ikan nila yang sudah dirinya tekuni ini su­dah dapat mempekerjakan 5 orang tenaga lokal.

“Alhamdulillah untuk omsetnya lumayan, bisa sampai Rp30 juta sekali panen. Insyaallah kita akan terus kembangkan usaha ini,” kata Intan. (mg-02/tur)