DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Ratusan Koperasi Tak Sehat

post-img

SERANG – Sebanyak 186 dari 312 koperasi yang tercatat di Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UKM Perindag) Kota Serang dalam kondisi tak sehat. Sebagian besar koperasi dengan mengandalkan simpan pinjam anggotanya itu macet karena terdampak pandemi Covid-19.

Demikian diungkapkan Kepala Dinkop UKM Perindag Kota Serang Wasis Dewanto usai Gerak Jalan Sehat dalam rangka memeriahkan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-75 Tingkat Kota Serang di Puspemkot Serang, Jumat (5/8).

Wasis mengatakan, pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap kelangsungan perekonomian, termasuk koperasi yang mengandalkan berbagai kegiatannya berasal dari anggotanya. “Dari total 312 koperasi, yang aktif mungkin hanya sekitar 126 koperasi. Sisanya, 186 (koperasi) tidak sehat,” ujarnya.

Wasis mengungkapkan, koperasi sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. “Koperasi dibangun oleh dan dari mereka. Nah biasanya koperasi ini rata-rata bergerak disimpan pinjam,” katanya.

“Itu yang menyebabkan mungkin macet di antara mereka sehingga koperasi mereka berkategori koperasi tidak sehat,” tambah Wasis.

Tak hanya itu, kata Wasis, ada banyak koperasi yang kondisinya mati suri. Koperasinya ada secara lembaga, tetapi kepengurusannya tidak berjalan. “Ada yang mati suri. Kalau yang mati suri saya nggak mendata ya. Tapi kategori tidak sehat," terangnya.

“Kalau mati belum. Kalau mati itu harus dinyatakan tidak berlaku izin koperasi oleh Kementerian Koperasi. Sementara di data kita masih 312 koperasi,” tambah Wasis.

Koperasi yang tidak sehat berdampak pada anggota koperasi itu sendiri. Sebab anggaran koperasi dari dan untuk anggota koperasi. Pemkot Serang kini tengah melakukan pendampingan agar koperasi kembali berjalan. “Kalau bicara keuntungan ketika koperasi itu hidup, justru kami memperoleh keuntungan. Artinya, peran kami memfasilitasi untuk kesejahteraan masyarakat itu ada,” katanya.

“Kalau koperasi tutup kita rugi juga enggak, hanya sangat disayangkan aja. Karena memang mendirikan koperasi tidak mudah. Mengumpulkan sekelompok orang untuk sama-sama punya niat yang sama, menyejahterakan mereka, untuk dan oleh mereka," ungkap Wasis.

Sementara itu, Kabid Koperasi pada Dinkop UKM Perindag Kota Serang Lili Mutawali mengatakan, pihaknya memiliki sebanyak 13 Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) sebagai pendampingan koperasi di lapangan. “13 orang itu berasal dari Pemprov Banten. Mereka memberikan pembinaan per orang 15-18 koperasi,” terangnya.

Tugas PPKL bertugas misalkan, melakukan pendataan terkait keberadaan pengurus masih ada atau tidak, kantornya masih ada atau tidak, bila tidak memenuhi syarat, maka PPKL akan mengusulkan ke Kementerian Koperasi dan UKM untuk ditutup. “Jadi kami yang berhak merekomendasi untuk ditutup. Tapi dengan kajian dulu. Masa koperasi itu udah nggak aktif, aktivitas udah nggak ada, rapat-rapat anggota udah nggak ada, pengurus udah nggak ada, masa kita biarkan,” terangnya.

Walikota Serang Syafrudin usai acara Gerak Jalan Sehat mengajak mengajak masyarakat untuk ikut aktif berkoperasi. Ikut berkoperasi bisa membangkitkan perekonomian masyarakat Kota Serang. "Jadi, berkoperasi kemudian UMKM juga, para pedagang juga akan kumpul. Alhamdulillah di tahun ini Koperasi semakin menggeliat bangkit kembali, mudah-mudahan kedepan nya semakin baik,” katanya.

Diketahui, pada Gerak Jalan Sehat memperingati Harkopnas ke-75 yang dipusatkan di Puspemkot Serang diisi dengan hiburan senam bareng, pembagian doorprize. Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin, dan jajaran kepada OPD di lingkungan Pemkot Serang. (fdr)