TERLANTAR: Ribuan siswa di Pandeglang terlantar akibat aksi mogok angkot yang menolak kenaikan harga BBM, kemarin. (Dok Warga Untuk Radar Banten)
PANDEGLANG -Ratusan sopir angkutan kota (Angkot) di Pandeglang menggelar aksi mogok narik di Terminal Mengger. Akibatnya, ribuan pelajar di jalur Pandeglang-Labuan terlantar saat akan pulang ke sekolah, sehingga sebagian pelajar harus jalan kaki.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, aksi mogok tersebut merupakan bentuk protes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditetapkan Presiden Joko Widodo. Pada pagi hari, para sopir angkot masih beroperasi. Namun, sekira pukul 10.00 WIB, para sopir angkot memilih untuk mogok narik di Terminal Mengger.
“Siswa yang pulang sekolah sempat kebingungan dan terlantar karena angkot yang biasa ditumpanginya menghilang. Hingga membuat mereka ada yang memilih berjalan kaki dan menunggu datangnya jemputan dari anggota keluarganya,” kata Yusef warga Pandeglang kepada Radar Banten, Senin (5/9).
Dijelaskannya, angkot menghilang dari Jalan Raya Pandeglang-Labuan karena menggelar aksi mogok narik. Kenaikan harga BBM ini membuat biaya operasi membengkak. Akibatnya, pendapatan sopir angkot menurun drastis.
“Angkot yang tidak beroperasi ini biasa melayani trayek Pandeglang, Labuan, Mandalawangi, dan Banjar. Sementara untuk trayek lain, seperti trayek Pandeglang-Rangkasbitung tetap beroperasi,” jelasnya.
Yusef berharap, pemerintah bisa segera mencarikan solusi karena imbas dari kenaikan BBM ini tidak hanya membuat sopir angkot menderita tetapi juga berdampak terhadap dunia pendidikan. “Kalau BBM tak turun, ya pastinya akan ada kenaikan tarif angkutan. Pastinya kita selaku orangtua kena imbas juga,” jelasnya.
Rehana, siswi SMA Negeri 2 Pandeglang membenarkan, angkot menghilang dari jalan raya. Kondisi tersebut membuat para siswa tidak bisa pulang. Karena itu, siswa yang rumahnya dekat, terpaksa jalan kaki. Sedangkan yang jauh menunggu dijemput keluarga. “Gak tahunya mereka lagi mogok. Ya terpaksa jalan kaki pulang ke rumah,” ungkapnya.
Ia berharap, angkot sudah kembali beroperasi. Soalnya angkutan yang murah dan terjangkau oleh para pelajar saat ini naik angkot. “Kalau naik ojek kan lebih mahal. Makanya kalau angkot nggak ada, ya jalan kaki,” katanya.
Salah seorang sopir angkot, Ahmad Fazarudin mengatakan, dirinya melakukan aksi mogok narik angkot karena harga BBM naik. “Aksi ini sebagai bentuk protes karena kesal pada kebijakan pemerintah yang seenaknya naikin BBM jenis Pertalite. Dari harga Rp 7.650 menjadi Rp10.000 per liter,” ujarnya.
Imbas kenaikan ini terasa berat karena kalau menghitung per liter naiknya Rp 2.350. Akan tetapi kalau menghitung kebutuhan sehari-hari mencapai puluhan liter, maka pengeluaran untuk biaya operasi membengkak. Beban menjadi berat, bukan karena harus menambah uang buat beli BBM tetapi sulitnya mencari penumpang. Jika ongkos dinaikan maka imbasnya jumlah penumpang akan berkurang.
“Karena sama-sama merasakan beban berat atas kenaikan BBM. Belum lagi proses pembelian diatur juga harus pakai aplikasi, sementara kita jarang yang pakai android,” tegasnya.
Banyaknya aturan dan kenaikan BBM membuat para sopir kecewa atas kebijakan pemerintah. Sedikitnya sebanyak 120 unit angkot melakukan aksi mogok di Pandeglang. “Kami menolak kenaikan BBM dan kami harap tidak dipersulit saat beli BBM. Rencana aksi tiga hari,” ujarnya.
Kepala Bidang Angkutan Umum Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Yat Hidayat menjelaskan, aksi mogok dipicu adanya kenaikan harga BBM. “Mereka menggelar aksi mogok untuk menyampaikan tuntutan menolak kenaikan BBM. Kita juga meminta kepada para sopir agar tidak mogok beroperasi,” harapnya.
Bupati Irna Narulita mengatakan, sudah melakukan antisipasi dan menerjunkan semua tim untuk mengatasi persoalan tersebut di hari berikutnya. “Saya sudah perintahkan Dinas Perhubungan, Satpol PP serta OPD lain untuk menyiapkan kendaraan bagi anak-anak sekolah. Karena khawatir kendaraan angkutan umum mogok beroperasi lagi,” kata Irna.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang Atang Suhana mengatakan pihaknya akan menyediakan angkutan bagi anak sekolah di Pandeglang. “Kita komunikasikan dengan dinas lain, kita bisa menggunkan mobil BUMDes untuk digunakan sementara,” jelasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang Doni Hermawan mengatakan, dirinya telah menghubungi semua kades di Pandeglang agar mengeluarkan mobil BUMDes untuk digunakan sebagai angkutan anak sekolah. “Sudah diinstruksikan kepada para kades. Agr mobil BUMDes digunakan untuk mengangkut anak sekolah,” katanya. (mg-01-dib/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
