DECEMBER 9, 2022
Legacy

Arief Dharma Hartana Pimpin IDI Cilegon

post-img

dr Arief Dharma Hartana Ketua IDI Cabang Cilegon periode 2022-2025.

 

CILEGON - dr Arief Dharma Hartana terpilih menjadi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Cilegon periode 2022-2025 pada musyawarah cabang yang berlangsung di The Royale Krakatau, Kota Cilegon, Sabtu (3/9).

Dokter Penanggung Jawab Rawat Jalan dan Rawat Inap pada Puskesmas Cibeber ini mengantongi 49 dari 93 suara. Kandidat lainnya dr Agus Hasan dan dr Dian Arissanthy.

Pemilihan ketua IDI Cabang Cilegon dihadiri pengurus IDI Wilayah Banten, IDI Tangerang, IDI Pandeglang, dan IDI Lebak.

Usai terpilih, Arief Dharma Hartana mengaku akan segera membuat kepengurusan yang baru untuk bersama-sama memajukan IDI Kota Cilegon.

“Insya Allah pengurus lagi on progress. Saya baru menunjuk Wakil Ketua I dr Dian Arissanthy dari dokter RSUD Cilegon dan Wakil Ketua II dr Agus Hasan Setiawan dari dokter Klinik Pelangi Bunda Medika,” ungkap Arief kepada Radar Banten, Senin (5/9).

Arief menyampaikan, pada era kepengurusannya akan melibatkan bukan hanya beberapa orang atau golongan tertentu, tetapi melibatkan semua lapisan, baik dari perwakilan rumah sakit, puskesmas maupun turunannya akan dilibatkan menjadi pengurus IDI.

“Seperti persatuan klinik juga kita libatkan karena di situ juga kan ada dokternya, terus persatuan dokter umum saya masukan juga. Jadi semua kita akan libatkan. Semoga dengan teman-teman yang kami rekrut bisa memajukan IDI di Kota Cilegon,” tuturnya.

Setelah terbentuknya kepengurusan baru, lanjut dia, pihaknya akan melakukan seminar kesehatan dan melakukan bakti sosial seperti donor darah atau yang lainnya.

“Kemarin kan karena kasus Covid-19 tinggi, jadi teman-teman juga pada sibuk semua sehingga full tidak ada kegiatan. Semoga dengan Covid-19 yang sudah melandai kita bisa melakukan program kerja kita, salah satunya dengan mengadakan baksos dan seminar karya ilmiah untuk menambah pengetahuan baru di dunia kedokteran ,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, ia mengajak pengurus untuk bersama-sama memajukan IDI. Organisasi tidak bisa bekerja sendiri atas kemauan atas satu orang, tetapi kemauan bersama-sama.

“Jadi mari kita bangun IDI bersama-sama. IDI sebagai organisasi profesi yang sangat mulia, otomatis dari yang mulia itu kita harus mengangkat suatu hal yang bagus kepada masyarakat. Tentunya perlu melibatkan semua lintas sektor yang terkait, baik itu pemerintah atau lainnya. Jadi mari sama-sama membantu penanganan Covid-19 dan penyakit lainnya di masyarakat,” pungkasnya. (raj)