MELAYANI KONSUMEN: Pedagang sayuran di Pasar Rangkasbitung melayani konsumen di lapaknya, kemarin.(Yusuf Permana/Radar Banten)
Imbas Kenaikan Harga BBM
LEBAK - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok di Rangkasbitung. Bahkan, harga cabai merah yang awalnya Rp50 ribu naik menjadi Rp100 ribu per kilogram.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, diantaranya daging ayam Rp32 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Untuk harga cabai merah naik dua kali lipat menjadi Rp100 ribu per kilogram.
Meti, pedagang sayuran di Pasar Rangkasbitung menyatakan, kenaikan harga kebutuhan pokok terjadi sejak Minggu (4/9) atau sehari setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi dan non subsidi.
“Harganya naik dua kali lipat sejak hari Minggu. Kan BBM naik Sabtu sore, sedangkan saya belanja itu Sabtu malam, harganya sudah naik jadi Rp100 ribu per kilogram,” kata Meti kepada wartawan, Senin (5/9).
Lonjakan harga cabai disebabkan biaya distribusi mengalami kenaikan, karena BBM naik signifikan. Untuk itu, Meti hanya mampu mampu membeli cabai 10 kilogram saja. Padahal sebelumnya, dia bisa membeli 20 kilogram cabai merah untuk dijual lagi kepada masyarakat.
“Nggak mampu kalau beli dalam jumlah banyak, karena kenaikan harga BBM mendadak dan modalnya juga kecil,” ujarnya.
Dikatakan Meti, kenaikan BBM juga akan berhimbas terhadap bahan pangan lainnya. Oleh karena itu, dirinya berharap Pemerintah dapat dengan bijak mengkaji ulang keputusan menaikan BBM dan mencari solusi lain yang dapat meringankan beban rakyat kecil.
Sementara itu, belasan pemuda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Malingping melakukan aksi dengan membentangkan spanduk juga keranda mayat ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Malingping, pada Minggu (4/9) malam.
Koordinator lapangan (korlap) aksi Alif Ibnu Sina mengatakan, aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada Pemerintah yang tidak memiliki keberpihakan terhadap masyarakat. Pemerintah tidak lagi peduli terhadap kesusahan masyarakat, khususnya dampak domino dari kenaikan harga BBM.
“Baru saja kita terbebas dari pandemi Covid-19 yang sudah membuat perekonomian terpuruk. Tapi, Pemerintah menaikan BBM. Tentunya itu akan menambah beban rakyat, sebab kenaikan harga BBM akan berdampak terhadap kenaikan harga bahan pokok,” ujarnya.
Untuk itu, dia mendesak Presiden Jokowi untuk membatalkan kenaikan harga BBM. Karena dampaknya dirasakan masyarakat kecil di daerah.
“Jika kenaikan harga BBM ini tidak dibatalkan, itu artinya pemerintah sudah mati rasa terhadap kesulitan rakyat,” tukasnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
