DATANGI DEWAN: Puluhan emak-emak mendatangi gedung DPRD Lebak untuk menolak penundaan pilkades di Citorek Timur, kemarin.(Nurabidin Ubaidillah/Radar Banten)
Minta Pilkades Citorek Timur Digelar
LEBAK - Puluhan emak-emak dari Desa Citorek Timur, Kecamatan Cibeber, menggeruduk gedung DPRD Kabupaten Lebak, Senin (5/9). Mereka meminta agar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Citorek Timur tetap dilaksanakan bersamaan dengan 65 desa lainnya di Lebak.
Pantauan Radar Banten di lokasi, kedatangan emak-emak disambut Ketua DPRD Lebak Muhamad Agil Zulfikar dan para Wakil Ketua DPRD Lebak. Mereka selanjutnya diterima di ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Lebak.
Sebelumnya diberitakan, Pilkades Citorek Timur ditunda karena Badan Permusyawaratan Desa (BPD) belum membentuk panitia Pilkades. Tidak hanya itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga menerima surat permohonan penundaan pilkades dari kasepuhan adat Citorek agar menunda pesta demokrasi di desa tersebut.
“Kita minta agar Pilkades di Desa Citorek Timur tidak ditunda dan dapat dilaksanakan berbarengan dengan desa yang lain,” kata koordinator aksi Saomi.
Dia mengaku heran Pilkades Citorek Timur ditunda oleh Pemkab Lebak, dengan salah satu alasanya karena diusulkan sebagai desa adat.
“Padahal kan baru usulan. Masa kalah sama undang-undang. Kami tetap minta agar Pilkades tetap digelar. Apalagi, sebelumnya Desa Citorek Timur masuk ke dalam 66 Desa yang akan menggelar Pilkades Serentak 2022,” ujarnya.
Untuk itu, Ia bersama puluhan emak-emak mendatangi DPRD Lebak sebagai perwakilan rakyat di parlemen untuk membantu menjembatani keinginan masyarakat agar Pilkades tetap dilaksanakan.
“Harapan kami para anggota Dewan ini dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat agar pilkades tetap digelar tahun ini. Sehingga desa kami mempunyaj kepala desa definitif, bukan pelaksana tugas atau pejabat sementara,” jelasnya.
Dia mengatakan, sejauh ini di Desa Citorek Timur berjalan aman dan kondusif, karena itu tidak ada alasan untuk penundaan pilkades.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lebak Ucuy Masyhuri mengatakan, salah satu alasan penundaan pilkades di Desa Citorek Timur, karena panitia Pilkades di desa setempat belum terbentuk.
“Alasan utama Forkopinda bukan soal keributan. Tapi BPD Citorek Timur belum melakukan tahapan dan membentuk panitia Pilkades. Penundaan pilkades itu hanya sementara, sampai batas waktu yang belum ditentukan. Soal sikap DPRD bahwa kami normatif mengikuti ketentuan yang berlaku. Artinya kami tidak menahan atau mendorong,” kata politisi Partai Demokrat ini.(nce/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
