Mensimulasi aspek perkembangan anak usia dini sesuai capaian dengan pembelajaran.
Kudu Melek Teknologi Informasi
Sebelum masuk dunia pendidikan anak usia dini (PAUD), sebagian besar balita kini sudah bersentuhan dengan gadget. Mereka sudah disuguhkan tontonan dari YouTube atau aplikasi berbagi video lainnya. Hal itu menjadi salah satu tantangan bagi guru PAUD di era digital.
Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Cilegon Sholatul Hayati mengatakan, pendidikan di era globalisasi mengalami banyak perubahan terutama, guru TK dituntut harus melek teknologi informasi atau information technology (IT). Pasalnya dengan kondisi tersebut guru harus bisa mengimbangi pada perkembangan digital dalam mendidik anak-anak.
“Kita tidak bisa menolak teknologi karena bagaimanapun teknologi harus disikapi dengan positif. Jadi guru TK itu bukan hanya identik dengan pintar menyanyi saja, tetapi juga harus memahami karakteristik perkembangan anak usia dini dan mahir IT untuk mengenalkan proses pembelajaran yang berkaitan teknologi saat ini. Untuk itulah guru TK harus melek IT karena guru TK sangat berperan penting dalam menstimulasi perkembangan dan pertumbuhan anak usia dini karena pondasi awal anak ada di rentang lima tahun pertama atau golden age,” tuturnya, Senin (5/9).
Sholatul menyampaikan, untuk meningkatkan kualitas guru, pihaknya sudah melakukan pelatihan-pelatihan keterkaitan dengan teknologi dalam pengembangan proses pembelajaran agar lebih menarik dan diminati oleh anak-anak.
“Meski tidak terlalu mahir, insya Allah guru-guru kita sudah bisa menggunakan IT dengan baik. Namun sejalan dengan kondisi tersebut menjadi dilema di masyarakat ketika anak-anak usia dini saat ini juga boleh mengenal teknologi, makanya pengenalan teknologi pada anak-anak selain didamping guru, peran orangtua juga penting dalam proses pembelajaran,” paparnya.
Pada dua tahun yang lalu, juga berkaitan dengan Covid-19, proses pembelajaran secara virtual. Ini bukan berarti anak di fasilitasi ponsel karena anak juga pegang sendiri atau mengoperasikan sendiri untuk berkomunikasi dengan guru kelas untuk pembelajaran melalui online.
“Di sini peran orangtua sangat penting bagaimana orangtua tetap mendampingi anak-anaknya dengan fasilitas teknologi tersebut. Jangan dilepas begitu saja karena dengan teknologi itu bernilai positif, tetapi jika tidak bisa menjaga abak-anak kita nanti yang terjadi anak-anak cenderung akan ketergantungan menggunakan ponsel. Bisa dilihat anak-anak kecil sekarang gampang banget pegang ponsel dan dia bisa mengoperasikan YouTube. Mereka lebih pintar dari pada orang tua,” pungkasnya.
“Itulah yang dimaksud dengan bagaimana mengawasi atau menjaga anak dari teknologi saat ini karena tidak bisa juga kita tolak tapi kapan waktu anak itu untuk memegang atau tidak pegang ponsel,” imbuhnya. (raj)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
