DECEMBER 9, 2022
Proud

Harumkan Pandeglang Lewat Dunia Balap

post-img

4N Edel-edel Racing Team 

Dibalik nama Kota Sejuta Santri Seribu Ulama, Kabupaten Pandeglang berhasil melahirkan tim road race berprestasi hingga kancah nasional. Adalah tim 4N Edel-edel Racing Team yang berhasil mengharumkan nama Pandeglang di dunia balap.

Prestasi yang didapat tim mulai dari juara umum kejuaraan daerah (Kejurda) Banten sejak tahun 2017 sampai 2020, juga sebagai juara umum diajang road race tingkat nasional yang diselenggarakan di Jawa Barat tahun 2019 lalu.“Kita jadi juara umum kejurda Road Race open Banten 2017, 2018, 2019, juara umum Jabar 2019, dan 2020. Dari road race bupati open 2018, kejurda jabara 2019,” kata pemilik 4N Edel-edel Racing Team Ahmad Khunaevi, Senin (5/9).

Pria yang akrab disapa Abah Nevi ini mence­rita­kan, awal dibentuknya tim tersebut dari kecintaan terhadap dunia otomotif. Setelah tim dibentuk, semuanya sepakat agar bisa mengharumkan nama Pandeglang melalui jalur otomotif.

“Kita kan tim berdiri tahun 2012, kita punya tim balap awalnya hanya ikut kejurda Banten dan selalu mengikuti semua kompetisi balap hingga ke luar Banten,” katanya.

Pegawai Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Pandeglang ini menceritakan, ada beberapa hal yang membuat timnya bisa terus mendulang prestasi. Selain karena kekompakan tim, juga karena rajin melakukan pemeriksaan kendaraan balap.

“Kita kan motornya sering di-setting dan ikut regulasi Jawa Barat, karena banyak balapan seperti di Sentul, dan banyak daerah lainnya. Kalau di Banten tahun 2014 sampai 2019 hanya di stadion ciceri saja,” katanya.

“Kita tidak ketinggalan nyeting motor, kalau hanya sekedar balap di Pandeglang atau Banten, kita akan kalah saing dengan daerah lain,” imbuhnya.

Manager 4N Edel-edel Racing Team Pandeg­lang Rudy mengatakan, selain setingan motor, pengalaman dan kemampuan para pembalap juga terus diasah agar memiliki mental juara.

“Selain dari motor, pembalapnya juga sering diasah pengalamannya diluar Banten termasuk dengan pembalap pabrikan, dan regulasi motor yang profesional atau menggunakan teknologi moderen,” katanya.

Menurut Rudi, prestasi yang diraih juga karena kesabaran dan kesolidan tim dalam melakukan balapan khususnya semua kompetisi yang dilakukan di Banten. “Kita berporses karena proses tidak akan menghianati hasil, intinya jam terbang kita harus terus di asah, termasuk dari keterampilan mengerti dan memahami mengenai otomotif,” katanya. (dib/nda)