TERASERING: Lahan kritis seluas 1 hektare di Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari dibuatkan terasering untuk mencegah terjadinya erosi. (Dok Distan Pandeglang)
PANDEGLANG - Kelompok Tani (Poktan) Karya Makmur di Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, menerima batuan konservasi lahan kritis dari Kementerian Pertanian.
Bantuan tersebut disalurkan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pandeglang melalui program flood management in selected river basins (FMSRB). Program ini bertujuan memperbaiki kondisi lahan pertanian untuk mengendalikan erosi melalui pengelolaan lahan yang lebih baik
Ketua Poktan Karya Makmur Entus mengucapkan, syukur alhamdulilah kelompoknya mendapatkan bantuan konservasi lahan kritis dari Kementerian Pertanian.
“Bantuan ini berupa pembuatan terasering (bangunan konservasi tanah dan air yang secara mekanis dibuat untuk memperkecil kemiringan lereng atau mengurangi panjang lereng dengan cara menggali dan mengurug tanah melintang lereng) pada lahan kritis atau rawan longsor. Yang awalnya memang berupa semak-semak sekarang menjadi lahan garapan yang produktif,” katanya kepada Radar Banten, Senin (5/9).
Lahan garapan menjadi produktif setelah lahan yang dalam posisi miring dibuat terasering bangku untuk bercocok tanam dengan sistem bertingkat (berteras-teras) sebagai upaya pencegahan erosi tanah. Sekaligus bermanfaat untuk meningkatkan peresapan air ke dalam tanah dan mengurangi jumlah aliran permukaan sehingga memperkecil resiko pengikisan oleh air.
“Alhamdulilah setelah pembuatan terasering selesai, lahan bisa ditanami cabai, bawang daun, dan tanaman lain. Dan juga tanaman keras sebagai penguat lahan tidak mudah longsor,” jelasnya.
Pendamping Pertanian Program FSRMB Ahmad Fathoni mengungkapkan, selaku pendamping pertanian Program FSMRB, dirinya sangat tersentuh sekali, ketika ada bantuan kepada kelompok tani.
“Kelompok tani sangat antusias karena program ini sangat dibutuhkan oleh petani. Mudah-mudahan, ke depan ada lagi program-program yang sifatnya penting untuk petani,” harapnya.
Salah satu kebutuhan penting yang dibutuhkan petani, khususnya Pokta Karya Makmur ialah pembangunan Embung. Terkait lokasi lahannya sudah disiapkan petani.
“Saat ini baru masuk dalam perencanaan kebutuhan petani. Ya, semoga saja di tahun akan datang akan ada realisasinya karena masuk kebutuhan bagi petani,” ungkapnya.
Adapun bantuan program FSMRB diterima Poktan Karya Makmur pada 2021 lalu. Programnya berupa konservasi lahan kritis pada area lahan seluas 1 hektare.
“Sudah kita buatkan terasering dan juga ditanami 100 batang bibit pohon durian jenis Matahari. Tujuannya meningkatkan ekonomi masyarakat dari hasil penanaman serta pemeliharaan tanaman sebagai bagian dari tindakan konservasi lahan kritis,” tukasnya. (*/mg-01/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
