DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Poktan Karya Makmur Apresiasi Program FSMRB

post-img

TERASERING: Lahan kritis seluas 1 hektare di Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari dibuatkan terasering untuk mencegah terjadinya erosi. (Dok Distan Pandeglang)

PANDEGLANG - Kelompok Tani (Poktan) Karya Makmur di Kelurahan Pagerbatu, Ke­camatan Majasari, menerima batuan kon­servasi lahan kritis dari Kementerian Pertanian. 

Bantuan tersebut disalurkan ke Dinas Per­tanian dan Ketahanan Pangan Pan­deglang melalui program flood mana­ge­ment in selected river basins (FMSRB). Pro­gram ini bertujuan memperbaiki kon­disi lahan pertanian untuk mengen­dalikan erosi melalui pengelolaan lahan yang lebih baik

Ketua Poktan Karya Makmur Entus meng­ucapkan, syukur alhamdulilah kelom­­poknya mendapatkan bantuan konservasi lahan kritis dari Kementerian Pertanian.

“Bantuan ini berupa pembuatan tera­se­ring (bangunan konservasi tanah dan air yang secara mekanis dibuat untuk mem­perkecil kemiringan lereng atau mengurangi panjang lereng dengan cara menggali dan mengurug tanah melintang lereng) pada lahan kritis atau rawan longsor. Yang awalnya memang berupa semak-semak sekarang menjadi lahan garapan yang produktif,” katanya kepada Radar Banten, Senin (5/9).

Lahan garapan menjadi produktif setelah lahan yang dalam posisi miring dibuat terasering bangku untuk bercocok tanam dengan sistem bertingkat (berteras-teras) sebagai upaya pencegahan erosi tanah. Sekaligus bermanfaat untuk meningkatkan pere­sapan air ke dalam tanah dan mengu­rangi jumlah aliran permukaan sehingga memperkecil resiko pengikisan oleh air. 

“Alhamdulilah setelah pembuatan tera­sering selesai, lahan bisa ditanami cabai, ba­wang daun, dan tanaman lain. Dan juga tanaman keras sebagai penguat lahan tidak mudah longsor,” jelasnya.

Pendamping Pertanian Program FSRMB Ahmad Fathoni mengungkapkan, selaku pendamping pertanian Program FSMRB, dirinya sangat tersentuh sekali, ketika ada bantuan kepada kelompok tani.

“Kelompok tani sangat antusias karena program ini sangat dibutuhkan oleh petani. Mudah-mudahan, ke depan ada lagi program-program yang sifatnya penting untuk petani,” harapnya.

Salah satu kebutuhan penting yang di­butuhkan petani, khususnya Pokta Karya Makmur ialah pembangunan Embung. Terkait lokasi lahannya sudah disiapkan petani.

“Saat ini baru masuk dalam perencanaan kebutuhan petani. Ya, semoga saja di tahun akan datang akan ada realisasinya karena masuk kebutuhan bagi petani,” ungkapnya.

Adapun bantuan program FSMRB dite­rima Poktan Karya Makmur pada 2021 lalu. Programnya berupa konservasi lahan kritis pada area lahan seluas 1 hektare.

“Sudah kita buatkan terasering dan juga ditanami 100 batang bibit pohon durian jenis Matahari. Tujuannya mening­katkan ekonomi masyarakat dari hasil penanaman serta pemeliharaan tanaman sebagai bagian dari tindakan konservasi lahan kritis,” tukasnya. (*/mg-01/tur)