DECEMBER 9, 2022
Cover Story

Press Kopi Tawarkan Sensasi Minum Kopi dengan Suasana Perkebunan

post-img

BERAWAL dari hobi penikmat kopi, suka nongkrong dan suka ngum­pulin kawan, Ridho Fatullah memberanikan diri membuka kafe kopi. Dia mengawali bisnisnya pada tahun 2019 lalu. Kafenya diberi nama “Press Kopi”.  

“Coba-coba saja. Sebelumnya, saya banyak diskusi dan belajar banyak dengan kawan-kawan yang tergabung dalam komunitas cangkir jalanan,” kata pria yang akrab disapa Idunk ini seraya menambahkan Ko­munitas Cangkir Jalanan adalah para pengusaha muda di Tangerang Raya yang bergerak bisnis di bidang kopi. 

Selain itu, Idunk juga menempa dirinya dengan ketrampilan menjadi barista. Selama hampir 1 tahun, Idunk menjadi barista di sela-sela kesibukan menjadi fotografer. 

“Jadi pulang pulang kerja dari kantor, saya belajar barista di Seruput Kopi. Kira-kira setahun lah,” tambah Idunk.

Pasang surut bisnis kafe kopi juga dialami Idunk. Apalagi saat covid-19 sedang ganas-ganasnya. Selama tiga bulan kafe kopinya terpaksa tutup. Tiarap sejenak. Seiring kondisi covid-19 yang semakin terkendali, Idunk membuka lagi kafe kopinya. 

“Alhamdulilah sampai saat ini, Press Kopi sudah punya pelanggan sendiri. Mereka adalah anak-anak milenial serta sejumlah anggota klub motor dan komunitas lainnya. Termasuk dosen dan mahasiswa,” tambah Idunk. 

Untuk memanjakan para pengun­jungnya, Press Kopi menghadirkan hiburan yang disebut Press Akustik seminggu sekali. Dia berencana, hiburan musik akustik itu akan dibuat seminggu dua kali. 

Press Kopi sambung Idunk, menawarkan sensasi minum kopi di tengah perkebunan. Feel itu akan didapat pengunjung, jika datang di malam hari. Dengan lokasi yang bebas dari bising kendaraan, ditemani suara jangkrik dan binatang malam lainnya, pengunjung akan dibawa ke suasana pedesaan. (asp)