DECEMBER 9, 2022
Trendy

Tampil Pede dengan Gigi Cantik

post-img

Mem­punyai gigi yang rapi tentu men­jadi dambaan bagi semua orang, terutama para perempuan muda. Bahkan mereka rela mengocek kantong untuk membuat giginya rapi.

Gigi yang rapi bukan hanya berfungsi untuk mengunyah makanan saja, akan tetapi juga mempercantik penampilan seseorang. Orang akan lebih pede tampil dengan gigi yang cantik.

Di kalangan muda saat ini, veneer tentu bukan hal yang asing. Tindakan medis untuk merapikan gigi ini banyak dipilih anak muda yang kondisi giginya kurang rapi, seperti gigi berjarak, ukuran tidak rata, hingga warna yang kurang putih. Sejumlah artis juga melakukan veneer untuk giginya, seperti Gisella Anastasya, Tyas Mirasih, hingga Deddy Corbuzieer.

Lalu apa sih veneer itu? Apakah semua orang bisa melakukan veneer dan bagai­mana prosesnya? Sebelum kamu veneer gigi, simak penjelasan di bawah ini yah.

CEO Dokhay (Klinik Dokter Spesialis Gigi) di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak drg Henning Handayani menyampaikan seputar veneer yang saat ini memang sedang banyak diminati oleh anak muda. Kamu harus tau, gigi jenis apa saja yang bisa di veneer dan efek sampingnya seperti apa.

Henning menjelaskan, veneer gigi ialah prosedur medis yang bertujuan untuk memperbaiki penampilan gigi seseorang dengan cara menempelkan veneer di bagian depan gigi. Veneer dapat menutupi kecacatan pada gigi, seperti bentuk, warna, dan ukuran gigi yang tidak sesuai dengan keinginan pasien.  

Perlu diingat bahwa prosedur veneer gigi merupakan prosedur irreversible. Artinya, jika selama prosedur veneer perlu dilakukan perubahan bentuk pada gigi, maka perubahan tersebut tidak dapat dikembalikan seperti semula. Selain itu, veneer tidak bisa sem­barangan dipasang pada tiap orang.

Veneer gigi sebenarnya aman-aman saja. Namun, drg Henning memberikan penjelasan ada beberapa orang dengan kondisi gigi tertentu yang tidak bisa melakukan veneer gigi. Yakni orang yang giginya tidak sehat, seperti penderita penyakit gusi, orang yang giginya rapuh akibat pembusukan, patah, atau adanya tambalan gigi yang cukup besar, dan orang yang memiliki kebiasaan menggesekkan gigi atas dan bawah.

“Sebelum veneer gigi dil­a­ku­­kan, dokter gigi akan meng­evaluasi kon­disi gigi dan mulut pa­sien untuk memastikan ti­dak ada tanda-tanda penyakit gigi atau gusi, seperti gigi berlubang, ra­dang gusi, perdarahan gusi, atau penyakit akar gigi. Dokter juga akan melakukan foto Rontgen pa­noramik gigi untuk memastikan kesehatan gigi,” terangnya.

Jika gigi pasien tidak rapi, maka dokter akan me­la­kukan pemasangan kawat gigi sementara. Hal ini be­r­tujuan agar veneer yang nantinya dipasang da­pat serasi dengan gigi lainnya.

“Setelah kondisi gigi diperiksa, gigi pasien akan digerus terlebih dahulu untuk menghilangkan la­­p­­isan enamel gigi. Proses penggerusan ini bisa meng­gunakan bius lokal atau tanpa bius, ter­gantung jenis pemasangan veneer gigi yang pasien pilih,” pungkasnya.

Jadi, bagi kalian yang ingin veneer gigi, harus memperhatikan hal-hal di atas yah. Su­paya niat tam­­pil cantik tidak berujung pada petaka. (mg-02/jek)