Mempunyai gigi yang rapi tentu menjadi dambaan bagi semua orang, terutama para perempuan muda. Bahkan mereka rela mengocek kantong untuk membuat giginya rapi.
Gigi yang rapi bukan hanya berfungsi untuk mengunyah makanan saja, akan tetapi juga mempercantik penampilan seseorang. Orang akan lebih pede tampil dengan gigi yang cantik.
Di kalangan muda saat ini, veneer tentu bukan hal yang asing. Tindakan medis untuk merapikan gigi ini banyak dipilih anak muda yang kondisi giginya kurang rapi, seperti gigi berjarak, ukuran tidak rata, hingga warna yang kurang putih. Sejumlah artis juga melakukan veneer untuk giginya, seperti Gisella Anastasya, Tyas Mirasih, hingga Deddy Corbuzieer.
Lalu apa sih veneer itu? Apakah semua orang bisa melakukan veneer dan bagaimana prosesnya? Sebelum kamu veneer gigi, simak penjelasan di bawah ini yah.
CEO Dokhay (Klinik Dokter Spesialis Gigi) di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak drg Henning Handayani menyampaikan seputar veneer yang saat ini memang sedang banyak diminati oleh anak muda. Kamu harus tau, gigi jenis apa saja yang bisa di veneer dan efek sampingnya seperti apa.
Henning menjelaskan, veneer gigi ialah prosedur medis yang bertujuan untuk memperbaiki penampilan gigi seseorang dengan cara menempelkan veneer di bagian depan gigi. Veneer dapat menutupi kecacatan pada gigi, seperti bentuk, warna, dan ukuran gigi yang tidak sesuai dengan keinginan pasien.
Perlu diingat bahwa prosedur veneer gigi merupakan prosedur irreversible. Artinya, jika selama prosedur veneer perlu dilakukan perubahan bentuk pada gigi, maka perubahan tersebut tidak dapat dikembalikan seperti semula. Selain itu, veneer tidak bisa sembarangan dipasang pada tiap orang.
Veneer gigi sebenarnya aman-aman saja. Namun, drg Henning memberikan penjelasan ada beberapa orang dengan kondisi gigi tertentu yang tidak bisa melakukan veneer gigi. Yakni orang yang giginya tidak sehat, seperti penderita penyakit gusi, orang yang giginya rapuh akibat pembusukan, patah, atau adanya tambalan gigi yang cukup besar, dan orang yang memiliki kebiasaan menggesekkan gigi atas dan bawah.
“Sebelum veneer gigi dilakukan, dokter gigi akan mengevaluasi kondisi gigi dan mulut pasien untuk memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit gigi atau gusi, seperti gigi berlubang, radang gusi, perdarahan gusi, atau penyakit akar gigi. Dokter juga akan melakukan foto Rontgen panoramik gigi untuk memastikan kesehatan gigi,” terangnya.
Jika gigi pasien tidak rapi, maka dokter akan melakukan pemasangan kawat gigi sementara. Hal ini bertujuan agar veneer yang nantinya dipasang dapat serasi dengan gigi lainnya.
“Setelah kondisi gigi diperiksa, gigi pasien akan digerus terlebih dahulu untuk menghilangkan lapisan enamel gigi. Proses penggerusan ini bisa menggunakan bius lokal atau tanpa bius, tergantung jenis pemasangan veneer gigi yang pasien pilih,” pungkasnya.
Jadi, bagi kalian yang ingin veneer gigi, harus memperhatikan hal-hal di atas yah. Supaya niat tampil cantik tidak berujung pada petaka. (mg-02/jek)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
