DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Korban KDRT Dijenguk Kajati Banten

post-img

JENGUK KORBAN: Kajati Banten menjenguk korban yang dibakar suaminya di RSUD Berkah Pandeglang, kemarin. (Purnama/Radar Banten)

PANDEGLANG-Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten Leonard Eben Ezer Simanjutak menjenguk pasien korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di RSUD Berkah Pan­deglang. Kedatangan Kejati Ban­­ten didam­pi­ngi Kepala Kejak­saan Negeri Pan­­deglang Helena Octavianne dan Direk­tur RSUD Ber­kah Pandeglang Eni Yati.

Leonard mengatakan, kedata­ngan­­nya secara khusus untuk men­jenguk se­telah mengetahui ada kasus ter­sebut di Pandeglang.

“Saya datang ke sini atas nama bapak Jaksa Agung ST Burhanudin dan selaku seluruh kesatuan Jaksa Indonesia. Kami melihat rasa empati kami kepada ibu dan anaknya,” kata dia di RSUD Berkah Pandeglang, Rabu (5/10).

Loanard mengaku miris dengan ka­sus tersebut sehingga membuat dirinya datang untuk memberikan simpati kepada korban.

Tidak hanya menjenguk, dia juga melakukan koordinasi dengan Kajari Pan­deglang untuk meminta infor­masi sejauh mana penanganan perkaranya. Diketahui, selain sang istri, dalam peristiwa tersebut juga ada korban lain yakni anak pelaku.

“Alhamdulillah anak itu sudah bisa pulang walaupun masih ada perawatan-perawatan yang harus dijalankan. Sementara ibunya tadi itu masih dalam program perawatan terus karena itu kami sangat prihatin dan kewajiban Jaksa Indonesia juga harus lihat kondisinya dari sisi kon­disi sekarang tapi bagaimana kita lihat korban ini kan diluar dari korban kejahatan dia juga ada temu masa depan,” katanya.

Dia mengatakan mendapat infor­masi kalau pelaku KDRT melarikan diri. Terkait hal itu dia sudah minta lang­sung Kajari Pandeglang untuk ber­koordinasi dengan Kapolres Pandeglang.

“Upaya maksimal harus kita laku­kan. Pelakunya agar segera diproses un­tuk mengetahi motifnya apa, dan kemudian ingin memastikan bahwa penegakan hukum itu hadir, di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Dengan kehadiran si Pelaku, dika­takan Kajati, mudah mudahan bisa dike­tahui motifnya apa. Serta me­minta intelijen turut mencari pelaku.

“Kita ini Banten, jangan sampai ke­ke­rasan perempuan ini terjadi di Banten. Ini menjadi PR kita, mari sa­­ma-sama menggerakan melin­dungi perempuan dan anak peduli terhadap perempuan dan anak, ka­rena mereka anak ini generasi penerus bangsa,” katanya.

Kakak Kandung Korban Amamah meng­ucapkan terima kasih atas ke­pe­dulian dari Kajati Banten mem­bantu pemulihan adiknya.

“Kalau kami manut saja, gimana baiknya. Dan semoga untuk pelaku­nya dapat segera ditangkap,” katanya.

Diketahui, pelaku DN melakukan pembakaran dengan menyiramkan bensin kepada istrinya AN dan anak tirinya AK (3) yang sedang terlelap ti­dur di Kelurahan Kadomas, Keca­matan Pandeglang, Kabupaten Pan­­­deglang, pada hari Sabtu, 24 Sep­­tember 2022 sekira pukul 03.00 WIB. (mg-01/tur)