NGETEM: Empat unit Angkot si Benteng terparkir di Terminal Cimone, Kota Tangerang. Foto diambil, kemarin.(SYAIFUL/RADAR BANTEN)
TANGERANG--Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggratiskan angkutan umum si Tayo dan si Benteng dinilai kebermanfaatannya tidak terlalu signifikan.
”Buat pengguna transportasi umum bermanfaat. Tapi buat keseluruhan masyarakat kaitan dengan ekonomi, perdagangan dan lainnya efeknya sangat kecil,” ujar pengamat kebijakan publik, Hasanudin Bije, Selasa (6/9).
Kendati demikian, Bije masih mengapresiasi upaya Pemkot Tangerang dalam menangani persoalan kenaikan BBM . ”Tapi kita apresiasi ya, itu salah satu langkah di daerah, karena hanya itu kemampuannya,” ujar mantan Anggota DPRD Kota Tangerang ini.
Menurut Bije, Pemkot Tangerang saat ini dinilai hanya ingin berusaha menenangkan masyarakat atas kebijakan pemerintah pusat menaikkan BBM yang dirasa memberatkan. Karena untuk bertindak lebih jauh, misalnya menurunkan BBM tidaklah mungkin dilakukan.
”Tidak mungkin di Kota Tangerang diturunkan BBM oleh Walikota, karena itu kan kebijakan nasional, jadi bagus-bagus aja (menggratiskan angkutan umum-red). Cuma kan dampaknya sangat kecil,” ujarnya.
Bije menambahkan, apa yang dilakukan Pemkot Tangerang dengan kebijakannya menggratiskan angkutan umum, belum tentu bisa dilakukan oleh daerah lain. ”Belum tentu bisa dilakukan di daerah lain, karena belum tentu juga di daerah lain punya si Tayo dan si Benteng,” tegasnya.
Sebelumnya, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, kenaikan BBM berpengaruh besar pada kenaikan harga pokok dan menurunnya daya beli masyarakat. Di tengah situasi sulit ini, pengeluaran masyarakat akan semakin membengkak.
”Oleh sebab itu, dengan kebijakan menggratiskan transportasi umum ini kita harapkan dapat menekan pengeluaran masyarakat,” terang Arief, Senin (5/9).
Arief mengatakan, tarif transportasi umum di Kota Tangerang sebenarnya sudah cukup terjangkau, hanya Rp 2 ribu sekali jalan. ”Tapi jika dikalikan sebulan, kan lumayan. Maka dari itu kebijakan menggratiskan transportasi umum ini, pengeluarannya bisa dihemat,” pungkas Arief.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menambahkan, kebijakan menggratiskan tarif Bus Tayo dan angkot Si Benteng dan berlaku mulai 6 September-5 November, di semua jurusan yang ada. (ful/asp)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
