DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Harga BBM Naik, Ribuan Buruh Ancam Demo ke Istana Presiden

post-img

DEMO: Massa buruh KSPSI saat menggelar aksi unjuk rasa, beberapa waktu lalu.(Mulyadi/radar banten)

TIGARAKSA--Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Minggu (4/9) lalu berdampak luas. Semua sektor mengalami kenaikan harga. Hal itu memberatkan rakyat. Tak terkecuali kalangan buruh. 

Mereka pun menyikapi kenaikan harga BBM dengan berencana meng­gelar aksi demo. Sasarannya, istana pre­siden di Jakarta. Rencana itu diung­kap sejumlah buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Se­luruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Tangerang.

“Untuk pastinya kapan, sedang di­bahas dalam kepengurusan intermal dan para kaum buruh agar bisa me­nye­suaikan waktu dengan mereka,” ungkap Budiono, wakil ketua KSPSI Ka­bupaten Tangerang kepada Radar Banten, Selasa (6/9).

Menurutnya, kenaikan BBM ini sangat melukai buruh. Pasalnya, dalam kurun waktu dua tahun terakhir hingga saat ini upah buruh belum juga naik. Namun malah harga BBM yang naik.

“Naiknya harga BBM sangat berimbas kepada kita. Karena upah buruh masih di bawah kebutuhan ekonomi. Di­tambah tarif transportasi dan harga kebutuhan pokok menjadi ikut naik,” katanya.

Budiono mengungkapkan, saat ini rata-rata upah buruh di Kabupaten Ta­ngerang sebesar Rp4.230.792, dan jauh dari upah layak.

“Maka dengan itu, kami meminta agar pemerintah membatalkan ke­naikan harga BBM yang telah naik, yang sangat berimbas buruk pada buruh, dan masyarakat,” ucapnya.

Dia juga merasa, ada indikasi bahwa pemerintah juga tidak akan menaikkan UMK pada tahun 2023. “Kalau sudah be­gini, rakyat seperti kita pasti men­jerit,” tukasnya.

Sementara, Sugiri (27) salah seorang buruh mengaku keluarganya benar-benar susah mengatur biaya hidup. Sebelum harga BBM naik saja, sudah kem­bang-kempis. 

“Apalagi saat ini, barang-barang ke­butuhan pokok juga ikut naik harganya. Sudah pasti penambahan pengeluaran terjadi,” pungkasnya. (mul/asp)