DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Kejar Target Penangan Titik Banjir

post-img

SERANG-Pemkot Serang tengah mengejar target penanganan titik langganan banjir di Kota Serang. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir pada musim penghujan tahun ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Serang M Ridwan mengatakan, terdapat 36 titik yang menjadi penyebab banjir dan genangan di Kota Serang saat musim penghujan tiba. “Kalau titiknya ada 36 titik. Cuma kita sudah konsentrasi di wilayah kota. Karena skala prioritas juga itu banyak yang berada di wilayah kota,” ujarnya kepada wartawan, saat ditemui di Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Serang, Selasa (6/9).

Kata Ridwan, dari 36 titik yang kerap kali terjadi banjir di antaranya Komplek Untirta, Perumahan Citra Gading, dan sekitar Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banten, di Kecamatan Cipocokjaya. “Dari masterplan itu juga sudah ada skala-skala prioritas yang harus segera ditangani, dan ini (Kompek Untirta, Perumahan Citra Gading, dan sekitar Kantor KONI Banten-red)," terangnya.

Ridwan menjelaskan, banjir dan genangan terjadi di beberapa wilayah di Kota Serang, karena sedimentasi dan penyempitan saluran air. Termasuk fasilitas jalan, seperti jembatan. Untuk itu, Pemkot Serang melakukan perbaikan serta pembenahan di aliran air. “Artinya dimensi sungai di jembatan tersebut kami perbesar supaya alirannya lancar,” katanya.

Ia menjelaskan, penanganan banjir dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Seperti, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP). Serta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait persampahan. “Kalau yang sekiranya bisa dilakukan oleh Pemkot Serang itu skala prioritas yang bisa dilakukan oleh kita ya harus sekarang,” katanya.

 “Penanganan harus sudah mulai. Bahkan, di tahun-tahun sebelumnya itu harus sudah mulai dilakukan sebelum musim penghujan,” tambah Ridwan.

Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan Pemprov dan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung dan Cidurian (BBWSC3) untuk menangani beberapa titik termasuk sungai yang bukan kewenangan Pemkot Serang. “Karena berdampak pada Kota Serang, maka yang bisa diambil alih, kami lakukan. Tetap koordinasi dengan BBWSC3, seperti normalisasi Cibanten,” terangnya.

Ridwan mengaku rutin menjalin komunikasi dan koordinasi dengan BBWSC3 guna perumusan dan hal-hal yang menyangkut normalisasi. Saat ini, pihaknya sedang membahas Detail Engineering Design (DED) untuk normalisasi sungai Cibanten. “Kami sering komunikasi. Bahkan sekarang ini kami sudah mulai melakukan penanganan dengan melibatkan sejumlah OPD,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan normalisasi pada sejumlah aliran sungai dan air. Seperti halnya di Komplek Untirta, Kecamatan Cipocokjaya. “Untuk saat ini kami sudah turunkan tim di sungai yang menjadi kewenangan kami,” katanya. (fdr/nda)