DECEMBER 9, 2022
Proud

Komunitas 0254 Organizer, Wadah Penghobi Game Online

post-img

Komunitas game online terus tumbuh subur di Indonesia. Komunitas 0254 Organizer salah satunya. Komunitas ini menjadi tempat berhimpun pemain game online di Kota Serang.  

Komunitas 0254 Organizer yang berdiri sejak 2019 lalu itu memiliki anggota tak kurang dari 100 orang. Seperti komunitas game online lainnya, terbentuknya Komunitas 0254 Organizer ini berawal dari perkenalan para pemain di dunia game online. Para penghobi ini kemudian mulai mengadakan main bareng alias mabar.

Anggotanya ini terdiri dari berbagai profesi. Mulai dari guru, karyawan perusahaan, pengusaha dan mahasiswa. “Sesama game online, ketemu in game atau saat bermain. Pas pada nanya dari Serang. Dari situlah asal muasal Komunitas 0254 Organizer,” terangnya. 

Selain menyalurkan hobi, komunitas ini menjadi wadah para pemain menggali potensi mereka dalam game online. 

Sejauh ini, ada dua jenis game online yang dikembangkan oleh Komunitas 0254 Organizer. Yaitu, game Mobile Legends : Bang bang dan Player Unknown’s Battlegrounds atau PUBG. Dua game online kerap dimainkan oleh anggota komunitas sebagai ajang latihan, juga sebagai ajang kontes. 

Mobile Legends adalah sebuah permainan piranti bergerak berjenis arena pertarungan daring multipemain dikembangkan oleh Moonton. Kini Moonton menjadi anak perusahaan dari ByteDance. Sedangkan, PUBG Mobile adalah permainan video battle royale gratis dimainkan dikembangkan oleh LightSpeed & Quantum Studio, sebuah divisi dari Tencent Games. 

Dua game ini, kini secara resmi memiliki induk cabang olahraga bernama Esports Indonesia (ESI) dan pada Januari 2022 diresmikan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) masuk di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). 

“Kendalanya saat ini, kesan atau citra negatif di masyarakat. Khususnya para orang tua yang memandang game itu masih negatif,» ujar Leader Komunitas 0254 Organizer, Rubian Dinata saat berbincang dengan Radar Banten, Kamis (1/9). 

Salah satu cara untuk menepis kesan negatif tersebut adalah mewajibkan calon anggotanya minimal berusia 17 tahun atau peralihan anak remaja usia pemuda. “Kalau anak di bawah usia 17 tahun kami tolak. Kami ingin, anggota kami ini sudah memahami, positif dan negatifnya bermain games,” katanya. 

Menurut Rubian, awal pembentukan dimulai dari hobi, hingga sampai saat ini berusaha menjaring atlet e-sport di wilayah Kota Serang dan Kabupaten Serang. «Awalnya, kami melihat player Mobile Legends dan PUBG di tahun 2019 belum banyak, tak seperti sekarang. Apalagi ada ESI,” katanya. 

Untuk tetap eksis, pihaknya rutin kumpul untuk Mabar, khususnya saat libur kerja. Kegiatan ini rutin dilakukan. Bahkan, mengikuti turnamen game online dan offline. «Pertemuan bulanan. Semacam evaluasi ke depan mau ada kegiatan. Silaturrahmi tatap muka,» katanya. 

Hingga kini, ada beberapa anggota yang masuk mengikuti seleksi Kejurda tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi, Piala Presiden, Kualifikasi PMPL atau kelas pro player. «Kemarin ada player jadi juara 1 pada ajang kontes antar komunitas di Kota Serang,» terangnya. 

Anggota Komunitas 0254 Organizer Erfanto mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan beberapa ajang turnamen offline. “Waktu de­kat ini ada turnamen offline di Ja­karta, pertengahan bulan September 2022. Kemudian di Cilegon, akhir bulan ini secara offline Piala Walikota Cilegon,” katanya. 

“Selama ikut pertandingan offline dan online belum jadi per­nah juara 1. Tapi, kalau screa­me atau latihan bersama sering dapat poin utama,” tambah Erfanto. 

Selanjutnya, Erfanto ber­harap, pemerintah daerah bisa memfasilitasi dan mewa­dahi komunikasi e-sport di lokal. Seperti, tempat atau lokasi seperti sarana yang bisa menampung player game mobile di Kota Se­rang. «Karena, masih ba­nyak yang kebingu­ngan untuk tempat kumpul. Kalau daerah lain kan, sudah ber­jalan,» katanya.

«Terlebih, kalau ini difasilitasi pemerin­tah daerah. Maka, kesan negatif ten­tang game online bisa secara per­la­han ber­kurang,» tam­bah­nya. (fdr/nda)