DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM

post-img

AUDIENSI: Wakil Ketua DPRD Lebak menerima audiensi para pengunjuk rasa yang menolak kenaikan harga BBM, kemarin.(Yusuf Permana/Radar Banten)

LEBAK – Belasan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Setia Budhi Rangkasbitung menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Lebak, S­elasa (6/9). Mereka menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai memberatkan masyarakat kecil di daerah.

Pantauan Radar Banten di lokasi, para mahasiswa membawa berbagai atri­but aksi, seperti spanduk, poster, dan kertas karton yang berisi tuntutan kepada pemerintah. Mereka pun berorasi secara bergantian untuk menyampaikan aspirasi di depan gedung wakil rakyat.

Tidak lama berorasi di luar gedung DPRD Lebak, para mahasiswa ke­mu­dian diajak masuk ke ruangan Ba­dan Musyawarah DPRD Lebak. Me­reka beraudiensi dengan Wakil Ke­tua DPRD Lebak Ucuy Masyhuri.

“Kami dari BEM STKIP Setia Budhi Rangkasbitung menolak kenaikan BBM, karena hanya merugikan dan me­nyusahkan rakyat kecil,” kata Mad­sari, Koordinator Aksi BEM STKIP Setia Budhi Rangkasbitung, kemarin.

Menurutnya, keputusan menaikan harga BBM dinilai tidak tepat. Karena sekarang dalam masa pemulihan eko­nomi pasca Pandemi Covid-19. Me­nurutnya, kenaikan BBM hanya akan menyengsarakan masyarakat, karena harga berbagai kebutuhan pokok dipastikan akan naik. 

“Di sini kita jangan hanya melihat bagaimana cara pemerintah menye­lamatkan APBN, mereka seolah me­num­balkan masyarakat. Sedangkan para elit politik sendiri memiliki status lebih dari cukup. Patut dipertanyakan, dimanakah letak keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Ia pun meminta kepada DPRD Lebak untuk turut menyuarakan jeritan rakyat kecil dengan menyampaikan pe­nolakan kenaikan BBM kepada Pe­merintah Pusat. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lebak Ucuy Mashuri mengapresiasi aksi unjuk rasa yang dilakukan para aktivis mahasiswa. Menurutnya, aksi penolakan kenaikan harga BBM me­rupakan bentuk kebebasan ber­pen­dapat yang telah dilindungi Undang-undang.

“Aspirasi teman-teman ini tidak boleh ditolak, maka kami bersedia untuk menerima aspirasi mahasiswa yang menyampaikan isu nasional dan isu lokal. Terkait isu nasional, yakni kenaikan BBM kami akan mene­ruskan aspirasi masyarakat DPR RI dan pemerintah pusat,” kata Ucuy.

Ucuy memastikan aspirasi dari para mahasiswa ini akan ditindaklanjuti. Bahkan, partainya di Jakarta melalui Fraksi Demokrat DPR RI menyatakan menolak kebijakan pemerintah me­naikan harga BBM. 

“Kami akan perjuangkan aspirasi masyarakat. Karena, kenaikan harga BBM telah menyulitkan semuanya. Bahkan, angka kemiskinan di Indone­sia diyakini akan meningkat,” tegasnya.(mg-02/tur)