DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Portofolio KPR BNI Capai Rp51,2 Triliun

post-img

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menggandeng pengembang untuk mendorong penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Khususnya, ke­mudahan pembiayaan kepada kala­ngan milenial yang ingin memiliki tempat tinggal.

Pemimpin Bidang Pemasaran Bisnis KC BNI Fatmawati Oktorisman menga­takan, portofolio KPR mencapai Rp 51,2 triliun per Juni 2022. Jumlah te­rsebut naik 7,5 persen secara tahunan. Sementara itu, target pertumbuhan KPR sepanjang tahun ini bisa di atas 8 persen.

Strategi pemasaran yang dilakukan adalah menawarkan tenor KPR lebih panjang. Tujuannya, memudahkan kaum milenial memiliki rumah yang terkendala uang muka.

“Kalau dulu maksimum masa cicilan 15 tahun, sekarang jadi lebih panjang hingga 25 tahun. Bahkan, bisa hingga 30 tahun,” kata Oktorisman, Senin (5/9), dikutip JawaPos.com.

Sementara itu, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Senin(5/9), pemerintah me­nambah anggaran subsidi perumahan menjadi Rp25,18 triliun pada 2023. 

Direktur Jenderal Pembiayaan Infra­struktur Pekerjaan Umum dan Peru­mahan Herry Trisaputra Zuna me­nuturkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun anggaran (TA) 2023 me­nambah kuota penerima bantuan pembiayaan perumahan melalui program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Dari 200 ribu unit pada TA 2022 menjadi 220 ribu unit pada TA 2023.

“Program FLPP 2023 akan didampingi dengan program subsidi bantuan uang muka (SBUM) dengan jumlah 220 ribu unit sebesar Rp 890 miliar dan program subsidi selisih bunga (SSB) sebanyak 754.004 unit senilai Rp 3,46 triliun,” paparnya.

Tahun depan pemerintah juga akan menyalurkan bantuan subsidi Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) senilai Rp 4,64 triliun untuk 54.924 rumah. De­ngan demikian, total target penya­luran bantuan subsidi perumahan TA 2023 sebanyak 274.924 unit senilai Rp 34,17 triliun. Bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) Rp 29,53 triliun dan dana masyarakat Rp 4,64 triliun.

Dia berharap, fasilitas kemudahan dan bantuan pembiayaan perumahan itu dapat meningkatkan akses dan keter­jangkauan masyarakat berpengha­silan rendah (MBR) terhadap pembia­yaan perumahan layak huni. (jpc/bie)