JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menggandeng pengembang untuk mendorong penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Khususnya, kemudahan pembiayaan kepada kalangan milenial yang ingin memiliki tempat tinggal.
Pemimpin Bidang Pemasaran Bisnis KC BNI Fatmawati Oktorisman mengatakan, portofolio KPR mencapai Rp 51,2 triliun per Juni 2022. Jumlah tersebut naik 7,5 persen secara tahunan. Sementara itu, target pertumbuhan KPR sepanjang tahun ini bisa di atas 8 persen.
Strategi pemasaran yang dilakukan adalah menawarkan tenor KPR lebih panjang. Tujuannya, memudahkan kaum milenial memiliki rumah yang terkendala uang muka.
“Kalau dulu maksimum masa cicilan 15 tahun, sekarang jadi lebih panjang hingga 25 tahun. Bahkan, bisa hingga 30 tahun,” kata Oktorisman, Senin (5/9), dikutip JawaPos.com.
Sementara itu, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Senin(5/9), pemerintah menambah anggaran subsidi perumahan menjadi Rp25,18 triliun pada 2023.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Herry Trisaputra Zuna menuturkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun anggaran (TA) 2023 menambah kuota penerima bantuan pembiayaan perumahan melalui program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Dari 200 ribu unit pada TA 2022 menjadi 220 ribu unit pada TA 2023.
“Program FLPP 2023 akan didampingi dengan program subsidi bantuan uang muka (SBUM) dengan jumlah 220 ribu unit sebesar Rp 890 miliar dan program subsidi selisih bunga (SSB) sebanyak 754.004 unit senilai Rp 3,46 triliun,” paparnya.
Tahun depan pemerintah juga akan menyalurkan bantuan subsidi Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) senilai Rp 4,64 triliun untuk 54.924 rumah. Dengan demikian, total target penyaluran bantuan subsidi perumahan TA 2023 sebanyak 274.924 unit senilai Rp 34,17 triliun. Bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) Rp 29,53 triliun dan dana masyarakat Rp 4,64 triliun.
Dia berharap, fasilitas kemudahan dan bantuan pembiayaan perumahan itu dapat meningkatkan akses dan keterjangkauan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap pembiayaan perumahan layak huni. (jpc/bie)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
