PAGEDANGAN--Sebanyak 16 pelaku UMKM finalis Apresiasi Kreatif Indonesia (AKI) berkesempatan memamerkan produk mereka di Tangerang. Tepatnya, di Aeon Mall, BSD City, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Mereka berasal dari 16 Kota se-Indonesia. Di antaranya Tasikmalaya, Cirebon, Yogyakarta, Tegal, Banjarmasin, Padang, Tangerang, Cilegon, Banda Aceh, Kendari, Jember, Jambi, Sidoarjo, Ambon dan Pekanbaru.
Direktur Kuliner Kriya dan Desain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI Yuke Sri Rahayu, mengatakan 16 finalis ini terdiri dari pelaku ekonomi kreatif dari sektor kuliner, kriya dan fashion.
“Mereka adalah yang terbaik mewakili daerah mereka masing-masing. Lalu kita kenalkan produk mereka disini,” ujar Yuke di Aeon Mall, BSD City, Pagedangan, Kamis (6/10).
Menurut Yuke, tujuan diselenggarakannya AKI adalah untuk memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di daerah untuk unjuk karya melalui fasilitas pameran.
“Sehingga produk mereka bisa dikenal di daerahnya dan nasional, agar mereka terus berkembang,” ujarnya.
Menurut Yuke, keberadaan pelaku UMKM di Indonesia sangat berpengaruh menopang ekonomi dan penyumbang lapangan kerja. Oleh sebab itu pihaknya akan terus mendukung tumbuh kembang UMKM.
“Karena pelaku UMKM memainkan peran penting sebagai tulang punggung perekonomian bangsa, dengan 60 persen dikontribusikan oleh sub sektor kuliner, kriya dan fashion,” jelasnya.
Menurutnya saat ini, Kemenparekraf tengah fokus pada sejumlah program dan kegiatan yang membangkitkan semangat dan kemampuan untuk memulihkan sektor Parekraf.
Di tempat yang sama pelaku UMKM asal Banda Aceh, Ratu Nur Anisah yang memamerkan produk kuliner asli Aceh mengaku terbantu dengan kegiatan ini.
Menurutnya, kesempatan memamerkan produknya ke luar daerahnya seperti ini membantunya mengenalkan produknya secara luas.
“Di pameran ini pembelinya tidak berhenti, ada saja yang datang belanja. Berbeda ketika saya buka stand di daerah saya, tidak sebanyak ini,” ujarnya.
Menurut Nur Anisah, bahwa produknya oleh masyarakat di luar daerahnya lebih diterima karena belum banyak yang tau. “Nah, ini jadi kesempatan saya mengenalkan produk saya kepada masyarakat yang belum tahu,” ujarnya.
Nur Anisah sendiri menjual berbagai makanan olahan asli khas Aceh, seperti nasi lemak Aceh dan cemilan yang dibuat dari singkong dan bawang yang diolah dengan rempah-rempah asli Aceh.
Menurutnya, omzet yang ia terima dari berjualan kuliner ini mencapai Rp 100 juta-130 juta per bulan. (ful/asp)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
