DIKOSONGKAN: Ruang kelas 5 SDN Bojongleles dikosongkan karena terganggu aktivitas kendaraan proyek Jalan Tol Serang-Panimbang, kemarin. (Yusuf/Radar Banten)
Terdampak Pembangunan Jalan Tol Serpan
LEBAK-Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Bojongleles, Kecamatan Cibadak, diungsikan ke ruang perpustakan. Karena ruang belajar yang biasa digunakan dilalui kendaraan pengangkut material untuk pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang (Serpan).
Kepala SD Negeri 1 Bojongleles Suheri mengatakan, kendaraan proyek tiap hari lalu lalang di depan ruang belajar. Akibatnya, KBM terganggu dan keselamatan para siswa juga terancam. Untuk itu, kegiatan pembelajaran diungsikan ke ruangan lain yang lebih aman dan nyaman.
“Ruang kelas itu posisinya pas di pinggir jalan yang menjadi akses ke lokasi proyek. Jadi kalau ada mobil melintas KBM terganggu. Jalan itu setiap hari dilalui kendaraan proyek yang besar, seperti truk yang membawa paku bumi dan material lainnya,” kata Suheri saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/10).
Dijelaskannya, aktivitas lalu lalang kendaraan proyek membahayakan para siswa. Apalagi, saat istirahat mereka bermain di luar ruangan. Ia khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti kendaraan yang terbalik dan menimpa ruangan tempat siswa belajar.
“Selain berbahaya, aktivitas lalu lalang kendaraan proyek menganggu aktivitas KBM, karena menimbulkan suara bising. Bahkan jika ada mobil yang membawa paku bumi, kadang kerasa getarannya. Jadi siswa dan guru merasa tidak nyaman,” ujarnya.
Untuk melanjutkan aktivitas belajar dan memberikan jaminan keamanan bagi para siswa maupun guru yang mengajar, pihaknya terpaksa mengungsikan 34 siswa ke ruang perpustakaan. Walaupun dinilai tidak layak, karena tempatnya sempit, Heri mengaku tidak punya pilihan lain.
“Para siswa ini pindah belajar ke ruang perpustakaan sejak Agustus. Awalnya mereka sempat belajar di ruangan selama 3 bulanan. Tapi melihat resiko keamanan dan kenyamanan para siswa, kita terpaksa pindahkan,” ucapnya.
Heri mengungkap, pihak sekolah sebelumnya didatangi perwakilan PT Wika sebagai pelaksana proyek Tol Serang-Panimbang. Mereka meminta sekolah memberikan izin untuk menggunakan jalan poros desa sebagai jalan untuk lalu lalang kendaraan proyek. PT Wika pun membuat berita acara persetujuan pemakaian lahan untuk akses proyek dengan pihak sekolah.
Dalam berita acara yang dibuat pada 15 Juni 2022 itu tertulis PT Wika yang diwakili Punto Bangun Wicaksono sebagai Manager Kontruksi Jalan Tol Serang-Panimbang dan pihak sekolah yang diwakili Suheri. Adapun isi berita acaranya, yakni bidang lahan yang digunakan untuk akses sementara kendaraan proyek berada di tepi jalan di dekat sekolah. Pihak kedua, yakni Suheri mengizinkan penggunaan jalan itu sebagai akses kendaraan proyek. Terdapat bangunan terbengkalai yang akan dibongkar atas seizin pihak kedua.
Dalam berita acara itu juga disebutkan adanya biaya kerahiman Rp500 ribu yang ditanggung PT Wika untuk sekali pembayaran hingga periode 30 Desember 2022. Dan juga disebutkan bahwa pihak pelaksana proyek akan segera melakukan perbaikan jalan yang dimaksud akses kendaraan proyek dan pemilik tidak akan menuntut kepada kontraktor proyek Jalan Tol Serang-Panimbang baik secara hukum maupun bentuk lainnya.
“Saya nggak tahu akan seperti ini. Soalnya dulu bilangnya kalau yang lewat itu hanya kendaraan kecil saja. Tapi sekarang kok ada mobil yang bawa paku bumi segala macam. Tahu kayak gini mah saya nggak bakal tanda tangan berita acara atau memberikan izin. Uang Rp500 ribu yang katanya sebagai biaya kerahiman juga masih saya simpan, nggak saya gunakan sama sekali,” ungkapnya.
Ia menceritakan, gegara adanya proyek jalan tol, sekolahnya tidak pernah mendapatkan bantuan perbaikan atau rehabilitasi dari pemerintah. Karena sekolah ini akan tergusur pembangunan jalan tol dan akan dibangunkan kembali.
“Rencana awalnya sekolah ini mau digusur dan sudah diberikan patok sebagai tanda bahwa lahan sekolah ini juga akan digunakan untuk jalan tol. Itu patok dipasang pada 2018 dan gegara itu sekolah kita nggak dapat bantuan. Makanya sekarang banyak ruang kelas, termasuk ruang perpustakaan yang kondisinya rusak,” terangnya.
Heri mengaku, sebelumnya pihak sekolah sudah mengirimkan surat kepada manajemen PT Wika untuk membangun turap di sisi jalan yang digunakan untuk akses keluar masuk kendaraan proyek. Karena selain menyebabkan gangguan, rusaknya jalan akibat aktivitas kendaraan proyek itu juga kerap menyebabkan banjir dari jalan turun ke sekolah.
“Kita sudah ajukan proposal dan langsung ditinjau sama pihak PT Wika. Tapi turap bakal dibangun jika proyeknya selesai. Ya kita nggak bisa berbuat banyak, sekarang kita cuma berharap adanya solusi. Karena kasihan anak harus sempit-sempitan belajar di ruang perpusatakaan,” terangnya.
Salah seorang siswa kelas 5 SD Negeri 1 Bojongleles, Galih mengaku tidak nyaman jika harus terus belajar di dalam ruang perpustakaan. Sebab, ruangan itu sangat sempit.
“Nggak nyaman belajar di sini. Jadinya nggak fokus belajar. Kita pengennya balik lagi belajar ke ruang kelas seperti dulu,” pungkasnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
