DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Kesbangpol Tertinggi, PUPR Terendah

post-img

RAPAT EVALUASI: Walikota Serang Syafrudin memimpin rapat evaluasi realisasi APBD Tahun 2022 triwulan III, di Aula Bank BJB, Kota Serang, Kamis (6/10).  (FAUZAN/RADAR BANTEN )

Realisasi Belanja APBD 2022 

SERANG - Realisasi APBD Kota Serang Tahun Anggaran 2022 baru mencapai Rp826,76 miliar atau 53,62 persen dari total anggaran belanja daerah sebesar Rp1,542 triliun. Pe­nyebabnya, sejumlah anggaran belanja se­bagian besar infrastruktur itu, masih dalam proses pengerjaan. 

Kamis (6/10), Walikota Serang Syafrudin, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin, Asda II Kota Serang Yudi Suryadi dan Asda III Kota Serang Imam Rana dan kepala OPD, Camat se-Kota Serang menggelar Rapat Evaluasi Realiasai APBD 2022 di Aula Bank bjb, Kota Serang. 

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Ban­­ten, tiga besar realisasi tertinggi dan te­rendah APBD Tahun Anggaran 2022 ber­dasarkan persentase OPD per Agustus 2022. Untuk tiga besar realisasi tertinggi yaitu, Kesatuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yaitu 68,9 persen, Inspektorat 67,14 persen dan Kecamatan Walanta 66,86 persen.

Selanjutnya, untuk tiga besar terendah, yaitu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sebesar 39,24 persen, Dinas Ko­­munikasi dan Informatika (Diskominfo) se­besar 43,53 persen, serta Dinas Perhubungan (Dis­hub) sebesar 45,09 persen. “Realisasi ang­garan 53,6 persen. Itu sudah termasuk ba­gus di atas 50 persen sampai Agustus,” ujar Walikota Serang Syafrudin kepada wartawan. 

Menurut Syafrudin, dari rata-rata serapan se­besar 53,6 persen itu sebagian besar di­dominasi terkait dengan pengerjaan pem­ba­ngunan fisik yang belum selesai. Seperti di PUPR, Kominfo dan Dishub. “Kalau PU sedang dikerjakan, tapi realisasikan belum pembayaran,” katanya. 

Kemudian, untuk tiga OPD yang paling ter­tinggi yaitu, Kesbangpol, Sekretariat Daerah, Kecamatan Walantaka dengan sera­pan di atas 60 persen. “Saya apresiasi (bagi yang tertinggi serapan-red) untuk terus ditingkatkan. Paling tidak di atas 95 persen di triwulan ke empat nanti,” terangnya. 

Syafrudin menekankan agar tiap OPD segera merealisasikan belanja sebelum batas akhir triwulan IV Tahun 2022 sesuai target yang telah ditetapkan. “Jangan sampai triwulan ini sudah mau habis, mudah-mudahan tri­wulan ke IV. Saya kira harus sudah selesai,” katanya. 

Ia mengatakan, melalui rapat evaluasi yang dilakukan tiap bulan di akhir triwulan ini sekaligus untuk mengukur kinerja tiap OPD dalam melaksanakan program pembangunan. 

Selain itu Syafrudin mengajak kepada se­luruh OPD yang memiliki kegiatan pen­dapatan asli daerah (PAD) untuk terus me­ningkatkan pendapatan sehingga dapat me­nutup defisit. “Baik dari dalam dan luar seperti hibah, bankeu dari pemprov dan Pemerintah Pusat,” katanya. 

Sekda Kota Serang menambahkan, dalam rapat evaluasi bersama OPD dilakukan berkaitan dengan optimalisasai pendapatan dan belanja daerah yang telah direncanakan. “Iya termasuk pada kegiatan yang dirasakan langsung dengan masyarakat Serang,” katanya. 

“Pak Wali juga mengingatkan kita harus respek tentang hal-hal kejadian di masyarakat seperti banjir, bencana sosial, ditambah dengan penanganan stunting dan inflasi,” tambah Nanang. 

Kepala DPUPR Kota Serang Iwan Sunardi mengaku rendahnya serapan belanja, karena banyak lelang yang kontraknya berakhir di bulan November dan Desember. “Baru terealisasi uang muka dan pembangunannya masih berlangsung,” katanya.

Iwan menjelaskan, beberapa pembangunan fisik yang tengah berjalan yaitu, revitalisasi Masjid Agung Ats-Tsauroh, Kantor Kelurahan, Gedung Pemerintahan dan pembangunan jalan. “Kalah triwulan ke empat, kami sangat optimis target realisasi belanja yang ditargetkan Pak Walikota (di atas 95 persen) bisa tercapai,” terangnya. (fdr)