Rina Dewiyanti, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten
SERANG-Sudah hampir dua bulan sejak Perubahan APBD Banten tahun anggaran (TA) 2024 disetujui, tapi belum bisa dijalankan. Penyebabnya, evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum turun.
DPRD Banten sudah menyetujui Raperda Perubahan APBD 2024 pada akhir Agustus 2024. Pemprov Banten juga sudah mengirim perubahan APBD 2024 itu ke Kemendagri untuk dievaluasi. Tapi, sampai sekarang, evaluasi yang ditunggu-tunggu belum datang.
“Mungkin karena banyak daerah yang juga melakukan evaluasi,” kata Rina Dewiyanti, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Jumat (4/10).
Namun, Rina Berharap minggu ini evaluasi APBD tersebut bisa diterima Pemprov Banten.
Rina bilang, begitu evaluasi turun, masih ada tahapan lain: pembahasan antara TAPD dan Badan Anggaran, penyempurnaan, penetapan Perda dan Pergub, sampai verifikasi DPPA. Setelah proses itu dilalui baru program atau kegiatan di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) bisa dijalankan. ”Sudah bisa diajukan SPM (Surat Perintah Membayar-red) ke BPKAD,” kata Rina.
Perubahan APBD ini sendiri mengalami kenaikan pendapatan sekira Rp609,284 miliar dari anggaran murni 2024. Pendapatan daerah yang awalnya Rp11,7 triliun menjadi Rp12,3 triliun atau naik 5,19 persen. Begitu juga belanja daerah naik sekira Rp437,661 miliar atau 3,69 persen dari Rp11,866 triliun menjadi Rp12,303 triliun
Pj Gubernur Banten Al Muktabar tetap tenang. Meski, batas waktu evaluasi sudah lewat, yakni 27 September 2024. “Kita tunggu. Sedang berproses sekarang. Beberapa agenda terus kita gulirkan,” kata pria yang akrab disapa Al itu.
Menurut Al, tidak ada perubahan ekstrim di Perubahan APBD. Perubahan ini lebih kepada penyesuaian alokasi anggaran. Misalnya, untuk mendukung Pilkada lewat hibah. ”Pada perubahan APBD tidak selalu ada proyek baru, tetapi yang sudah ada disesuaikkan, estimasi pendapatan,” kata Al.
Lagipula, menurut Al, Banten bukan provinsi yang tertinggal. Kalau dilihat dari pendapatan dan belanja daerah, Banten selalu masuk lima besar se-Indonesia. Al optimistis, penyerapan belanja daerah tetap bisa dioptimalkan setelah evaluasi ini rampung. ”Atau paling tidak di atas tujuh besar,” katanya. (nna/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
