DECEMBER 9, 2022
Utama

Waspada Hujan Lebat

post-img

Langit Banten diprediksi kembali muram dalam sepekan ke depan. Me­ma­suki masa peralihan musim, potensi hu­jan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat diperkirakan mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Banten pada 8 hingga 13 April 2026.

Peringatan ini disampaikan Balai Besar Me­teorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II seiring menguatnya dinamika atmosfer yang memicu pertum­buhan awan hujan. Kondisi ini di­­pe­ngaruhi oleh adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat daya Lampung, serta ak­tivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang ekuatorial yang me­m­perkuat pembentukan awan kon­vektif.

Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, me­nuturkan bahwa kombinasi faktor tersebut membuat potensi cuaca ek­st­rem mening­kat dalam beberapa hari ke depan. “Sejumlah feno­mena at­mosfer yang sedang aktif ini berpotensi menim­bulkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang dapat di­sertai kilat atau petir serta angin ken­cang,” ujarnya, Selasa (7/4).

Wilayah selatan Kabupaten Pandeglang dan Lebak diperkirakan menjadi daerah yang paling terdampak hujan lebat hingga sangat lebat pada periode 8–11 April 2026. 

Se­men­tara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi di Kabupaten dan Kota Serang, Pandeglang, Lebak, serta wilayah selatan Kabupaten Ta­ngerang, termasuk Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Memasuki 12–13 April, hujan diperkirakan masih akan turun dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama di wilayah ba­rat dan selatan Pandeglang, selatan Lebak, barat Kabupaten Serang, serta se­latan Kabupaten Tangerang dan Kota Ta­ngerang Selatan. 

Tak hanya hujan, angin kencang juga diprediksi melanda wilayah selatan Pandeglang dan Lebak pada 9–11 April, dengan kecepatan mencapai 45 kilometer per jam. Kondisi ini turut berdampak pada peningkatan tinggi gelombang laut di perairan selatan Banten dan Selat Sunda bagian barat.

Hartanto mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh potensi cuaca ekstrem tersebut, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan ben­cana.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan ke­waspadaan, khususnya terhadap potensi banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat melakukan langkah antisipatif sederhana guna me­ngurangi risiko, seperti memastikan sa­­luran air tidak tersumbat dan meng­hindari aktivitas di daerah rawan saat hujan deras terjadi. 

“Pastikan aktivitas tetap aman dan pantau terus informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG,” tambahnya.

Di tengah potensi cuaca yang kian di­namis, kewaspadaan menjadi kunci. Sebab, di balik hujan yang turun, tersimpan potensi ancaman yang tak bisa diabaikan. (suf/air)