DECEMBER 9, 2022
Utama

BPJN Pastikan Tol ke Panimbang Beroperasi 2024

post-img

BERBINCANG: Bupati Irna Narulita menerima kunjungan kerja Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Rakhman Taufik di Pendopo Pandeglang, Rabu (6/7). (Purnama/Radar Banten)


PANDEGLANG – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) memastikan Jalan Tol Serang-Panimbang (Serpan) akan dioperasikan hingga Panimbang pada 2024. Beroperasinya Jalan Tol Serpan ke Panimbang diyakini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Banten selatan.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Rakhman Taufik mengatakan, saat ini baru seksi satu dari Serang ke Rangkasbitung yang telah dioperasikan. Untuk seksi dua dari Rangkasbitung ke Cileles sudah masuk tahap konstruksi. Selanjutnya, seksi tiga dari Cileles ke Panimbang masih belum ada progres.

“Saat ini, sedang melaksanakan peng­garap­an seksi dua yakni dari Rang­kasbitung-Cileles,” katanya di Pendopo Pan­deglang, kemarin.

Pembangunan jalan tol seksi tiga akan dimulai setelah proses allowance atau uang untuk biaya pembangunan bisa cair­kan. Saat ini masih berproses di Ke­­menterian Keuangan. 

“Saat ini allowance belum selesai. Masih dalam proses tandatangan di Kementerian Keuangan,” ujarnya. 

Ia menegaskan, pembangunan jalan tol terus dilanjutkan sampai seksi tiga se­lesai. Jadi tidak berhenti hanya sampai sek­si dua saja. Untuk itu, dia minta ke­pada masya­rakat dan pemerintah daerah mendukung proyek strategis nasional tersebut.

“Jika sudah penandatanganan di Ke­menterian Keuangan maka langsung membuat Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) untuk seksi tiga. Karena pelaksana teknisnya sudah disiapkan,” tegasnya. 

Nanti teknis pengerjaannya dilakukan secara pararel. Kemudian selesainya akan bersamaan baik seksi dua maupun tiga.

“Jalan Tol Serang-Panimbang seksi dua dan tiga dipastikan beroperasi tahun 2024. Jika dilihat dari progres yang sedang dilaksanakan,” ungkapnya. 

Bupati Pandeglang, Irna Narulita me­nyampaikan apresiasi kepada BPJN yang telah mendukung pembangunan di wilayah Pandeglang.

“Sebab informasi terkait progres jalan tol ini sangat berpengaruh terhadap iklim investasi di Pandeglang. Kebanyakan investor yang akan masuk ke Pandeglang maju mundur karena belum adanya konek­tivitas wilayah,” jelasnya.

Terlebih melihat pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang baru sampai seksi dua. Sementara seksi tiga belum mulai. Padahal, Irna dan masyarakat Pandeglang ingin kegiatan pembangunan jalan tol cepat diselesaikan.

“Hadirnya jalan tol akan memberikan perubahan yang signifikan kepada daerah. Khususnya pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Irna mengakui, proses perkembangan eko­nomi Pandeglang saat ini terbilang lamban. Penyebabnya karena konektivitas yang belum memadai. “Untuk itu kami akan terus kawal proses pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang seksi tiga sampai selesai,” katanya. 

Assisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pandeglang, Ramadani menambahkan, operasional Jalan Tol Serang-Panimbang sangat ditunggu masyarakat Kabupaten Pandeglang. 

“Saat ini jalan arteri sudah padat ken­daraan. Apalagi ketika akhir pekan atau libur panjang kerap kali mengakibatkan kemacetan,” terangnya. 

Keberadaan jalan tol menjadi salah satu solusi agar aktivitas ekonomi tetap ber­jalan tanpa harus terhambat oleh mo­lornya wak­tu di perjalanan akibat ter­jebak macet. Ter­utama perjalanan menuju kawasan wisata. 

“Oleh karena itu Jalan Tol Serang -Panimbang tidak hanya ditunggu para investor tetapi juga pelaku pa­riwisata di Pandeglang. Kami optimistis jika jalan tol beroperasi maka kunjungan wisatawan akan semakin meningkat,” tukasnya. (mg01/tur/air)