DECEMBER 9, 2022
Cilegon

DKPP Gelar Lomba KWT Tingkat Kota

post-img

CILEGON - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon bakal menggelar lomba Kelompok Wa­nita Tani (KWT) tingkat Kota Cilegon. Rencananya lomba tersebut diikuti per kecamatan satu KWT.

Hal tersebut disampaikan Sutardi, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan DKPP Kota Cilegon usai kegiatan sosialisasi persiapan lomba KWT yang dilaksanakan di aula DKPP Kota Cilegon, Kamis (7/7).

“Hari ini (Kamis 7/7) kita adakan sosia­lisasi terkait persiapan lomba KWT dengan menghadirkan calon peserta perwakilan dari masing-masing kecamatan. Ini sudah tahun kedua kita melaksanakan lomba KWT, insya Allah kalau Pemda sudah menyetujui lomba ini akan dijadikan lomba tahunan,” ungkap Sutardi.

Kata Dia, lomba KWT rencananya dimulai 16 November 2022 mendatang de­­ngan proses penilaian dilakukan sam­pai akhir November. Adapun pe­nyerahan hadiah bagi pemenang lomba KWT rencananya akan dirang­kaikan dengan kegiatan Gemar Makan yang diselenggarakan DKPP Kota Cilegon.

“Digelarnya lomba November men­datang karena tanaman itu tidak bisa dadakan, khawatir jika dadakan tidak ada yang siap. Nah kalau sudah disam­paikan hari ini mereka juga mem­persiapkan kapan menyemainya, me­manennya dan yang terpenting dari hasil yang di tanam mereka mampu mengolah berapa jenis tanaman yang dihasilkan dari KWT tersebut,” pung­kasnya.

Adapun indikator penilaian kata Sutardi, ada tiga kriteria penilaian. “Pertama kriteria administrasi yang kedua lapangan dan yang terakhir hasil olahan. Nah olahan ini masing-masing KWT silakan berkreativitas dari hasil olahan pekarangan mau dibuat apa, nanti kita nilai dari tampilan dan rasa makanan atau minuman dari hasil olahan tersebut,” ujarnya.

Ia juga berharap, dengan dilaksana­kannya lomba tersebut bias memotivasi anggota ataupun kelompok KWT tersebut agar bisa meningkatkan produktivitas di KWT masing-masing. “Jadi para KWT terus secara kontinyu mengembangkan KWT nya jangan mandek ada ataupun tidak ada bantuan KWT terus berjalan,” tuturnya.

Pada sosialisasi tersebut juga disam­paikan tentang urban farming yang merubah sifat bertani konvensional ke modern, sehingga ini cocok dilaksanakan di Kota Cilegon karena tidak memerlukan lahan yang luas tapi bisa menggunakan teknologi yang modern. (raj/air)