DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Penanganan Stunting di Kota Tangerang Mendapat Apresiasi

post-img

TERIMA PENGHARGAAN: Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menerima secara langsung penghargaan yang diserahkan oleh Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Kementerian Kesehatan, Erna Muliati di Hotel Gammara, Kota Makassar, Kamis (7/7). (rbnn)

TANGERANG - Program an­ti­sipasi dan penanganan dalam rangka menurunkan ang­ka stunting di Kota Ta­nge­rang mendapatkan apre­siasi berupa penghargaan oleh Kementerian Dalam Ne­geri, dengan predikat ter­baik per­tama di Provinsi Banten.

Penilaian atas penghargaan ter­sebut didasari pada pelak­sanaan delapan aksi konver­gensi penurunan stunting me­liputi analisis situasi, ren­­cana kegiatan, rembug stun­ting, peraturan bupati/ walikota tentang peran desa, pembinaan kpm, sistem me­nejemen data, pengukuran dan publikasi stunting, serta reviu kinerja tahunan.

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menerima secara langsung penghargaan yang diserahkan oleh Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Kementerian Kese­hatan Erna Muliati di Hotel Gammara, Kota Makassar, Kamis (7/7).

“Capaian ini merupakan buah dari kolaborasi bersama antara masyarakat dan juga Pemerintah Kota Tangerang,” ung­kap Sachrudin usai pe­nyerahan penghargaan dalam acara Workshop Penguatan Perencanaan dan Pengang­garan melalui 8 Aksi Konver­gensi Serta Pemberian Apre­siasi Kepada Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan Pe­nilaian Kinerja 8 Aksi Penu­runan Stunting di Regional 1.

Sachrudin menambahkan dalam urusan pencegahan dan penanganan stunting, Pemerintah Kota Tangerang mengedepankan semangat kolaborasi dari berbagai OPD yang ada, mulai dari masya­rakat usia remaja,ibu hamil, bayi, balita dan keluarga.

“Agar angka stunting bisa terus ditekan, hingga pada akhir­nya tidak ditemukan ka­sus stunting di Kota Ta­ngerang,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Ko­ta Tangerang Dini Anggraeni yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan ang­ka prevalensi stunting pa­da balita berdasar pada ha­sil survei status gizi Indo­nesia tahun 2021 berada pada angka 15,3%.

“Atau lebih baik dari standar Provinsi Banten yang sebesar 24,5% dan nasional sebesar 24,4%,” papar Kadinkes.

Sementara itu, Direktur Jen­deral Bina Pembangunan Dae­rah Kementerian Dalam Ne­geri Teguh Setyabudi da­lam sambutannya pada pem­bu­kaan acara tersebut menge­mukakan pada tahun 2021 dari sebanyak 360 kabu­paten/kota di 34 provinsi, sebanyak 345 kabupaten/kota lokus telah melaksanakan 8 aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi.

“Dengan persentase yang telah melaksanakan 8 aksi kon­vergensi penurunan stun­ting 94%,” tutupnya. (ful)

#fadhil