DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Tangani Stunting Lewat Sanitasi

post-img


SERANG - Pemprov Banten mengajak delapan kabupaten/kota untuk melakukan percepatan penurunan kasus stunting di Provinsi Banten. Salah satunya dengan program penyediaan sanitasi dan air bersih yang memadai.

Hal itu terungkap dalam City Sanitation Summit (CSS) XX Tahun 2022 Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Rabu (7/9).

Asda II Pemprov Banten Muhammad Yusuf mewakili  Pj Gubernur Banten Al Muktabar dalam sambutannya mengatakan, penanganan stunting menjadi program prioritas Pemerintah Provinsi Banten. Salah satunya melalui program sanitasi. Hal ini sejalan dengan prioritas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

"Prevalensi stunting di Provinsi Banten pada tahun 2021 yaitu 24,5 persen, dan ditargetkan menurun menjadi 14 persen sampai dengan 2024. Pemprov Banten bersama pemerintah kabupaten/kota Se-Provinsi Banten dan didukung oleh masyarakat telah berupaya melaksanakan program penurunan prevalensi stunting melalui penyediaan sanitasi dan air bersih yang memadai," kata Yusuf dalam rilis resmi Pemprov Banten yang diterima Radar Banten, kemarin.

Ia melanjutkan, Pemprov Banten sangat menyambut baik dan mendukung upaya-upaya dalam meningkatkan sinergitas kabupaten/kota untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait kebijakan dan keberhasilan pada bidang sanitasi.

“Tujuannya, untuk meningkatkan kesehatan masyarakat yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta mengikutsertakan seluruh potensi masyarakat dalam upaya mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan sanitasi," tutur Yusuf.

Menurutnya, sanitasi yang dikelola dengan baik dan aman akan berdampak terhadap peningkatan sektor kesehatan, gizi dan produktivitas masyarakat serta merupakan target eksplisit tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG'S) keenam.

"Untuk mencapai itu semua, diperlukannya strategi yang lebih dekat untuk menjangkau anak-anak dan keluarga yang kurang mampu, dengan menyediakan akses untuk memperoleh pasokan air, sanitasi dan kebersihan yang dikelola dengan baik dan aman," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Yusuf, salah satu penyebab stunting di antaranya dengan praktik sanitasi yang buruk sehingga dapat menyebabkan balita terserang oleh berbagai penyakit.

"Jamban yang tidak memenuhi standar seperti jamban cemplung berpotensi besar menyebabkan stunting pada anak. Sumber air bersih juga akan berpengaruh terhadap stunting, karena mengindikasikan sanitasi dari suatu tempat tertentu," baca M Yusuf.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum AKKOPSI yang juga Walikota Jambi Syarif Fasha menyampaikan kegiatan tersebut diharapkan mampu merumuskan program sanitasi empat tahun ke depan.

Diketahui, City Sanitation Summit (CSS) merupakan suatu ajang pertemuan untuk bertukar pengalaman, pengetahuan terhadap kegiatan sanitasi dan membangun kemitraan serta mendorong upaya advokasi, promosi untuk pembangunan sanitasi di Indonesia. (den/nda)