Tiga bulan pertama kepemimpinan Pj Gubernur Banten Al Muktabar dievaluasi Fraksi PDIP DPRD Banten. Masa adaptasi orang nomor satu di Banten dinilai sudah cukup, sehingga tinggal membuktikan kerja nyata dalam membangun Banten.
KETUA Fraksi PDIP DPRD Banten, Muhlis mengungkapkan, tiga bulan yang sudah berlalu merupakan waktu yang lebih dari cukup untuk melakukan konsolidasi, koordinasi dan adaptasi, sehingga Al Muktabar harus membuktikan kinerjanya yang konkret untuk masyarakat.
“Waktu tiga bulan sudah cukup untuk berbulan madu. Segera akhiri bulan madunya, saatnya bekerja secara tegas dan konkret,” kata Muhlis kepada wartawan saat menyampaikan catatan Fraksi PDIP DPRD Banten, Senin (8/8).
Berdasarkan catatan Fraksi PDIP, lanjut Muhlis, pada triwulan I memimpin Banten, Pj Gubernur sudah mampu melakukan komunikasi dengan baik, terutama dengan legislatif maupun tokoh masyarakat Banten.
“Secara responsif Pj Gubernur sudah menghadiri undangan-undangan dan menerima tokoh-tokoh masyarakat yang ingin bertemu dengan PJ Gubernur Banten dengan baik, kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Namun itu saja tidak cukup untuk memajukan Banten,” bebernya.
Masih dikatakan Muhlis, salah satu yang harus segera dilakukan Pj Gubernur Banten adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja birokrasi di Pemprov Banten.
“Memasuki Triwulan II, Pak Al Muktabar harus menjalankan reformasi birokrasi yang gagal dilakukan gubernur sebelumnya,” urainya.
Ia menegaskan, Pj Gubernur Banten harus berani melakukan rotasi, mutasi dan promosi terhadap pejabat struktural birokrasi Pemprov Banten sesuai aturan yang berlaku.
“Harus ada penyegaran, tentunya dengan patokan kinerja OPD dan birokrasinya,” tandasnya.
Pola disiplin waktu yang sudah diterapkan Pj Gubernur Banten selama tiga bulan pertama memimpin Banten, harus ditularkan kepada semua ASN di lingkungan Pemprov Banten. Terutama dalam menghadiri kegiatan dan komunikasi dengan DPRD Banten.
“Segera melakukan langkah-langkah yang tegas tanpa ragu dalam menjalankan program pembangunan Provinsi Banten, sekali lagi masa bulan madu sudah usai,” tegasnya.
Fraksi PDIP berharap, Pj Gubernur Banten dapat menempatkan pejabat birokrasi yang tepat di tempat yang tepat agar reformasi birokrasi dapat terlaksana dengan baik dan benar.
“Kami tunggu kinerjanya, terutama dalam hal reformasi birokrasi. Sebab pembangunan akan baik bila birokrasinya sehat,” harapnya.
Diakhir paparannya, Muhlis menyampaikan sikap politik Fraksi PDIP. Menurutnya, Fraksi yang dipimpinnya bersikap objektif dalam menilai kinerja Pj Gubernur Banten.
“Tentu kami memberikan kritik yang membangun pada hal-hal yang masih kurang, dan mendukung penuh setiap langkah dan upaya Pj Gubernur Banten yang bertujuan untuk menyejahterakan dan memajukan masyarakat Banten,” pungkasnya.
Terpisah, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengaku dirinya siap diberikan kritik atas kinerjanya oleh masyarakat Banten, termasuk oleh DPRD Banten selaku mitra pemprov dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah.
“Saya dilantik 12 Mei 2022, dan pada 12 Agustus ini saya tepat menjabat PJ Gubernur selama tiga bulan. Silakan diberikan saran dan masukan, saya tidak anti kritik,” kata Al saat diskusi dengan Pengurus Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten di Pendopo Lama Gubernur, Kota Serang, Senin (8/8) malam.
Ia melanjutkan, selama tiga bulan memimpin Banten sebagai penjabat gubernur, dirinya fokus melaksanakan tugas mandatori dari pemerintah pusat.
“Tugas utama dari Presiden adalah melakukan penanganan stunting, mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, memulihkan perekonomian pasca pandemi Covid-19 serta menyiapkan dan menyukseskan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak 2024 di daerah,” tuturnya.
Al Muktabar mengaku optimis bahwa Provinsi Banten bakal menjadi daerah yang maju, lantaran memiliki kekuatan fiskal yang baik. Kuncinya tentu saja dengan kebersamaan dan menghormati perbedaan.
“Dengan bersama, kita yakin mencapai tujuan bersama. Unsur kita kuat sekali untuk menjalankan niat baik kita, akan selalu bersama dan terus menerus membangun Banten. Adapun perbedaan kalau kita kelola dengan baik akan menjadi kekuatan,” katanya.
Terkait kinerja pada tiga bulan pertama, Al mengaku dirinya mematuhi aturan yang berlaku, dimana RPJMD Provinsi Banten 2017-2022 telah berakhir 12 Mei lalu, sehingga pembangunan mengacu pada Rencana Pembangunan Daerah (RPD).
“Rambu-rambu pembangunan di Banten sesuai RPD yang tahun ini dalam perencanaan, dan dilaksanakan mulai 2023-2025 dengan tetap mengacu pada RPJDP Provinsi Banten,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Al, dirinya juga mengambil kebijakan sesuai RPJMN yang didalamnya terkandung visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden.
“Saya dalam mengambil kebijakan dalam koridor itu semua,” tegasnya.
Terkait tantangan berat yang dihadapi pemprov saat knj, lanjut Al Muktabar, adalah menekan angka pengangguran yang cukup tinggi di Banten. Meskipun ini klasik, harus segera dicarikan solusi terbaik agar tenaga kerja lokal diprioritaskan oleh kalangan industri.
“Dalam waktu dekat saya akan membangun komunikasi dengan kalangan industri, untuk meminta perusahaan memprioritaskan tenaga kerjanya warga lokal Banten. Sesuai aturan hal itu menjadi keharusan,” pungkasnya. (den/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
