DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Rumah Janda Tua di Leuwidamar Nyaris Ambruk

post-img

RUSAK BERAT: Kondisi rumah Sunariah di Pasireurih, Desa Lebak Parahiang, Kecamatan Leuwidamar, rusak berat, kemarin.(Yusuf Permana/Radar Banten)

LEBAK - Ade Sunariah (62), warga Kampung Pasir Eurih RT 07/RW 02, Desa Lebakparahiang, Kecamatan Leuwidamar, terpaksa harus mengungsi. Karena, kondisi rumahnya rusak berat dan nyaris ambruk.

Sunariah tinggal di rumahnya seorang diri setelah suaminya meninggal dunia beberapa tahun lalu. Ia menceritakan, dinding rumahnya di bagian tengah rusak. Ia khawatir rumahnya itu ambruk.

”Sekarang saya tinggal di warung, sudah setahun. Kalau masih tinggal di rumah, takut roboh. Soalnya udah rusak parah rumahnya,” kata Sunariah kepada wartawan, Senin (8/8).

Sunariah hanya berpenghasilan Rp50 ribu sehari dari hasil berjualan nasi, sehingga dirinya tidak sanggup untuk memperbaiki rumah. Sebab, perbaikan rumah ditaksir menghabiskan biaya puluhan juta rupiah. 

“Boro-boro buat benerin rumah yang sudah mau roboh, sehari-hari dari warung nasi cuma bisa buat makan,” tutur Sunariah.

Ia sendiri memiliki seorang anak, namun anaknya itu sudah berkeluarga di Rangkasbitung. Dan kondisi keluarga anaknya tidak jauh berbeda dengan dirinya. Kini, Sunariah hanya bisa mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dan para donatur untuk memperbaiki rumah yang menjadi tempat kenang-kenangan terakhir dirinya bersama suami.

”Saya berharap bisa dapat bantuan dari ibu Bupati untuk memperbaiki rumah. Karena bagaimana pun ini tempat terakhir saya bersama suami dan juga orang tua saya,” ujarnya.

Kepala Desa Lebakparahiang Iwan Sunarya mengaku belum pernah mendapat laporan mengenai kondisi rumah Sunariah. Namun, dirinya berjanji akan melakukan peninjauan dan mendata rumah milik janda tua itu.

“Saya ini kan kepala desa baru, seenggaknya ada laporan dari warga atau RT ke desa, ini enggak ada laporannya. Mungkin (Saat kades sebelumnya), kalau saya belum pernah ada dan saya tanya RT setempat juga sama,” kata Sunarya.

Ke depan, dirinya akan melakukan pendataan dan mengajukan permohonan bantuan perbaikan rumah milik Sunariah dan warga lainnya di Desa Lebakparahiang kepada Bupati Iti Octavia Jayabaya. Bantuan tersebut diusulkan melalui Dinas Perumahan Kawasan Per­mukiman dan Pertanahan Kabupaten Lebak.

”Sekarang kita sudah ajukan perbaikan 25 unit rumah tidak layak huni (RTLH). Tapi mungkin ini tidak termasuk rumah Sunariah. Namun kita akan coba periksa dan lakukan pendataan lagi. Semoga tahun depan bisa terealisasi bantuannya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala DPRKPP Lebak Maman Suparman me­minta kepada kepala Desa setempat untuk mengajukan per­­mohonan bantuan perbaikan rumah dengan melam­pir­­­kan kondisi RTLH di desa setempat. Nantinya, per­mo­hon­an bantuan itu akan ditindaklanjuti di tahun 2023 dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Be­­lanja Daerah (APBD) Lebak dan sumber anggaran lain.

”Kita minta kepada kepala desa untuk mengajukan usulan bantuan rumah Sunariah beserta 19 data RTLH lainnya. Nanti Insyaallah tahun depan kita bangun, karena di tahun ini kita sudah berikan bantuan kepada 300 RTLH yang tersebar di 28 kecamatan,” pungkasnya.(mg-02/tur)