DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Siapkan Mitigasi Bencana di Sekolah

post-img

SERANG - Mitigasi bencana di lingku­ngan sekolah perlu disiapkan. Hal itu untuk mengantisipasi adanya anak sekolah yang menjadi korban bencana.

Demikian terungkap pada bimbingan teknis satuan pendidikan aman ben­cana di Hotel Horison Ratu, Kota Serang, Senin (8/8).

Pada acara tersebut, hadir Direktur Mitigasi Badan Nasional Penanggu­langan Bencana (BNPB) Taufik Kartiko, Kepala Pelaksana Harian Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Nana Suryana, Sekretaris Daerah Pemkab Serang Tu­bagus Entus Mahmud Sahiri, dan Kepala Pelakaana Harian BPBD Kabu­paten Serang Nana Sukmana Kusuma.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Banten Nana Suryana menga­takan, anak sekolah kerap menjadi korban bencana. Ia mencontohkan bencana banjir yang menelan korban anak sekolah. "Ini sering terjadi anak sekolah menjadi korban bencana, maka dari itu perlu disiapkan mitigasi bencana di satuan pendidikan," katanya.

Nana mengatakan, di sekolah-sekolah harus dilakukan pemahaman meng­hadapi bencana. "Harus ada simulasi, sesuai dengan kondisi alam dan potensi bencana di masing-masing wilayah," ujarnya.

Sekda Pemkab Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengatakan, pemaha­man masyarakat menghadapi bencana harus ditingkatkan termasuk di ling­kungan pendidikan.

Ia mengatakan, Kabupaten Serang merupakan salah satu wilayah yang rawan bencana. Karena dari sisi geografis berada di wilayah pesisir, pegunungan, hingga aliran tiga sungai besar. "Tinggal bagaimana kita dapat meminimalisasi dampak bencana, salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak panik," ujarnya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabu­paten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, pihaknya sudah mem­berikan pelatihan kepada masyarakat dalam menghadapi bencana. "Drill tsunami sudah kita lakukan sepanjang Anyar-Cinangka," katanya.

Di lingkungan sekolah, pihaknya juga sudah melakukan mitigasi ben­cana. Mulai dari pembentukan sekolah aman bencana hingga sekolah tangguh bencana. "Harus ada aturan SK bahwa sekolah-sekolah ini harus memiliki ketangguhan bencana, kalau perlu ada semacam mata pelajaran khusus soal keben­canaan," pungkasnya. (jek)